Cari Blog Ini

Senin, 27 Mei 2013

26 Ormas Mendukung Penghargaan ACF kepada Presiden



ketua umum ldii ditunjuk menjadi pimpinan kompres umat beragamaJAKARTA (Pos Kota) – Sebanyak 26 organisasi kemasyarakatan Islam mendukung pemberian penghargaan Appeal of Consience Foundation (ACF) kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, atas keberhasilannya menciptakan kerukunan umat beragama di dalam negeri.

Pernyataan sikap itu disampaikan pengurus Nahdlatul Ulama (NU) M Iqbal Zulham dan M Imran Hanafi dari Muhammadiyah, di Jakarta, Jumat siang. Penyampaian pernyataan sikap Ormas Islam itu dihadiri 24 Ormas lainnya di antaranya, Ketua Umum Lembaga Dakwa Islam Indonesia (LDII) Abdullah Syam, Yusnar Yusuf pengurus Al-Wasliyah dan lainnya. Sebelumnya, mereka mengadakan pertemuan dengan Menteri Agama Suryadharma Ali.

Dalam pernyataan mereka menyatakan, Ormas Islam mengapresiasi ACF yang akab memberikan World Statesman Award kepada SBY terkait kerukunan dan toleransi kehidupan beragama di Indonesia yang pada dasarnya sebagai penghargaan kepada umat beragama, dan bangsa Indonesia yang telah secara terus menerus membangun dan mengembangkab kerukunan di Indonesia.

M Imran Hanafi mengatakan umat Islam Indonesia sejak awal pendirian RI memiliki komitmen dan menerapkan sikap toleransi kepada umat dan pemeluk agama lain untuk bersama-sama membangun kehidupan berbangsa dan bernegara yang agamis, rukun dan damai dalam wadah NKRI.
Hanafi menyesalkan adanya sekelompok kecil orang yang menolak rencana pemberian penghargaan tersebut yang didasarkan pada kasus-kasus tertentu yang terjadi di Indonesia yang tidak menggambarkan kondisi real kehidupan umat beragama di Indonesia.

“Kami juga menyesalkan sekelompok kecil orang yang membangun opini bahwa umat Islam sebagai mayoritas menghambat pembangunan rumah ibadah agama lain,” papar Hanafi.
Seperti diketahui, akhir Mei ini Presiden SBY dalam kunjungan kenegaraannya ke Amerika Serikat (AS), sekaligus akan menerima World Statesman Award dari ACF yang berbasis di New York, AS. (Johara)

Teks : Iqbal Zulham dari NU (tengah), dan Ketua Umum LDDI Abdullah Sam (kanan) dan Rido Baridwan dari Al-Irsyad (kiri) saat menyampaikan pernyataan sikap dukungan kepada SBY untuk menerima penghargaan dari ACF. (Johara) (http://www.ldii.or.id)

Jumat, 24 Mei 2013

DNS Nawala Filter Toko Online Palsu


dns nawalaDunia internet akhir-akhir ini semakin menggeliat. Mulai anak kecil sampai orang tua tak luput dari aktivitas berinternet dalam kesehariannya. Hal ini membuat berbagai pihak berlomba-lomba memanfaatkan perkembangan internet. Ibarat pisau bermata dua, internet bisa menjadi manfaat atau sebaliknya membahayakan bagi para penggunanya.

Kebanyakan Orang disinyalir semakin senang melakukan transaksi perdagangan melalui online,  sesuai data transaksi perdagangan Online dari Kementerian Komunikasi dan Informatika pada tahun 2012 mencapai Rp. 126 triliun. Jumlah tersebut dua kali lipat dari transaksi pada tahun 2012 mencapai Rp. 63 triliun. Hal ini dijadikan sebagai celah pagi "Penipu Online" untuk melakukan kejahatan.
Penipu Online melakukan aksinya dengan membuat website belanja online "abal-abal". Biasanya dengan ciri memberikan harga murah (jauh dari harga pasar) sehingga membuat pembeli sangat tertarik untuk berbelanja. Gambar / foto produk yang ditampilkan menggunakan foto dari website lain.

Untuk menghindari ketertarikan berbelanja online secara murah dan terhindar dari aksi penipu online tersebut ada baiknya anda menggunakan DNS Nawala.

NS #1: 180.131.144.144

NS#2: 180.131.145.145

DNS Nawala adalah layanan DNS yang bebas digunakan oleh pengguna akhir atau penyedia jasa internet untuk mendapatkan akses internet bersih dan aman. DNS Nawala melakukan penapisan situs-situs berkandungan negatif yang tidak sesuai dengan norma kesusilaan dan budaya Indonesia, seperti situs berkandungan pornografi atau perjudian. Sehingga orang tua tidak khawatir lagi terhadap anak-anak akan membuka konten pornografi.

Kini DNS Nawala juga bisa menghadang Toko Online Abal-abal alias palsu. Dikutip dari detik.com DNS Nawala ikut berperan serta dalam melindungi konsumen dari modus penipuan melalu situs e-commerce palsu.

DNS Nawala secara rutin melakukan pencarian langsung terhadap situs-situs penipuan, selain menerima pelaporan dari pengguna internet ataupun pemangku kepentingan lainnya. Sampai saat ini sudah terdata lebih dari 600-an situs penipuan online, dan masih terus akan bertambah. Untuk itu, agar aman bertransaksi secara online, pakailah DNS Nawala.

Jika ingin mengetahui bagaimana setting DNS Nawala silahkan lihat pada halaman panduan di http://www.nawala.org/. Di halaman tersebut dapat kita temukan panduan  setting DNS Nawala untuk berbagai Operating System (OS), perangkat handphone / router. Semoga bermanfaat.. :D
Sumber: ictwatch.com

Selasa, 14 Mei 2013

Jawa Timur Juara Umum Kejurnas-IV Persinas Asad (Remaja) 2013


 
Perhelatan Kejurnas-IV Persinas Asad tingkat Remaja telah dilaksanakan dari tanggal 8-12 Mei 2013 di Sport Hall Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung dan berakhir hari ini Minggu (12/5). Kontingen Jawa Timur tampil menjadi juara umum kejurnas ke-IV ini dengan meraih 6 emas, 3 perak dan 5 perunggu, sementara Juara Umum kedua diraih kontingen Jawa Barat dengan meraih 4 emas, 2 perak dan 4 perunggu. Juara Umum ketiga diraih oleh kontingen Jawa Tengah dengan raihan 4 emas, 1 perak dan 2 perunggu. Kontingen terbaik disematkan kepada Kontingen Kalimantan Timur, Atlet terbaik diraih M.Abdul Aziz dari kontingen Jawa Tengah yang bertanding di kelas B.

Dari Kategori Eksebisi Festival Seni,  kategori berkelompok nilai tertinggi diperoleh kontingen Jawa Barat, disusul Jawa Tengah di tempat kedua dan Lampung di tempat ketiga. Kategori berpasangan, nilai tertinggi diperoleh Kontingen DI Yogyakarta disusul Riau, sementara dari Kategori Perorangan,nilai tertinggi diperoleh Kalimantan Timur disusul Bangka Belitung (II), dan DKI Jakarta (III).

Dari Kategori TGR, Juara Kategori Tunggal adalah Jawa Tengah (I), disusul Jawa Barat (II) dan Jawa Timur (III). Kategori Ganda,Juara I dari Jawa Barat, disusul Kalimantan Utara (II) dan Sulawesi Selatan (III). Kategori Regu : Juara I Kaltim, II Jatim, III Jabar.

Hasil lengkap Kategori Tanding : Kelas A, juara I Jawa Tengah, disusul Kaltim (II), Jatim & Sulsel (III). Kelas B : juara I Jawa tengah disusul Jatim (II),Kalsel & Kep.Riau (III). Kelas C  : Juara I Jatim, II Jateng, III Sulut & Kep. Riau. Kelas D: I Jateng, II DKI Jakarta, III Jatim & lampung. Kelas E: I Jatim,II Sumut, III Jabar & Kaltim. Kelas F: I Jatim,II DKI Jakarta, III Maluku Utara & Jateng. Kelas G: I Jatim,II Sulsel, III Jateng & Lampung. Kelas H: I DKI Jakarta,II Jabar, III Kaltim & Jatim. Kelas I : I Jabar, II DKI Jakarta, III Lampung & Kaltim. Kelas J : I Jabar, II Jatim, III Kaltim & DKI Jakarta. Kelas K : I Jabar, II DKI Jakarta, III Jatim & DI Yogyakarta. Kelas L : I Jatim, II Kaltim, III Jabar & DI Yogyakarta. Kelas Bebas : I Jatim, II Kaltim, III Jabar & banten.

Menurut Ketua panitia pelaksana, Kol. CHB (Purn) Drs. H. Suherman, seluruh penyelenggaraan baik tahap persiapan maupun pelaksanaan dapat terlaksana dengan aman dan lancar dan hasil pertandingan disampaikan kepada Pembina upacara Laksamana Madya TNI  (Purn) H. Sugiono. Terdapat beberapa atlet yang cidera selama pertandingan dan sudah ditangani sesuai mekanisme yang berlaku. Namun tidak ada yang dirawat di rumah sakit,”imbuhnya.  

Dalam Kata Penutupnya Sugiono menyampaikan pada dasarnya ajang kejurnas persinas asad ini merupakan pembinaan baik dari aspek fisik, mental maupun kemandirian yang merupakan bagian dari pembinaan karakter bangsa yang mandiri, sportif, jujur dan mau menghargai prestasi orang lain. “ Teruskan pembinaan jangan cukup puas sampai disini saja,’tandasnya.

Penutupan Kejurnas disaksikan Sekjen Persinas Asad Ir. H. Teddy Suratmadji, M.Sc dan Council of Sesepuh Persilat (Persekutuan Pencak Silat Antar Bangsa) Mayjen TNI (Purn)  Eddie Mardjoeki Nalapraya, serta Drs. H. Prijatna Danusubrata Pengurus IPSI Jawa Barat (YI***)
Perolehan Medali :
Jatim - 6 3 5
Jabar - 4 2 4
Jateng - 4 1 2
DKI - 1 4 2
Kaltim - 1 3 3
Sulsel - 0 1 2
Kaltara - 0 1 0
Sumut - 0 1 0
DIY- 0 0 2
Kepri - 0 0 2
Lampung - 0 0 2
Banten - 0 0 1
Kalbar - 0 0 1
Kalsel - 0 0 1
Malut - 0 0 1
Sulut - 0 0 1

Aceh-Babel-Bali-Bengkulu-Gorontalo-Jambi-Kalteng-Maluku-NTB-NTT-Papua-Papuabar-Riau-Sulbar-Sulteng-Sultra-Sumbar-Sumsel - 0 0 0.(
http://kejurnasasad2013.blogspot.com/)

Hampir 60% BPIH untuk Biaya Penerbangan


Foto



Jakarta (Pinmas) —- Biaya penerbangan jamaah haji mencapai hampir 60% dari total Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH). Oleh karena itu, Kementerian Agama melalui Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) terus berupaya menekan tarif penerbangan haji dengan pihak airline.
Hal ini disampaikan oleh Dirjen PHU Anggito Abimanyu ketika memberikan sambutan dalam Penandatanganan Perjanjian Pengangkutan Jemaah Haji Indonesia 1434H/2013M antara Kementerian Agama dengan PT. Garuda Indonesia dan Saudi Arabia Airlines, di Jakarta, Senin (13/05).
“Tahun ini, telah terjadi penurunan tarif penerbangan rata-rata sebesar 2%,” terang Anggito.
Menurut Anggito, kalau rata-rata biaya penerbangan haji tahun 2012 USD2.201, tahun ini turun menjadi USD2.163. “Bahkan, khusus untuk embarkasi besar seperti Jakarta dan Surabaya, tarif penerbangan turun 3%,” tambah Anggito.
Peningkatan Layanan
Anggito menambahkan bahwa penurunan tarif ini bukan berarti juga menurunkan kualitas pelayanan. Pada tahun ini, justru ada beberapa peningkatan pelayanan penerbangan, seperti: mengurangi proses transito di Jeddah, meminta tambahan slot kepulangan melalui Bandara Madinah, dan monitoring on-time performance.
Selain itu, lanjut Anggito, juga dengan meningkatkan jumlah awak kabin dari Warga Negara Indonesia (WNI) lokal sesuai dengan daerah embarkasi. “Ini dimaksudkan untuk mempermudah komunikasi dengan jemaah haji,” kata Anggito.
Senada dengan itu, Dirut PT Garuda Indonesia Emirsyah Sattar menyampaikan bahwa sebagai bagian dari layanan terhadap jemaah, tahun ini Garuda Indonesia merekrut awak kabin dari daerah embarkasi. “Ini khususnya untuk mengatasi kendala komunikasi, mengingat sebagian jemaah hanya mempu berbahasa daerah,” ujar Emirsyah.
Untuk mendukung peningkatan kualitas layanan, Emirsyah mengatakan bahwa Garuda Indonesia akan mengoperasikan 14 pesawat yang terdiri dari 10 pesawat A330-300 (375 seat), 3 pesawat B-747 (455 seat), dan 1 pesawat B-777 (314 seat).
“Pesawat tersebut rata-rata berusia muda, bahkan ada yang diproduksi tahun 2010,” terang Emirsyah. (mkd) (http://www.kemenag.go.id)