Cari Blog Ini

Jumat, 20 September 2013

Menyelaraskan Kurikulum Pendidikan LDII dan Komisi X DPR


Menyelaraskan Kurikulum Pendidikan LDII dan Komisi X DPR

Dalam rangka pembinaan umat, LDII terbukti melahirkan juru dakwah dan generasi penerus yang profesional di bidangnya. Keberhasilan LDII inilah yang dipelajari oleh Komisi X DPR RI sebagai masukan dalam menyusun kurikulum pendidikan di tingkat nasional.
Upaya pemerintah dalam menyukseskan wajib belajar 9 tahun telah tercapai. Kini, wacana wajar 12 tahun, telah dimunculkan oleh wakil rakyat dari Komisi X DPR RI. “LDII sebagai lembaga dakwah yang konsisten dengan pendidikan, sudah sepantasnya menyukseskan program wajar 12 tahun,” ujar Wakil Ketua Komisi X DPR H Asman Abnur, SE. M.Si dalam silaturohimnya ke kantor DPP LDII Patal Senayan (18/9/2013).
Menurutnya kesuksesan LDII dalam membina umat menjadi kesatupaduan antara pendidikan umum, keagamaan, dan kekeluargaan. “LDII saya sarankan membuat masterplan sebagai acuan kedepan bidang pendidikan. Masterplan tersebut kami selaraskan dengan APBN. Hal ini akan membuat program LDII dapat terealisasi bersama pemerintah dan dirasakan rakyat manfaatnya,” ujar Asman.
Masukan ini tentunya sejalan dengan apa yang diprogramkan LDII dalam membina umat melalui pendidikan yang tertuang dalam Rakernas LDII 2012. Rakernas menegaskan LDII akan mengembangkan sumberdaya manusia profesional dan religius guna menciptakan Indonesia sejahtera, demokratis, berkeadilan, dan bermartabat.
Kesemuanya itu tidak akan tercapai bila pendidikan umum tidak dikolaborasikan dengan pendidikan keagamaan dan kekeluargaan, yang selama ini memang menjadi karakter dari LDII.
keterampilan
“LDII ini merupakan lembaga yang favorit, memiliki sistem pendidikan yang baik. Sisi keagamaan dan kekeluargaan begitu menonjol terlihat mulai dari saya ketika di Kepulauan Riau hingga di Jakarta mengemban amanah Wakil Ketua Komisi X DPR RI,” ungkap Asman.
Kedatangan Komisi X DPR di gedung DPP LDII itu disambut Ketua DPP LDII  Ir H Teddy Suratmadji, M.Sc, bersama beberapa pengurus DPP lainnya, di antaranya Rioberto Sidauruk SH, KH Aceng karimullah dan Drs. Sarji, SH., M.Pd. Teddy Suratmadji mengungkapkan bahwa LDII memang gencar mendidik umat. Pendidikan terstruktur mulai dari usia anak-anak, remaja hingga dewasa, dengan memadukan nilai-nilai agaman dan kekeluargaan. Pendidikan sejak usia dini menjadi megaproyek dari LDII.
Sekali lagi, Asman mempertegas agar masterplan tersebut cepat sampai di Komisi X DPR RI. Diharapkan tindak nyata dari program wajib belajar 12 tahun yang secara normal akan tercapai dalam 40 tahun, dapat dipangkas menjadi 15 tahun bersama seluruh elemen bangsa. Salah satunya LDII sebagai lembaga dakwah yang sudah populer dan dikenal memiliki massa, yang memiliki ikatan emosional baik dalam kesehariannya dan sukses dalam pembinaan generasi penerusnya.
Kunjungan Komisi X ini meneguhkan berbagai permintaan serupa, dari kalangan akademisi agar metode pendidikan di LDII yang terbukti berhasil, agar dibagi kepada masyarakat umum, dengan berbagai sarana baik melalui dakwah dan media massa. (Frediansyah Firdaus/Fahmi)

Kamis, 19 September 2013

Yuk Kurban

Setiap tahun umat Islam di seluruh dunia merayakan hari raya kurban yang jatuh setiap tanggal 10 Dzulhijah dan bertepatan dengan pelaksanaan ibadah haji. Di samping menunaikan rukun Islam yang kelima yaitu ibadah haji bagi yang mampu, juga ada ibadah yang utama pada hari itu yaitu penyembelihan hewan kurban. Mari lihat dalil yang mendasari perlunya setiap Muslim melaksanakan kurban di bawah ini:

قَلَ اللَّهُ تَعَلَى : إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ (1) فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ (2) إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الأبْتَرُ (3)
Artinya: Sesungguhnya kami Alloh memberikan telaga Kautsar kepada engkau Muhammad, maka sholatlah karena Tuhanmu dan menyembelehlah kurban, sesungguhnya orang yang benci kepadamu, dia adalah orang yang putus kebaikannya. (Surat Al Kautsar ayat 1-3)
وَالْبُدْنَ جَعَلْنَاهَا لَكُمْ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ لَكُمْ فِيهَا خَيْرٌ فَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهَا صَوَافَّ فَإِذَا وَجَبَتْ جُنُوبُهَا فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْقَانِعَ وَالْمُعْتَرَّ كَذَلِكَ سَخَّرْنَاهَا لَكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ (36) لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ كَذَلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِينَ (37)
Artinya : Dan kami Alloh menjadikan onta untuk kamu sekalian sebagian dari tanda kebesaran Alloh, kamu sekalian memperolah kebaikan yang banyak padanya, maka sebutlah nama Alloh ketika kamu sekalian menyembelihnya dalam keadaan berdiri. Apabila telah roboh (mati) maka makanlah sebagiannya dan memberilah makanan orang-orang yang tidak meminta (qoni’) dan orang yang meminta (mu’tar). Demikianlah kami telah menundukkan onta itu untuk kamu sekalian agar kamu sekalian bersyukur. Daging-daging onta dan darahnya itu tidak sampai kepada Alloh tetapi ketakwaan dari kamu sekalianlah yang sampai kepadaNya. Demikianlah Alloh telah menundukkannya untuk kamu sekalian agar kamu sekalian mengagungkan kepada Alloh terhadap hidayahNya kepada kamu sekalian dan berilah kabar gembirra kepada orang-orang yang berbuat baik. (Surat Al Hajji ayat 36-37)
عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « مَا عَمِلَ آدَمِىٌّ مِنْ عَمَلٍ يَوْمَ النَّحْرِ أَحَبَّ إِلَى اللَّهِ مِنْ إِهْرَاقِ الدَّمِ إِنَّهَا لَتَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِقُرُونِهَا وَأَشْعَارِهَا وَأَظْلاَفِهَا وَإِنَّ الدَّمَ لَيَقَعُ مِنَ اللَّهِ بِمَكَانٍ قَبْلَ أَنْ يَقَعَ مِنَ الأَرْضِ فَطِيبُوا بِهَا نَفْسًا ».
Artinya : Dari Aisyah sesungguhnya Rosululloh SAW bersabda: Tidaklah beramal anak turun Adam dari suatu amalan pada hari kurban yang lebih disenangi oleh Alloh daripada mengalirkan darah (menyembelih kurban). Sesungguhnya hewan kurban di hari kiamat akan datang dengan tanduknya, bulunya dan kuku kakinya (tracak), dan sesungguhnya darah (darah kurban) niscaya jatuh di sisi Alloh pada suatu tempat sebelum darah itu jatuh di bumi, maka bersenang hatilah kamu sekalian dengan kurban. (HR Tirmidzi)
مَنْ ضَحَّى طَيِّبَةً بِهَا نَفْسُهُ مُحْتَسِبًا لِأُضْحِيَتِهِ كَانَتْ لَهُ حِجَابًا مِنَ النَّارِ.
Artinya : Barang siapa yang berkurban dengan senang hati lagi mencari pahala pada kurbannya, maka kurbannya menjadi penghalang baginya dari neraka. (HR Thobroni)

Hewan kurban diusahakan berupa kambing atau sapi atau onta yang sehat sempurna yaitu tidak ada cacat yang jelas cacatnya, seperti:
1.      Tidak perung atau rusak telinga separuh atau lebih.
2.      Tidak patan tanduknya separuh atau lebih.
3.      Tidak pincang/cacat kakinya

Di samping itu hewan kurban diusahakan cukup umurnya, untuk kambing minimal berumur 1 tahun lebih, sapi minimal 2 tahun lebih dan onta minimal 5 tahun lebih. Hewan kurban yang besar gemuk dan berdaging juga lebih baik. Yuk sisihkan sebagian rejeki kita untuk kurban.//

Selasa, 17 September 2013

LDII Kabupaten Tegal Silaturrohim dengan Ketua MUI


Dalam rangka mempererat tali silaturohim dengan ulama, jajaran pengurus DPD LDII Kab. Tegal mengadakan silaturohim dengan ketua MUI Kabupaten Tegal pada hari Senin, 9 September 2013 lalu. Kehadiran pengurus DPD LDII disambut hangat oleh ketua MUI Kab. Tegal, KH. Chumaidi, SH., M.Ag. di kediamannya. Turut serta dalam rombongan DPD LDII, Ketua Dewan Penasihat, Suhinarso, SH., MM, Anggota Wanhat HM. Nasrulloh, H. Abdul Azis, ST, Ketua DPD Drs. H. Walidi W. Martama, MM, Sekretaris DPD Wijiyanto, SE., Akt, dan Bidang Humas Lesto Wibowo, S.Pd.


Dalam silaturohim tersebut, ketua DPD LDII Kab. Tegal, Walidi, mengucapkan selamat kepada MUI yang akan menyelenggarakan Rakernas di Jakarta, sekaligus melaporkan berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan LDII baik yang bersifat rutin maupun insidental. Kegiatan yang bersifat rutin, diantaranya pengajian-pengajian di tingkat PAC dan PC, pembinaan generasi penerus mulai cabe rawit (usia TK-SD), pra remaja (usia SMP/MTs), dan remaja (usia SMA/SMK dan Mahasiswa), dan penggalian shodaqoh untuk YAUMI. Adapun kegiatan insidental di antaranya mengadakan Fesival dan Bazar Remaja,  peresmian Taman Pendidikan Al Qur’an (TPQ), pemberian santunan kepada anak yatim, dan  Pameran Pembangunan Hari Jadi Kab. Tegal.

Pada kesempatan tersebut ketua MUI Kab. Tegal menekankan pentingnya menjaga ukhuwah Islamiyah dan silaturohim di antara umat Islam, meskipun organisasinya berbeda-beda.

Senin, 16 September 2013

Jokowi - LDII Jakarta Kian Mesra

jokowi-warga-ldii
JAKARTA – Kedekatan Gubenur DKI Jakarta, Joko Widodo dengan warga Lembaga Dakwa Islam Indonesia (LDII) semakin akrab saja. Itu tampak saat pengurus LDII Jakarta menyambangi mantan Walikota Solo di kantornya. Jokowi sapaan akrab Gubenur Jakarta ini pun tampak sumringah menerima tujuh pengurus LDII DKI Jakarta. Perbincangan yang digelar di ruang tamu Balaikota Jakarta tersebut diwarnai candaan. Tak ada agenda yang serius dalam pertemuan tersebut. Rombongan LDII DKI Jakarta yang dipimpin Ketua DPW LDII Jakarta, Ir. H. Teddy Suratmadji, M.Sc ini hanya menyampaikan sejumlah perkembangan organisasi LDII DKI Jakarta. “Secara organisasi DPW LDII DKI Jakarta terus bergerak. Kini tingkat kepengurusannya sudah ada diseluruh wilayah DKI Jakarta,” ujar Ketua DPW LDII DKI Jakarta, Teddy Suratmadji yang didampingi sejumlah pengurus LDII DKI Jakarta di kantor Gubernur DKI Jakarta, Selasa 10 September 2013
Adapun pengurus LDII DKI Jakarta yang ikut dalam pertemuan itu Dewan Penasehat DPW LDII DKI Jakarta H. Abdul Malik, Wakil Ketua LDII DKI Jakarta H. Hasim Nasution, SE dan Sekretaris LDII DKI Jakarta H. Muhamad Ied, SE. Selain itu hadir pula Wakil Sekretaris LDII DKI Jakarta H. Erwin Hadisurya, Ketua DPD LDII Kota Jakarta Timur Sarji Faisal dan Ketua DPD LDII Kota Jakarta Selatan Syamsul Hilal. Dalam kesempatan Gubenur Jakarta, Jokowi menyatakan kedekatan pada organisasi LDII telah dibangun sejak menjadi Walikota Solo. Di daerah tersebut gebrakan LDII cukup memberikan manfaat bagi masyarakat. “Saya sudah lihat bagaimana LDII Solo itu besar. Maka pasti di pusatnya Jakarta ini jauh lebih hebat,” ujar Jokowi. Di akhir pertemuan pengurus LDII DKI Jakarta memberikan sejumlah kenang-kenangan, berupa buku yang ditulis warga LDII. “Buku ini cukup bagus. Mungkin kiranya pak Jokowi menyempatkan membacanya,” pinta Ketua DPW LDII DKI Jakarta ini. (id) Sumber : LDII DKI Jakarta Kian Mesra (http://beritaldii.com)