Cari Blog Ini

Kamis, 17 Oktober 2013

LDII Bagikan Hewan Kurban 16 Ribu Ekor Sapi

ilustrasi Ketua Umum Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Abdullah Syam (kanan)
berbincang dengan Wakil Ketua Komisi Pengkajian dan Penelitian Majelis Ulama Indonesia (MUI)
Syafii Mufid (kiri) saat menghadiri silaturahmi syawal di Jakarta, Sabtu (24/8). (ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo)





Jakarta (ANTARA News) -  Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPP LDII) secara serentak di seluruh Indonesia menyembelih sebanyak sekitar 16 ribu ekor sapi dan 22 ribu ekor kambing, guna membantu warga kurang mampu dalam merayakan Hari Idul Adha 1434 Hijriah.

"Keberadaan LDII harus bisa memberikan manfaat kepada masyarakat di seluruh Indonesia. Untuk itu, sebagai rasa syukur kepada Allah, di Hari Raya Idul Adha 1434 H ini, kami berbagi kepada masyarakat melalui mekanisme yang berbeda dengan pembagian kurban pada umumnya," kata Ketua Umum DPPD LDII  KH Prof Abdullah Syam di sela-sela pelepasan secara simbolis 200 ojek motor "Tebar Qurban LDII" di Jakarta, Selasa.

Abdullah Syam mengatakan, pembagian hewan kurban itu di lakukan serentak di seluruh cabang LDII di Indonesia. Pembagian hewan kurban itu berkerjasama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai wadah naungan kerukunan umat Islam.

Menurut dia, pola pembagian daging dilakukan secara "jemput bola"  agar pembagian hewan kurban ini tepat sasaran dan meminimalisir adanya kejadian yang tidak diinginkan akibat berebut pembagian daging kurban. "Pola ini, kami kembangkan untuk meminimalisir adanya kecelakaan pada saat pembagian daging kurban yang sering terjadi," katanya.

Pembagian paket daging kurban secara simbolis dilaksanakan di halaman kantor DPP LDII, Jl. Tentara Pelajar 28, Arteri Patal Senayan, Jakarta Selatan. Sebanyak 200 ojek motor "Tebar Daging Qurban"  yang membawa sekitar 50 paket daging qurban setiap ojek motor dilepas oleh Ketua Umum LDII KH Abdullah Syam bersama Ketua MUI Pusat KH Umar Shihab, Ketua Takmir Masjid Istiqlal KH Adnan Harahap.

Hadir pada kesempatan itu, Ketua Batsul Matsail PBNU KH Arwani Faishol Anwar dan KH Bukhori Muslim dari Lembaga Dakwah Nadlatul Ulama. Disaksikan segenap jajaran pengurus DPD LDII DKI Jakarta, pengurus MUI DKI Jakarta, tokoh-tokoh masyarakat dan alim ulama.

Motor-motor tersebut sesuai rencana menjangkau setiap sudut di lima wilayah DKI Jakarta, seperti perkampungan padat, kumuh dan miskin, di mana di tempat-tempat tersebut banyak terdapat tukang loper koran, tukang sampah, tukang sapu jalan, pemulung, warga miskin dan kaum dhuafa lainnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Tebar Qurban Nasional LDII Ir H Teddy Suratmadji menambahkan bahwa kegiatan tebar kurban dilaksanakan secara masif di setiap jenjang kepengurusan LDII, yaitu mereka menyembelih dan membagikan pada masyarakat sekitar yang membutuhkan.

"Untuk di kantor DPP LDII ini kami mengerahkan setiap Pimpinan Cabang  (setingkat kecamatan) mengirimkan 1 orang pengendara dan 1 buah motor untuk mengangkut masing-masing 50-100 buah paket daging kurban. Mereka adalah perwakilan dari tiap kecamatan, dan mereka sudah punya titik penyebaran daging di lokasi-lokasi tertentu. Pembagian daging kurban juga dilakukan di 330 Majelis Taklim (kelompok pengajian) yang ada di DKI Jakarta," katanya.

Abdullah Syam menambahkan, animo warga LDII untuk berkurban, terus meningkat, yaitu pada tahun 2009 menyembelih 7.909 ekor sapi dan 13.431 ekor kambing, kemudian tahun 2010 sebanyak 12.951 sapi dan 16.098 ekor kambing, selanjunta 2011 tercatat 1400 ekor sapi dan 17.657 ekor kambing.

"Sedangkan pada 2012 tercatat 14.950 ekor sapi dan 18.500 ekor sapi. Dan tahun 2013 ini berdasar data sementara sampai pukul 11.00 siang ini warga LDII berqurban sebanyak 9.352 ekor sapi dan 7.659 ekor kambing," ujarnya.

Abdullah Syam menegaskan, peningkatan jumlah hewan kurban yang dibagikan dari tahun ke tahun merupakan salah satu indikasi pertambahan warga LDII. "Bisa diartikan juga bahwa metoda dakwah yang dikembangkan LDII makin luas dan diterima umat," katanya.(*)

Editor: B Kunto Wibisono

Rabu, 16 Oktober 2013

Rekapitulasi Tebar Qurban LDII Tahun 2013

           Diurut Berdasarkan Jumlah Sapi Terbanyak:
                                                                        SAPI  /  KAMBING

1. DPW LDII Provinsi Jawa Timur                    : 2.835 / 3.494

2. DPW LDII Provinsi Jawa Tengah                  : 1.683 / 1.232

3. DPW LDII Provinsi DKI Jakarta                   : 1.136 / 1.145

4. DPW LDII Provinsi Jawa Barat                     : 1.134 / 1.025

5. DPW LDII Provinsi Lampung                        : 948 / 640

6. DPW LDII Provinsi Kalimantan Timur           : 898 / 188

7. DPW LDII Provinsi Banten                            : 650 / 589

8. DPW LDII Provinsi Sumatera Selatan            : 512 / 223

9. DPW LDII Provinsi DI Yogyakarta                : 368 / 379

10. DPW LDII Provinsi Sulawesi Selatan           : 362 / 37

11. DPW LDII Provinsi Kalimantan Selatan       : 298 / 52

12. DPW LDII Provinsi Riau                              : 274 / 102

13. DPW LDII Provinsi Jambi                            : 238 / 123

14. DPW LDII Provinsi Sulawesi Tengah           : 234 / 60

15. DPW LDII Provinsi Sulawesi Tenggara        : 233 / 74

16. DPW LDII Provinsi Kalimantan Utara          : 203 / 12

17. DPW LDII Provinsi Sumatera Utara             : 193 / 200

18. DPW LDII Provinsi Papua                           : 188 / 53

19. DPW LDII Provinsi Kepulauan Riau            : 144 / 145

20. DPW LDII Provinsi Sumatera Barat             : 140 / 29

21. DPW LDII Provinsi Kalimantan Barat          : 139 / 62

22. DPW LDII Provinsi Bengkulu                      : 115 / 105

23. DPW LDII Provinsi Sulawesi Barat             : 88 / 6

24. DPW LDII Provinsi Bali                              : 83 / 203

25. DPW LDII Provinsi NTB                            : 76 / 172

26. DPW LDII Provinsi Bangka Belitung           : 59 / 19

27. DPW LDII Provinsi Papua Barat                 : 57 / 1

28. DPW LDII Provinsi Aceh                            : 56 / 46

29. DPW LDII Provinsi Sulawesi Utara             : 54 / 25

30. DPW LDII Provinsi Maluku                         : 48 / 9

31. DPW LDII Provinsi Kalimantan Tengah       : 48 / 4

32. DPW LDII Provinsi NTT                             : 43 / 31

33. DPW LDII Provinsi Gorontalo                     : 21 / 2

34. DPW LDII Provinsi Maluku Utara               : 5 / -

                           GRAND TOTAL                   : 13.563 / 10.487





Pers Release saat pelepasan secara simbolis Tebar Qurban Nasional 2013, 15-10-2013 Jam 13:00:

DPW LDII DKI Jakarta Bagikan Daging Qurban
pada Kaum Dhuafa dengan Gunakan 100 Ojek

Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPW LDII) DKI Jakarta pada Selasa (15/13) siang ini kembali membuat acara ”Tebar Daging Qurban”. Sekitar 10 ribu paket daging qurban dibagikan kepada sejumlah warga miskin dan anak-anak yatim di sekitar DKI Jakarta dengan menggunakan 100 buah ojek sepeda motor.

Pembagian paket daging qurban secara simbolis dilaksanakan di halaman kantor DPP LDII, Jl. Tentara Pelajar 28, Arteri Patal Senayan, Jakarta Selatan. Sebanyak 100 ojek motor “tebar daging qurban” yang membawa sekitar 10 ribu paket daging qurban dilepas oleh Ketua Umum LDII Prof.KH.Abdullah Syam bersama pengurus MUI Pusat KH.Umar Shihab, Ketua Takmir Masjid Istiqlal KH.Adnan Harahap. Hadir pula Ketua Batsul Matsail PBNU KH.Arwani Faishol Anwar dan KH.Bukhori Muslim dari Lembaga Dakwah Nadlatul Ulama. Disaksikan segenap jajaran pengurus DPD LDII DKI Jakarta, pengurus MUI DKI Jakarta, tokoh-tokoh masyarakat dan alim ulama.

Motor-motor tersebut sesuai rencana menjangkau setiap sudut wilayah perkampungan padat, kumuh dan miskin, di mana di tempat-tempat tersebut banyak terdapat tukang loper koran, tukang sampah, tukang sapu jalan, pemulung, warga miskin dan kaum dhuafa lainnya.

Dalam sambutannya Prof.KH.Abdullah Syam menegaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan semata-mata untuk mewujudkan rasa kepedulian LDII terhadap sesama, khususnya kaum dhuafa’. “Kegiatan tebar daging qurban ini sudah rutin dilaksanakan sejak LDII berdiri oleh warga LDII di dan membagikannya pada masyarakat di seluruh Indonesia. Karena manfaatnya langsung dirasakan oleh warga yang membutuhkan, maka program ini kami buat sebagai program rutin tahunan. Kegiatan tebar qurban LDII DKI Jaya ini salah satu contoh dari sekian banyak cara model pembagian yang dilakukan LDII dan diliput media massa,” jelas Syam.

Prof.Abdullah Syam mengharapkan rakyat miskin yang tidak punya daya beli terhadap kebutuhan protein terutama daging paling tidak dalam beberapa hari bisa terpenuhi kebutuhannya. Apalagi di tengah gejolak krisis dunia yang secara tidak langsung berimbas terhadap perekonomian nasional di mana harga-harga kebutuhan pokok melonjak.

“Menggiatkan shodaqoh kepada sesama agar Allah membuka pintu rahmat-Nya. Mari kita kembangkan berbagi untuk sesama,” tambah Syam. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW. “Irhamuu man fil ardzi yarhamukum man fissama”, yang artinya, “Kasihilah orang-orang yang ada di bumi, maka Allah akan mengasihi kalian. Ketika manusia makin hedonis, makin bernafsu mengumpulkan harta, maka dengan berqurban hal itu akan direm. Qurban adalah saling berbagi, peduli pada sesama dan wujud cinta kita makhluk pada sang Khalik,” imbuhnya.

Lebih lanjut Ketua Panitia Tebar Qurban Nasional LDII Ir.H.Teddy Suratmadji menambahkan bahwa kegiatan tebar qurban dilaksanakan secara masif di setiap jenjang kepengurusan LDII. Mereka menyembelih dan membagikan pada masyarakat sekitar yang membutuhkan. “Untuk di kantor DPP LDII ini kita mengerahkan setiap Pimpinan Cabang (setingkat kecamatan) mengirimkan 1 orang pengendara dan 1 buah motor untuk mengangkut masing-masing 50-100 buah paket daging qurban. Mereka adalah perwakilan dari tiap kecamatan, dan mereka sudah punya titik penyebaran daging di lokasi-lokasi tertentu. Selain menggunakan motor, tebar daging qurban juga dilaksanakan serentak di sekitar 330 Majelis Ta’lim (kelompok pengajian) yang ada di DKI Jakarta.

“Rata-rata setiap Majelis Ta’lim membagikan 200-an paket daging qurban di sekitar lingkungan masing-masing. Jadi total, warga LDII se-DKI membagikan sekitar 50.000 paket. Pembagiannya ada yang melalui Ojek Tebar Daging Qurban dan selebihnya dibagikan langsung oleh pengurus majelis taklim kami di lingkungannya. Hal ini untuk menghindari adanya kerusuhan akibat berebut mendapatkan daging. Kami tidak ingin hal seperti itu terjadi. Untuk paket yang dibagikan secara nasional, kami tidak pernah menghitungnya,” tegas Teddy.

Menurut KH.Abdullah Syam kita wajib bersyukur bahwa di tengah kenaikan harga hewan ternyata animo warga LDII untuk berqurban justeru meningkat”. “Dari tahun ke tahun harga hewan qurban selalu naik sekitar 15 - 25 %, namun Alhamdulillah, hal tersebut tidak begitu mempengaruhi animo warga kami untuk berqurban. Pada tahun 2009 kita menyembelih 7.909 ekor sapi dan 13.431 ekor kambing. Kalau tahun 2010 sebanyak 12.951 sapi dan 16.098 ekor kambing. Tahun 2011 tercatat 1400 ekor sapi dan 17.657 ekor kambing. Sedangkan pada 2012 tercatat 14.950 ekor sapi dan 18.500 ekor sapi. Dan tahun 2013 ini berdasar data sementara sampai pukul 11.00 siang ini warga LDII berqurban sebanyak 9.352 ekor sapi dan 7.659 ekor kambing,” ujar Syam.

Peningkatan jumlah hewan qurban dari tahun ke tahun merupakan salah satu indikasi. pertambahan warga LDII. “Bisa diartikan juga bahwa metoda dakwah yang dikembangkan LDII makin luas dan diterima umat,” tegas Abdullah Syam.

LDII Tegal Tebar Hewan Kurban 40 Sapi dan 43 Kambing

Suasana Pelaksanaa Penyembelihan Hewan Kurban

Maha Besar Alloh yang dengan segala keagungan-Nya. Segala puji bagi Alloh, Dzat yang membentangkan bumi sebagai tempat manusia berkampung halaman, Dzat yang telah menggelar langit sebagai atap berteduh, Dzat yang telah menciptakan matahari yang dengan sinarnya memberikan energi bagi kehidupan seluruh mahluk di muka bumi, Dzat yang menggenggam seluruh tatanan kehidupan di jagat raya maupun di akhirat nanti.

Alhamdulillah, dalam rangka menghidupkan sunnah Rosululloh SAW, LDII Kabubaten Tegal pada tahun 1434 Hijriah ini telah melaksanakan sholat Idul Adha di 14 tempat. Usai sholat Ied Adha, langsung dilaksanakan penyembelihan hewan kurban sebanyak 40 ekor sapi dan 43 ekor kambing. Pelaksanaan penyembelihan hewan kurban tersebar di 14 Pimpinan Cabang LDII seKabupaten Tegal. Selajutnya, daging hewan kurban dibagikan kepada masyarakat di lingkungan sekitar masjid pengajian/tempat pengajian.
Suasana Pembagian Daging Kurban Kepada Masyarakat

Pada penyampaian sambutan Idul Adha, ketua DPD LDII Kabupaten Tegal, Drs. H. Walidi W. Martama, MM mengajak umat Islam kembali mengingat segala perjuangan dan pengorbanan para utusan Alloh SWT dalam mempertahankan dan memperjuangkan agama. Ribuan tahun yang lalu, di tanah kering kerontang dan tandus, di kegersangan kawasan yang pengap, di atas bukit-bukit bebatuan cadas yang ganas, sebuah ajaran dari sang kholiq untuk ummat manusia dipancangkan melalui Nabi Ibrahim Alaihi Salam, Nabi yang sering disebut sebagai bapaknya Islam telah memancangkan sebuah cita-cita yang kelak terbukti melahirkan peradaban besar, kesejahteraan  lahir dan batin yang aman, tenteram, dan sentosa dan secara materi subur dan makmur. Itulah Makkatul Mukarromah :

Semangat pengorbanan juga telah dicontohkan oleh Nabiyullah Ibrahim AS. Semangat rela berkorban dalam menegakkan kebenaran. Pada masa mudanya beliau rela dibakar hidup-hidup, setelah menghancurkan patung berhala Raja Namrud. Namun Allah menyelamatkan Ibrahim Alaihi Salam. Bahkan ujian Allah terhadap Nabi kinasih tidak cukup sampai di situ. Sekian lama Ibrohim Alaihi Salam merindukan buah hati hingga berusia tua, begitu lahir putra pertama beliau, Ismail, bukan kepalang senang hati beliau. Namun Allah SWT. memerintahkan untuk mengantarkan si buah hatinya ke sebuah lembah yang bernama Makkah, hanya berdua dengan Siti Hajar, ibunda Ismail. Mereka ditinggalkan begitu saja dalam kurun waktu yang sangat lama di sebuah lembah yang tak ada seorangpun dan tidak ada sesuatu apapun di sana.

Setelah sang anak beranjak remaja, masa masa kebanggaan seorang ayah terhadap seorang putra, bahkan baru saja sedang kangen-kangennya karena lama tidak bertemu, kemudian Allah memerintahkan untuk menyembelih buah hati tercintanya Ismail.

Tanpa rasa ragu dan cemas, setelah musyawarah dengan sang anak, pisau yang telah diasah dan ditajamkan, disiapkan. Ismail yang sudah berbaring di atas pusara, dan dengan sangat berhati-hati pisau tersebut secepat kilat diayunkan. Penyembelihan benar-benar terjadi, darah segar dan hangat memancar membasahi tangan Ibrahim. Sampai di sini, sesungguhnya Ibrahim masih sangat yakin telah menyembelih Ismail, darah dagingnya, meski pada kenyataanya Alloh telah menggantinya dengan seekor domba.

Ibrahim adalah suri tauladan abadi umat manusia. Ketundukannya kepada sistem kepercayaan, nilai-nilai dan tata aturan Illahiah selalu menjadi contoh yang hidup sepanjang masa. Tidak pernah terbetik rasa keraguan sedikit pun, apa lagi menyimpang terhadap perintah Allah, menerima perintah itu dengan seketika dan dengan penuh ketulusan.

Selanjutnya, Walidi juga mengajak kepada umat Islam untuk meneladani kepatuhan dan keteguhan iman Nabi Ibrohim AS. Ia juga mengajak umat agar dapat melestarikan ibadah kurban ini dan menjadikannya sebagai salah satu amalan andalan. Dalam Hadits Riwayat Bukhori disebutkan :

مَا عَمِلَ آدَمِيٌّ مِنْ عَمَلٍ يَوْمَ النَّحْرِ أَحَبَّ إِلَى اللهِ مِنْ إِهْرَاقِ الدَّمِ، إِنَّهَا لَتَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِقُرُونِهَا ، وَأَشْعَارِهَا ، وَأَظْلاَفِهَا . وَأَنَّ الدَّمَ لَيَقَعُ مِنَ اللهِ بِمَكَانٍ قَبْلَ أَنْ يَقَعَ مِنَ الأَرْضِ ، فَطِيبُوا بِهَا نَفْسًا .

“Tidak ada suatu amalan pun yang dilakukan oleh manusia pada Hari Raya Qurban, lebih dicintai Allah selain dari menyembelih hewan qurban. Sesungguhnya hewan qurban itu kelak di hari Kiamat akan datang beserta tanduk-tanduknya, bulu-bulunya dan kuku-kukunya, dan sesungguh-nya sebelum darah qurban itu menyentuh tanah, ia (pahalanya) telah diterima di sisi Allah, maka beruntunglah kalian semua dengan pahala qurban itu.” (HR. Tirmidzi, no: 1413)

Sebaliknya, dalam HR. Ahmad dan Ibnu Majah, Rosululloh lebih tegas lagi mengatakan, “Barangsiapa mempunyai kelapangan rizqi pada hari tersebut, tetapi enggan berkurban maka Rasulullah mengancamnya supaya jangan mendekati Masjid Rasulullah”.

Jumat, 11 Oktober 2013

Menyembelih Hewan Kurban Sesuai Syariat



Sahabat baro’ meriwayatkan hadits tentang bagaimana rasulullah menyembelih hewan qurban dan menjelaskan bahwa abu burdah hanya bisa menyembelih qurban seekor kambing yang umurnya sangat muda, sebagai mana hadits berikut :

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، حَدَّثَنَا غُنْدَرٌ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ زُبَيْدٍ الإِيَامِيِّ، عَنِ الشَّعْبِيِّ، عَنِ البَرَاءِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّ أَوَّلَ مَا نَبْدَأُ بِهِ فِي يَوْمِنَا هَذَا أَنْ نُصَلِّيَ، ثُمَّ نَرْجِعَ فَنَنْحَرَ، مَنْ فَعَلَهُ فَقَدْ أَصَابَ سُنَّتَنَا، وَمَنْ ذَبَحَ قَبْلُ، فَإِنَّمَا هُوَ لَحْمٌ قَدَّمَهُ لِأَهْلِهِ، لَيْسَ مِنَ النُّسُكِ فِي شَيْءٍ» فَقَامَ أَبُو بُرْدَةَ بْنُ نِيَارٍ، وَقَدْ ذَبَحَ، فَقَالَ: إِنَّ عِنْدِي جَذَعَةً، فَقَالَ: «اذْبَحْهَا وَلَنْ تَجْزِيَ عَنْ أَحَدٍ بَعْدَكَ» قَالَ مُطَرِّفٌ: عَنْ عَامِرٍ، عَنِ البَرَاءِ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ ذَبَحَ بَعْدَ الصَّلاَةِ تَمَّ نُسُكُهُ، وَأَصَابَ سُنَّةَ المُسْلِمِينَ» * رواه البخاري

Artinya : Nabi bersabda “ sesungguhnya awalnya sesuatu yang aku kerjakan di hari raya adha adalah shalat, kemudian pulang dan menyembelih qurban, barang siapa yang mengerjakan pada demikian itu berarti mencocoki sunahku, dan barang siapa yang menyembelih sebelum shalat itu adalah daging yang di dahulukan untuk keluarganya bukan dari menyembelih qurban, abu burdah berdiri dan dia termasuk orang yang telah menyembelih sebelum shalat, lantas dia berkata “ aku hanya mempunyai kambing yang masih muda ( sekitar umur 5 bulan ) “ nabi berkata “ sembelihlah dan setelah ini tidak mencukupi bagi seseorang setelahmu.

Praktek menyembelih hewan qurban

Praktek menyembelih hewan qurban pada zaman rasulullah adalah setelah melaksanakan shalat idul adha, bukan sebelumnya, kalau praktek menyembelih qurban sebelum shalat maka sembelihannya bukan qurban. Rasulullah menjelaskan dalam riwayat anas bin malik :

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ النَّحْرِ: «مَنْ كَانَ ذَبَحَ قَبْلَ الصَّلاَةِ فَلْيُعِدْ» * رواه البخاري

Artinya : Nabi bersabda pada hari menyembelih qurban “ barang siapa yang menyembelih sebelum shalat maka supaya mengulangi.

Rasulullah ketika menyembelih hewan qurban memilih kambing gibas yang gemuk, dan kambing yang benar-benar sesuai syariat, berikut ini adalah dalil yang menggambarkan prosesi penyembelihan qurban rasulullah :

عَنْ أَنَسٍ، قَالَ: «ضَحَّى النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِكَبْشَيْنِ أَمْلَحَيْنِ أَقْرَنَيْنِ، ذَبَحَهُمَا بِيَدِهِ، وَسَمَّى وَكَبَّرَ، وَوَضَعَ رِجْلَهُ عَلَى صِفَاحِهِمَا» * رواه البخاري

Artinya : Anas berkata “ rasulullah menyembelih dua kambing gibas yang gemuk dan bertanduk, nabi menyembelih dengan tangannya ( menyembelih qurbannya sendiri ) sambil membaca bismillah dan takbir dan meletakan kakinya di lambungnya hewan qurban.