Cari Blog Ini

Sabtu, 16 November 2013

Peringati Hari Pahlawan LDII Tegal Adakan Jalan Santai dan Senam Sehat Keluarga


Asisten II Bupati Tegal, Ir. Toto Subandriyo, MM memberangkatkan peserta jalan santai 

Bertepatan dengan hari Pahlawan, Minggu tanggal 10 November 2013 sejak pukul 06.00 WIB Taman Rakyat Slawi Ayu telah dipenuhi warga masyarakat dari anak-anak hingga orang tua. Mereka begitu antusias mengikuti Jalan Santai dan Senam Sehat Keluarga yang diselenggarakan DPD LDII Kabupaten Tegal dalam rangka memperingati hari Pahlawan tanggal 10 November.  
Asisten II Bupati Tegal, Ir. Toto Subandriyo, MM memberikan sambutan

Sebelum pemberangkatan, terlebih dahulu diawali dengan apel peserta. Dalam sambutan singkatnya, Ketua DPD LDII Kab. Tegal, Drs. H.Walidi W. Martama, MM. mengajak masyarakat yang hadir untuk menyayangi tubuh kita yang hanya satu-satunya ini, dengan menjaga kondisi,  keseimbangan, dan kesehatan, salah satunya dengan olah raga yang teratur. Karena apabila organ tubuh kita ada yang rusak, apalagi tidak berfungsi, maka tidak ada satu pun toko maupun supermarket di dunia ini yang menyediakan sparepart-nya. Kalau toh ada, sudah pasti bukan orisinil alias palsu.
Add caption

Lebih lanjut Walidi menekankan pentingnya kesehatan dengan menyitir pepatah Health is everything”, kesehatan adalah segala-galanya. Semua orang pasti menginginkan hidup sehat. Apabila seseorang sehat, maka hidupnya akan lebih bermakna, produktif, dapat melakukan aktivitas yang bermanfaat bagi siapa saja. Sebaliknya, apabila seseorang terganggu kesehatannya, ia tidak dapat menikmati hidup dengan nyaman, kurang atau tidak produktif, bahkan bisa saja menjadi beban keluarga atau orang lain.
Ketua DPD LDII Kab. Tegal, Drs.H.Walidi W. Martama, MM. menyampaikan sambutan

Sementara itu, Asisten II Bupati Tegal, Ir. Toto Subandriyo, MM. dalam sambutannya menyampaikan dukungan Pemerintah Daerah Kabupaten Tegal pada kegiatan yang digelar LDII dengan memberikan kesempatan kepada masyarakat luas untuk menerapkan pola hidup sehat lewat olah raga. Diharapkan melalui kegiatan ini akan terjalin kebersamaan, bersilaturohim, terwujud kesadaran menjaga kesehatan secara alami, serta mengenang jasa para pahlawan, para pendiri bangsa atau founding fathers yang telah berjuang demi negara, bangsa, dan tanah air Indonesia.
Kemeriahan senam sehat setelah jalan santai menempuh jarak  + 5 km.

Tepat pukul 07.00 WIB Jalan Santai yang diikuti lebih dari 2000 orang dengan mengusung tema Keluarga Sehat dan Harmonis sebagai Bekal untuk Membina Generasi Penerus yang Profesional dan Religius diberangkatkan oleh Asisten II, Ir. Toto Subandriyo, MM yang mewakili Pj Bupati Tegal. Jarak yang ditempuh kurang lebih 5 km dengan rute dari TRASA ke arah Utara menyusuri jalan protokol, belok kiri di perempatan Koramil Slawi, ke arah Barat hingga pertigaan Alfamart, belok kiri menyusuri Jalan Prof Moh Yamin hingga pertigaan patung Srikandi ke arah Timur sampai ruko belok ke kiri menuju TRASA kembali. Sampai di TRASA dilanjutkan Senam Sehat yang dipandu ketua panitia Suwandi, S.Pd. dilanjutkan pembagian hadiah dari beberapa sponsor seperti kulkas, sepeda, TV 17 inch, kompor gas, kipas angin, magic com, dispenser, tabungan dari BMT Amanah Barokah, dan puluhan hadiah hiburan lainnya. Peserta yang beruntung mendapatkan hadiah utama berupa kulkas adalah Ahyar warga kelurahan Dampyak, kecamatan Kramat. Kegiatan yang melibatkan warga LDII serta masyarakat Slawi dan sekitarnya tersebut didukung beberapa sponsor yaitu Nutrisi Herbal Hayati BIOBA, PT Indosat, Teh Poci, BMT Amanah Barokah Slawi, RSU Adella Slawi, Lulu Collection Blubuk, Mustika Ratu, Toko Elektronik Metro Mas Slawi, Percetakan Kurniawan Slawi, serta beberapa donatur. Seluruh rangkaian acara berakhir pukul 10.45 WIB.

Senin, 11 November 2013

Kemenag Ajak Aliran Islam Menyikapi Dengan Arif Perbedaan


Perbedaan bukan halangan untuk meraih keharmonisan dalam hubungan beragama, justru perbedaan ini bisa menjadi kekuatan positif dalam membangun ekonomi umat.
''Perbedaan itu adalah mozaik, yaitu potongan warna-warni yang bila dirajut akan membuat hidup kita lebih berwarna,'' kata Prof Machasin, kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama saat membuka acara dialog pengembangan wawasan multikultural antara pimpinan pusat dan daerah intern agama Islam di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Selasa (16/10).
Menurut Muchsin, apabila visi antara pemimpin ormas islam dapat disatukan maka ini akan menjadi pondasi penting pemeliharaan umat beragama. Munculnya berbagai ormas islam memberikan warna tersendiri. Dengan sentuhan seni, warna tersebut dapat dikombinasikan sehingga dapat salingmenutupi kelemahan dan melengkapi kekuatan.
“Artinya, ormas islam yang bermacam-macam itu akan menjadi sebuah kekuatan yang dahsyat. Kekuatan itu dapat digunakan untuk melakukan kerja-kerja sosial dan keagamaan yang lebih besar dibandingkan sebelumnya,” ungkap Muchsin.
Lebih lanjut, Prof DR Singgih Tri Sulistyo, Guru Besar Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Undip mengungkapkan dakwah “internal” di kalangan umat islam hingga kini masih menghadapi persoalan konflik dan kekerasan secara internalpula.
“Pemimpin dan tokoh muslim sepanjang sejarah umat islam berusaha mewujudkan persatuan umat islam sebagai ummatan wahidah. Realitasnya, sepanjang sejarah itu pula, perseteruan, konflik, dan kekerasan berlanjut,” ujar Singgih yang juga merupakan Ketua DPW LDII Jawa Tengah.
Dalam hal ini, sesuai dengan apa yang diupayakan oleh Kemenag, diperlukan perspektif multikulturalisme untuk memahami keberagaman dalam islam. “Multikulturalisme sering dimaknai sebagai paham yang menekankan penerimaan terhadap realitas keberagaman, dan berbagai macam budaya. Keberagaman itu menyangkut nilai-nilai, sistem, budaya, kebiasaan dan politikyang mereka anut,” kata Singgih.
Sudah sepantasnya pemimpin dan tokoh islam memahami bahwa perbedaan itu adalah rahmat. Umat islam yang telah berusia sekitar 14 abad, semestinya cukup memberi pelajaran terbaik dalam memecahkan persoalan firqah. Dalam konteks itulah perlu transformasi pemahaman firkah al-islam dari segi filsafat, agama dan kemasyarakatan supaya mendapatkan pemahaman baru dan solusi terkait kondisi firkah yang membawa konflik dan kekerasan, melaluiforum dialog dan komunikasi.
Kegiatan dialog dan komunikasi yang dihelat di Kalsel ini dihadiri sejumlah perwakilan ormas islam. Diantaranya Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, Majelis Ulama Indonesia, Persis, Al-Irsyad, Dewan Masjid Indonesia, Al Wasliyah, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia dan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). (Frediansyah Firdaus)

Kamis, 31 Oktober 2013

Puasa as Syura


Puasa pada bulan as Syura atau Muharram merupakan salah satu ibadah puasa sunah yang dianjurkan oleh Rosululloh SAW yang mempunyai manfaat dan keutamaan dari Alloh. Puasa as Syura yang dilaksanakan setiap tanggal 9 dan atau 10 setiap bulan as Syura (Muharram) bertujuan untuk meningkatkan amal ibadah dan taqorrub kepada Alloh. Selain itu juga untuk mendapatkan pahala dan derajat di sisi Alloh serta pengampunan, maghfiroh dari Alloh sebagaimana telah dijelaskan dalam dalil-dalil di bawah ini:

عَنِ أَبِيْ قَتَادَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ صِيَامُ يَوْمِ عَشُوْرَاءَ إِنِّي أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةِ الَّتِيْ قَبْلَهُ. رواه الترمذى في كتاب الصيام

Dari Abi Qotadah sesungguhnya Nabi SAW bersabda: Puasa hari  Syura’, saya mengharap bahwa Alloh mengampuni dosa satu tahun sebelum puasa” (HR Tirmidzi).

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ أَمَرَ رَسُلُ اللهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِصَوْمِ عَاشُرَاءَ يَوْمَ الْعَاشِرِ. رواه الترمذى في كتاب الصيام

Dari Ibni Abbas dia berkata: Rosululloh SAW memerintahkan puasa as Syura’ pada hari tanggal sepuluh”. (HR Tirmidzi).

عَنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ قَالَ رَسُلُ اللهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَئِنْ بَقِيْتُ إِلَى قَابِلٍ لَأَصُوْمَنَّ التَّاسِعَ. وَفِي رِوَايَةٍ أَبِى بَكْرٍ قَالَ يَعْنِي يَوْمَ عَاشُورَاءَ. رواه مسلم في كتاب الصيام

“Dari Abdillah ibni Abbas r.a, dia berkata: Rosululloh SAW bersabda: Seandainya saya masih tetap hidup sampai dengan tahun depan, maka saya akan berpuasa pada tanggal 9 as Syura.  Dan di dalam riwayat Abi Bakar dia berkata: yaitu hari as Syura” (HR Muslim).

وَرُوِيَ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّهُ قَالَ صُوْ مُوْا التَّاسِعَ وَالْعَاشِرَ وَخَالِفُوْا الْيَهُودَ. رواه الترمذى في كتاب الصيام


“Diriwayatkan dari Ibni Abbas, dia berkata: berpuasalah pada tanggal 9 dan 10 Muharram dan selisihilah orang Yahudi”. (HR Tirmidzi)

Selasa, 29 Oktober 2013

Cita-cita Sumpah Pemuda dalam Sako Sekawan Persada Nusantara

Cita-cita Sumpah Pemuda dalam Sako Sekawan Persada Nusantara
Satu bangsa, satu bahasa, dan tekad satu tanah air adalah bentuk nasionalisme ala para pemuda perantauan di Jakarta pada 28 Oktober 1928. Sumpah mereka bergema hingga kini di tengah ancaman globalisasi yang mampu meruntuhkan nasionalisme. LDII ingin membangkitkan kembali nasionalisme dengan Pramuka.
Pramuka adalah cerita mengenai gembira. Inilah yang membuat para remaja hingga dewasa gemar berpramuka. Dalam Pramuka diajarkan kesetiakawanan, kemandirian, kebersamaan, gotong royong, mencari solusi, dan tentu saja moralitas. Itulah mengapa Pramuka terbilang efektif dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa.
“Inilah yang melatari LDII membentuk gerakan kepanduan untuk menaungi berbagai Gugus Depan (Gudep) Pramuka di lingkungan warga LDII. Apalagi pemerintah telah membuat UU Tentang Gerakan Pramuka No 12 Tahun 2010 yang memungkinkan  pembangunan karakter bangsa melalui gerakan kepanduan. Ini sejalan dengan tujuan Sako Sekawan Persada Nusantara,” ujar Ketua Departemen Pemuda, Kepanduan, Olahraga, dan Seni Budaya DPP LDII Adityo Handoko.
Maka sejak 2010, LDII menggagas gerakan kepanduan. Dan dalam setahun terakhir digagaslah Satuan Komunitas Sekawan Persada Nusantara (SPN). Cita-cita SPN mampu masuk dalam daftar Satuan Komunitas Nasional (Sakonas). Untuk itu SPN harus memiliki minimal lima Satuan Komunitas Daerah (Sakoda) dan di setiap Sakoda minimal memiliki Sakocab, yang terdiri dari lima Gugus Depan (Gudep). Sako SPN rencananya akan membentuk Gudep di lingkungan masjid di lingkungan LDII.
pramuka
Menurut Adityo Handoko, Sako SPN telah memiliki sekitar 100 Gudep di Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan DI Yogyakarta. Lantas apa fungsi Pramuka di lingkungan LDII? “Pramuka adalah wahana dakwah membangun moral dan karakter bangsa,” ujar Adityo Handoko. Adityo memisalkan program pembinaan generasi penerus LDII, Penggerak Pembina Generus (PPG) kerap dijalankan melalui Sako SPN.
Pramuka berperan sebagai experential learning atau pembelajaran melalui pengalaman untuk penjiwaan kurikulum berdasarkan Alquran dan Alhadits, yang dibuat oleh PPG dengan tujuan Tri Sukses Generus, yaitu ‘Alim, Faqih, Akhlaqul Karimah dan Mandiri. “Sako Nuansa Persada menjadi wahana untuk mengemas pembelajaran pemahaman quran dan hadits, menjadiexperiential learning,” kata Adityo Handoko.
Menurut Ketua Tim Persiapan Pembentukan Sako SPN Herlan Maulana, Pramuka mampu menyemaikan semangat nasionalisme, sebagaimana semangat Sumpah Pemuda. Setia anggota Pramuka karakternya dibentuk melalui Dharma Pramuka. “Dalam Dharma Pramuka, generasi penerus bangsa dididik untuk bertakwa kepada Tuhan dalam mencintai alam dan mengasihi sesama manusia. Menjadi pribadi yang patuh dalam kesopanan, bersifat kesatria namun tidak egois karena suka bermusyawarah,” ujar Herlan Maulana.
sako-sekawan
Harapannya kelak, setiap anggota warga LDII yang menjadi anggota Pramuka tidak menjadi pemimpin yang tirani dan mengedepankan hawa nafsu, serta tidak peka terhadap lingkungan sekelilingnya. Dengan Pramuka akan lahir pemuda LDII yang selalu menjadi pemimpin yang bertanggung jawab, dapat dipercaya karena suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan.
Dengan Pramuka, generasi penerus akan menjalani kehidupannya secara hemat, cermat dan bersahaja, jauh dari kemewahan yang tak berarti. Sebagai rakyat, generasi muda LDII dalam kepanduan, selalu terampil dan selalu gembira dan tabah dalam menjalankan kepatuhannya. Setia dan disiplin pada peraturan serta berani dalam setiap perjuangan. Penuh ketabahan dalam menerima segala kondisi.
Herlan menambahkan, untuk pembentukan karakter itu diperlukan suatu kegiatan yang dilaksanakan di luar ruangan, karena sejak zaman pendiri boy scouts, Lord Robert Baden Powell selalu melakukan kegiatan kepanduan di luar ruangan, seperti kemah, baris berbaris dan upacara. “Di situlah karakter terbentuk,” ujar Herlan.
Menurut Edwin, Pramuka adalah pembentuk karakter bangsa agar Indonesia tak kehilangan segalanya sebagai sebuah bangsa. “If wealth is lost, nothing is lost, If health is lost, something is lost, but if character is lost, everything is lost,” ujar Edwin Sumiroza.