Cari Blog Ini
Minggu, 15 Mei 2016
LDII Tegal Adakan Bersih-bersih di Komplek Perkantoran Pemda Kabupaten Tegal
Dalam menyambut rangkaian Peringatan Hari Jadi Kabupaten Tegal yang bertepatan tanggal 18 Mei nanti, LDII Kabupaten Tegal adakan amal sholeh kerja bakti yang dilaksanakan Minngu pagi tadi. Sekitar 300 warga LDII dengan dipandu Kepala Rumah Tangga Pemkab Tegal dengan semangat dan antusias melakukan bersih-bersih lingkungan Komplek Perkantoran Pemkab Tegal.
Senin, 31 Agustus 2015
LDII Kabupaten Tegal Sosialisasikan Hasil Ijtima' V Komisi Fatwa MUI: MUI Ajak Warga LDII Menjaga Diri dan Keluarganya
| Ketu MUI Kab Tegal K.H. Chumaidi ZA, SH, MH memberikan tausiah dan sosialisasi Hasil Ijtima' Fatwa MUI |
Ketua Majelis Ulama
Indonesia (MUI) Kabupaten Tegal, KH. Chumaedi ZA, SH, MH mengajak warga LDII menjaga
diri dan ahlinya dari api neraka, sebagai menetapi perintah Alloh dalam Al
Qur’an Surat Attahrim ayat 6 yang artinya : “Wahai orang-orang yang beriman
jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya manusia dan
batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak
mendurhakai Alloh terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu
mengerjakan apa yang diperintahkan”. Hal tersebut disampaikan Ketua MUI pada acara
Pengajian Umum dan Sosialisasi Hasil Ijtima’ Ulama Komisi Fatwa MUI yang
diselenggarakan di Masjid Al Huda, Kelurahan Dampyak, Kec. Kramat, Minggu
tanggal 30 Agustus 2015. Pada kesempatan tersebut hadir pula sekretaris MUI
Kab. Tegal, Drs. H. Nurotib, M.Pd berserta pengurus MUI lainnya.
Lebih lanjut KH.
Chumaedi mengajak umat Islam untuk mendidik anak-anaknya tentang sopan santun,
tata krama, seperti makan tidak dengan berdiri atau sambil berjalan. Terkadang
kita terjebak dengan kebiasaan orang-orang Barat yang mengadakan standing
party, makan sambil berdiri. Anak-anak supaya dididik cara bersuci dari
hadas besar maupun kecil, sholat dan cara berwudlunya, membiasakan anak-anak
untuk tertib beribadah, mengajari anak-anak tentang ilmu fiqih, masalah
perdagangan, cara-cara nikah dan hukum perkawinan. Juga kewajiban istri
terhadap suami dan sebaliknya. Suami istri harus saling menjaga rahasianya
masing-masing. Sebuah keluarga harus bisa saling menasihati, bisa saling mengingatkan,
terutama mengingatkan akan kewajiban ibadah kepada Alloh.
Terkait dengan hasil
Ijtima’ Ulama, KH. Chumaedi menjelaskan bahwa MUI merupakan tenda besar di mana
umat Islam di Indonesia yang majemuk dapat bernaung dan melaksanakan ibadah
dengan penuh ketenangan dan kedamaian. Di dalam tenda tersebut ada Nahdatul
Ulama (NU), Muhammadiyah, LDII, Al Irsyad, dan ormas Islam lainnya.
| Warga LDII antusias mengikuti acara dengan tertib dan rapi |
| Peserta Wanita Memadati Area Parkir dan Halaman Masjid |
Sebelum tausyiah
dari ketua MUI, terlebih dahulu dibacakan ayat-ayat suci Al Qur’an oleh Ustad
Kholidin, SP dari Pangkah, dilanjutkan pengkajian Hadits Sunan Nasai juz 1 oleh
Ustad Abdul Muin dari Kedungbanteng yang membahas tentang hukum-hukum orang
yang haid.
Sementara ketua DPD
LDII Kabupaten Tegal, Drs. H. Walidi, MM dalam sambutannya menjelaskan bahwa mengaji Qur’an
dan Hadist merupakan program pertama dan paling utama dalam LDII
(Lembaga Dakwah Islam Indonesia). Hal ini sesuai dengan Sabda Rosulullohi SAW
yang artinya “mencari ilmu itu wajib bagi setiap muslim. Carilah ilmu dari
ayunan hingga liang lahat. Carilah ilmu walau ke negeri Cina. Carilah ilmu
walaupun di antara kalian dengan ilmu ada lautan api”
Mengaji Quran dan Hadist
dilaksanakan secara rutin 2 – 3 kali dalam seminggu di setiap kelompok pengajian
LDII. Biasanya setiap desa / kelurahan terdapat satu kelompok pengajian di
bawah koordinasi Pengurus Anak Cabang (PAC) LDII.
Pengajian yang dikelola LDII
meliputi pengajian umum yang pesertanya semua usia, pengajian cabe rawit
(anak-anak), pengajian pra remaja (usia
SMP) dan remaja (SMA ke atas), pengajian ibu-ibu atau keputrian, serta
pengajian manula bagi warga yang telah memasuki usia 60 tahun ke atas.
Dengan tertib mengaji, jamaah sejak
usia dini hingga manula diajak untuk berfikir cerdas, memahami hukum-hukum
Islam dari sumber aslinya.
Apabila tradisi mengaji dan keilmuan
ini telah mebudaya di kalangan umat Islam, insya’ Alloh akan tewujud
insan-insan muslim kamil. Insan kamil atau manusia
sempurna yang telah mencapai derajat paling tinggi dari kemanusiaan dan
kesempurnaan dirinya dari seluruh makhluk. Di kalangan LDII dikenal dengan
generasi yang Religius dan Profesional. Hal ini
tentunya akan menjadi kontribusi yang sangat besar bagi bangsa dan negara serta
berdampak positif bagi pembangun peradaban manusia. Dan kita yakini, sumberdaya
manusia yang berkualitas akan menjadi pilar utama dalam membangun di segala
bidang.
Pengajian yang
dihadiri ribuan jamaan tersebut berakhir pukul 11.30 dengan doa yang dipimpin
oleh Ketua Dewan Penasihat DPD LDII Kab. Tegal, Suhinarso, SH. MM.
![]() |
| Ketu MUI Kab. Tegal KH. Chumaedi ZA, SH, MH bersama Sekretaris MUI Berfoto Bersama dengan Jajaran Pengurus DPD LII Kab. Tegal |
Selasa, 02 Juni 2015
DPW JATENG LANTIK PENGURUS LDII KAB. TEGAL
| Ketua DPW LDII Prov. Jateng, Prof. Dr. Singgih Sulistiyono, M. Hum melantik Pengurus DPD Kab Tegal |
Ketua Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi
Jawa Tengah, Prof. Dr. Singgih Tri Sulistiyono, M.Hum melantik Pengurus DPD
LDII Kabupaten Tegal Periode 2015 – 2020 pada hari Minggu 24 Mei 2015.
Pelantikan tersebut dilaksanakan di
halaman masjid Al Huda Desa Bogares Kidul, Kec. Pangkah, bersamaan dengan
kegiatan Festival Anak Sholih, Bazar Remaja, penyerahan SK dan Piagam Taman
Pendidikan Al Qur’an (TPQ) di bawah binaan LDII, serta pemberian santunan
kepada 20 anak yatim di sekitar masjid. Serangkaian kegiatan tersebut digelar
dalam rangka turut memeriahkan hari jadi ke 414 Kabupaten Tegal.
Secara
lengkap Pengurus DPD LDII Kabupaten Tegal Periode 2015-2020 yang dilantik sebagai berikut : Dewan
Penasihat Ketua
Suhinarso, SH, MM, Sekretaris HM. Nasrulloh Tri
Rahardi, Anggota H. Abdul
Aziz, ST. Pengurus
Harian Ketua Drs.
H. Walidi W. Martama, MM, Wakil Ketua Kasdi Mulyono, SST dan Drs. Parwoko Hadi
Suparno, Sekretaris Abdul Rozak, S.Pd., S.Kom, Wakil
Sekretaris Muktar Umri, S.Pd. Bendahara Wijiyanto,SE.Akt. Wakil Bendahara Drs. Suwono HP. Bagian Organisasi, Keanggotaan, dan
Kaderisasi : Kholidin, SP. dan H.
Setiyardi, ST. Bagian Pendidikan Agama dan Dakwah : Ust. Abdul Muin dan Ust.Suyatno. Bagian Pendidikan Umum dan Pelatihan Drs. H. Eddi Sutikto dan Tukiman,
S.Pd. Bagian Pengabdian Masyarakat : Sugiarto, S.AP dan Agus Harnanto, BA.Bagian Pemuda,
Kepanduan, Olahraga, dan Seni Budaya : Lungguh Tumoto, S.Pd dan Suwandi,
S.Pd. Bagian Hubungan Antar Lembaga dan
Hubungan Luar Negeri : H. Rimono,
S. Kep. dan H. Lesto Wibowo, S.Pd. Bagian
Komunikasi, Informasi dan Media : Tri
Ardiyanto Agung Yuwono,S.Pd., MM dan Teguh Riyanto, S.IP.,
MT. Bagian
Litbang, Iptek, Sumberdaya Alam dan
Lingkungan Hidup : Ir.
Mustaqim, M.Eng dan Tukimin,
SP.Bagian Ekonomi dan
Pemberdayaan Masyarakat : Azis
Sujatmiko, A.Md.Kes dan Untung
Purbowaseso, S.Kep.Ns. Bagian Hukum dan
Hak Azasi Manusia : H.
Mukhidin, SH, MH. dan Herdandono, SH, MM. Bagian
Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan
Keluarga : Ir. Tri Jatiningsih,
MM. dan Hj. Ria
Sari Dewi, A.Md.
Dalam
sambutannya, Prof Singgih mengingatkan kepada pengurus yang baru untuk dapat
menyusun program yang sekiranya dapat menjawab tantangan lima tahun ke depan
yang dirasa cukup berat. Tantangan yang saat ini dan ke depan yang kita hadapi
di antaranya : pertama, adanya dampak kemajuan teknologi informasi
bagi generasi muda, yakni merebaknya pornografi. Kadang orang tua tidak
mengetahui apa yang dilihat anak-anaknya saat berada di dalam kamar dengan
hp-nya. Di satu sisi, kemajuan teknologi sangat membantu dalam berkomunikasi.
Dulu saat kita masih kecil, kalau akan berkomunikasi dengan orang tua melalui
surat, satu minggu baru datang, kemudian berfikir satu minggu lalu mengirim
balasan membutuhkan waktu satu minggu. Total butuh tiga minggu untuk
berkomunikasi. Namun sekarang, setiap saat dapat beromunikasi dengan siapa
saja; kedua, adanya pengaruh faham radikalisme yang
akhir-akhir ini telah merasuk di kalangan generasi muda. Kedua hal ini harus
diantisipasi dengan berbagai kegiatan sehingga generasi muda LDII memiliki kefahaman gama dan rasa nasionalisme
yang kuat. Harus difahamkan kepada seluruh warga LDII khususnya generasi muda
bahwa NKRI adalah HARGA MATI. Pancasila sebagai Dasar negara Republik
Indonesia.
Lebih
lanjut Prof Singgih yang merupakan guru besar Sejarah dan Budaya Universitas
Diponegoro Semarang, mengajak warga LDII
untuk menjadi teladan di tengah-tengah masyarakat yang majemuk, membawa misi
rohmatan lil alamin. Di mana ada warga LDII, masyarakat harus merasa nyaman,
tenang, dan adem ayem.
Pada
kesempatan sebelumnya, ketua Panitia, Drs. Parwoko HS melaporkan bahwa kegiatan
yang dilombakan diantaranya : mewarnai, permainan, adzan, tilawatil Qur’an,
tartil Qur’an, hafalan asmaul husna dan doa-doa harian, cerdas cermat, dan ceramah
agama (dai). Adapun tujuan Festival Anak
Sholih selain untuk mencari bibit-bibit anak yang berbakat, juga sebagai evaluasi kegiatan rutin yang diselenggarakan
di PAC. Sedangkan Bazar Remaja yang menampilkan aneka jajanan dan minuman
tradisional, serta kerajinan tangan bertujuan memberikan latihan kemandirian
serta menumbuhkan jiwa enterpreneur bagi
remaja. Jumlah peserta lomba sekitar 400 anak, sedangkan bazar diikuti 40 stand
dari PAC LDII maupun dari sponsor dan wirausaha.
| Pemberian Santunan Kepada Anak Yatim oleh Ketua DPD LDII Kabupaten Tegal |
Kepala Desa Bogares Kidul mewakili pemerintah menghimbau kepada semua warga untuk dapat mempertahankan situasi kondusif yang dirasakan masyarakat Bogares Kidul yang majemuk. Meskipun warga Desa Bogares Kidul terdiri dari berbagai ormas Islam, namun saling toleransi dan dapat menjaga kerukunan.
Sebagai
selingan acara, ditampilkan pencak Persinas ASAD Kabupaten Tegal. Sebagai
penutup pembukaan festival anak sholih dan bazar remaja, dibacakan doa oleh
ketua Dewan Penasihat, Suhinarso, SH., MM.
Sebagai
juara umum festival dan bazar diraih oleh PAC Margamulya Kecamatan
Kedungbanteng.
Rabu, 27 Mei 2015
Pemuda LDII Juara Pertama Kompetisi Perminyakan Se-Asia Pasifik
Oscar Dwi Marjuwan bin Muliyanto asal Sidoarjo, Jawa Timur, masih tergolong muda di antara teman sebayanya di kampus. Dia saat ini berusia 19 tahun sedang menempuh studi semester 6, jurusan Teknik Perminyakan, FTTM, Institut Teknologi Bandung (ITB). Namun warga LDII yang aktif mengikuti pengajian di PAC LDII Tubagus, Dago, Bandung Utara ini memiliki sederet prestasi gemilang skala nasional hingga Asia Pasifik.
Beberapa waktu lalu di Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS) digelar sebuah event tahunan berskala Asia-Pasifik yaitu PETROLIDA 2015. Ajang ini merupakan acara terbesar yang diselenggarakan oleh Society of Petroleum Engineers (SPE) ITS, yang terdiri dari beberapa acara seperti Petrosmart, Oil Rig Design, Paper Competition, Case Study, dan Gala Dinner.
SPE merupakan organisasi yang beranggotakan 230 perkumpulan mahasiswa perminyakan di seluruh dunia. Organisasi ini memudahkan mahasiswa untuk masuk ke dalam jaringan professional, industri, dan kemungkinan pengusaha. Mahasiswa juga mudah mendapatkan beasiswa dan sponsor.
PETROLIDA diikuti kampus-kampus ternama di Indonesia, seperti ITS, ITB, UI, UGM, UPN Veteran Yogyakarta, dsb. Peserta dari negara lain di antaranya Malaysia, China, serta Pakistan. Dalam kompetisi tersebut, Oscar memenangkan Petrosmart, berupa kuis adu cepat menjawab pertanyaan, yang bertujuan untuk menguji pengetahuan mahasiswa tentang migas baik secara teknik maupun nonteknik.
Oscar juga termasuk Generasi Tangguh (Genta) tahun 2013-2014. Genta merupakan Program Generus PC LDII Dago, Bandung Utara yang bertujuan membentuk generasi tangguh yang alim, paham agama, dan mandiri. Oscar juga menjuarai lomba yang diakan Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI) bulan Januari lalu. Dalam lomba IATMI Youth Energy Challenge (IYEC) 2015 ini, Oscar kembali mejadi juara pertama kategori lomba Petrosmart. Tidak hanya itu, Oscar juga pernah menjadi juara kedua ajang kompetisi perminyakan se-Jawa. Lomba ini merupakan agenda tahunan milik SPE UGM SC dan SPE UPN SC yang dilaksanakan di Yogyakarta akhir tahun 2014 lalu.
Dalam mempelajari sesuatu, ia tidak terbebani harus mendapat nilai bagus. “Ya, aku ini orangnya nyantai. Nggak pernah terbebani harus dapat nilai bagus,” ungkap siswa kelahiran 14 Juli 1995 yang memiliki tiket masuk ITB tidak melalui jalur SNMPTN, melainkan dengan PMDK prestasi. Tahun ini saja, berbagai ajang Olimpiade Kimia dijuarainya. Antara lain juara I Olimpiade Kimia se-Surabaya, juara I Olimpiade se-Jawa Bali, dan dua kali finalis Olimpiade Kimia Nasional.
Oscar memang tidak pernah mematok sekian jam waktu untuk berkutat dengan teks pelajaran tiap hari. Dia mengungkapkan tidak memiliki strategi pembelajaran buku. Prinsipnya, kata Oscar, belajar tidak boleh terpaksa. “Entar malah nggak mood,” tuturnya.
Ibunda Oscar, Indun Sa’adah, mengatakan, tidak ada tips khusus dalam mendidik buah hatinya. Sebagai seorang guru bahasa Indonesia di salah satu SMP Negeri di Sidoarjo, Indun memang menegakkan kedisiplinan terhadap anaknya. “Saya hanya mengarahkan, tapi soal dia maunya pingin jadi apa, terserah anak-anak,” tegasnya.
Hanya, sejak anak-anaknya masih kecil, Indun selalu mengajarkan matematika. Dia tak ingin anaknya kesulitan pelajaran yang menjadi momok bagi sebagian besar pelajar tersebut. “Saya ingin memberinya bekal sejak dini,” tuturnya. Selain itu, dia membiasakan anaknya melahap berbagai buku bacaan, termasuk koran.
Indun mengaku tidak pernah keras dalam mendidik anaknya. Dia hanya menanamkan bahwa keberhasilan cuma diraih dengan kerja keras. Serta ketika ditanya bisa memiliki anak dengan kategori kecerdasan very superior, tidak ada tips khusus. Melainkan memberi jeda yang cukup antara kelahiran anak yang satu dan yang lain. Dengan begitu, orang tua akan lebih fokus mendidik anak dan memperhatikan perkembangan anak.
Sukes dunia, Sukses Akhirat
Dengan berbagai prestasi yang dia capai sejak Sekolah Dasar sampai bangku perkuliahan, sampai detik ini Oscar merasa belum sukses. Hal ini terungkap ketika ditanyai apakah sudah merasa puas dengan apa yang telah dicapai saat ini. "Karena makna sukses yang hakiki yaitu sukses mati surga selamat dari neraka," ujarnya. Selain belajar di kampus, Oscar telah meng-khatamkan makna Alquran. "Makna Alquranku sudah 100 persen terisi, sedangkan makna hadits himpunan masih proses mengkhatamkan hadits himpunan," tuturnya.
Untuk terus meningkatkan kemampuan akademisnya, Oscar terus bermimpi dan memasang target-target. Di antaranya, nanti bulan Juni, si pemilik IQ 137 ini akan studi saat liburan kuliah di KSO PT. Pertamina EP - PT. Benakat Barat Petroleum. Kemudian di bulan Desember tahun ini, dia menarget untuk internship di Chevron, Riau. Oscar juga menginginkan untuk melanjutkan studi S2 dengan beasiswa mengambil S2 Jurusan Reservoir Engineering, Aberdeen University, United Kingdom atau A&M University, USA.
Kegiatan sehari-harinya tidak hanya mengaji dan kuliah saja. Oscar juga aktif dalam kepengurusan dan acara-acara organisasi sejak SMA. Organisasi yang diikutinya di antara lain, Gita Smala Youth Choir SMAN 5 Surabaya, ITB Badminton Club, HMTM Patra ITB, serta IYEC IATMI SM ITB. Dengan aktifitas yang padat, Oscar mengaku tidak ada tips khusus dalam memanajemen waktu. "Langsung mengerjakan kalau ada tugas, itu aja sih," ujar Oscar yang memiliki hobi membaca, dan bulu tangkis.
Pesan untuk teman-teman generus LDII lain yang masih dalam masa studi yaitu "Carilah motivasi yang bisa buat membuatmu senang saat melakukan suatu hal atau pekerjaan," tutur Oscar yang selalu menelpon meminta doa dari bapak atau ibu saat beberapa menit sebelum ujian di kampus. (rizq)(http://www.ldii.or.id)
Langganan:
Postingan (Atom)
