Cari Blog Ini

Minggu, 25 Agustus 2013

LDII Kendalserut Ramaikan Karnaval Hari Uang Tahun RI

PAC LDII desa Kendalserut, kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal berpartisipasi dalam karnaval yang diadakan oleh Pemerintah desa Kendalserut untuk memperingati HUT RI yang ke-68. Karnaval yang berlangsung pada tanggal 25 Agustus 2013 ini berlangsung sangat meriah dan mendapat antusias warga  masyarakat desa Kendalserut. Peserta yang terdiri dari murid-murid SD/MI/TK/PAUD di Kendalserut, anggota perwakilan RT/RW, Majelis taklim, pelajar, Ormas dengan semangat mengikuti karnaval yang dimulai star dari RW 01 dan finish di RW 05. Karnaval berjalan aman dan lancar.

Kafilah LDII mendapat pujian dari Kepala desa, Panitia dan Perangkat desa atas partisipasinya, bahkan Camat Pangkah juga turut mengacungkan dua jempol sekaligus sebagai rasa salut terhadap LDII Kendalserut. Peserta yang ikut mulai dari anak-anak usia cabe rawit, remaja, muda-mudi, ibu-ibu, bapak-bapak bahkan yang sepuh pun tidak ketinggalan. Dengan mengusung tema Kuatkan 4 Pilar Kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, LDII mengenalkan pentingnya Green Dakwah. Dakwah yang sejuk, mengedepankan kebaikan di segala bidang. Acara ini menjadi istimewa, karena untuk yang pertama kali diadakan dengan peserta umum, terkhusus untuk LDII. Bahkan Supriatin, kepala desa Kendalserut sebelum Panitia menyebarkan undangan pada para peserta bahkan jauh-jauh hari sudah mengundang secara lisan kepada LDII untuk turut berpartisipasi dalam karnaval ini.

Ketua PAC LDII desa Kendalserut, Muhtar Umri, S.Pd dan Ketua PC LDII kecamatan Pangkah, Tukimin, SP menyambut baik kegiatan ini bahkan untuk tahun-tahun mendatang akan berusaha menampilkan tabayun LDII yang lebih baik lagi.

Merevitalisasi Kembali Hari Raya Idul Fitri


ldii-nu

DPP LDII mengadakan acara tahunan Halal bi Halal menyambut Hari Raya Idul Fitri, pada Sabtu (24/8/2013). Acara ini dihadiri oleh pejabat Kementerian Agama, Pemprov DKI Jakarta, Polri, tokoh parpol, ormas Islam, dan alim ulama. Acara ini ditujukan untuk menguatkan ukhuwah Islamiyah segenap komponen bangsa, untuk memperkokoh persatuan bangsa.
Dalam sambutannya Ketua Umum DPP LDII Prof. DR. KH. Abdullah Syam mengajak seluruh umat Islam menghayati Idul Fitri, sebagai momentum kemenangan atas hawa nafsu untuk meningkatkan keimanan dan mendekatkan hamba dengan Allah SWT.
Abdullah Syam mengajak umat Islam tidak terjebak konsumerisme, yang jauh dari nilai-nilai Islam. “Allah SWT membenci perbuatan menghambur-hamburkan uang, dan mengajarkan supaya umat Islam muzhid mujhid, bekerja keras lagi hemat,” ujar Abdullah Syam. Terutama di saat pemerintah sedang menghadapi perekonomian dunia yang tak menentu, maka umat Islam di Indonesia harus bekerja keras secara cerdas, agar goncangan ekonomi tidak sampai menurunkan tingkat kesejahteraan umat Islam.
Abdullah Syam mengingatkan, jebakan konsumerisme telah terjadi saat Ramadan berlanjut hingga Lebaran. Menurutnya, di era Rasulullah SAW, memperingati Idul Fitri tidak berlebihan. Justru seusai salat Idul Fitri, Rasulullah memerintahkan supaya umat Islam memperbanyak sedekah, “Memang disunnahkan memakai baju yang terbaik atau baru, tapi bukan berarti harus berlebihan,” ujar Abdullah Syam.
Menurutnya, menjelang Hari Raya Idul Fitri, media massa dan industri mulai dari film, sinetron, music, mal, hingga restoran mendadak “masuk Islam”.  “Yang terjadi adalah Ramadan dan Idul Fitri menjadi semacam bulan madu, antara simbol Barat dan simbol keislaman, yang tak pernah terjadi di luar bulan Ramadan dan Idul Fitri,” pungkas Abdullah Syam.
Bombardir iklan yang membuat nalar manusia tak sehat dalam mengkonsumsi suatu produk, mengalami puncaknya justru di saat Ramadan, di mana setiap orang dianjurkan agar tidak hidup berlebihan. Budaya konsumerisme yang mengajarkan: Anda adalah apa yang Anda kenakan, Anda adalah apa yang Anda makan, kian dimanja dengan berbagai merek, yang justru di luar Ramadan tidak mengidentifikasi dirinya sebagai ciri keislaman. “Iklan pun semakin aneh, misalnya tiba-tiba gerai fast food menciptakan iklan seolah-olah gerai mereka adalah tempat berbuka puasa yang terbaik,” ujar Abdullah Syam.
Bukan hanya soal makanan, iklan mobil juga marak. Tujuannya agar umat Islam mengganti mobil mereka saat Lebaran. Menurutnya inilah ironi. Rasulullah SAW meneladankan kesederhanaan dan kepekaan sosial yang tinggi. Momentum mudik seharusnya menjadi ajang memperkuat silaturahim, dan pendisribusian kesejahteraan dari kota ke desa.
Perputaran uang dari kota ke desa saat lebaran menurut data BPS terus meningkat, tahun lalu mencapai Rp 40 triliun, tahun ini diperkirakan Rp 90 triliun. Bila umat Islam merayakan Idul Fitri tak berlebihan, mungkin saja perputaran uang ke desa-desa menjadi semakin besar. “Hal ini sangat membantu, ketika inflasi tinggi akibat harga BBM dan melemahnya rupiah terhadap dolar membuat daya beli masyarakat melemah, maka uang dari kota itu menghidupkan ekonomi di pedesaan,” papar Abdullah Syam.
Idul Fitri Memaknai Kemajemukan Bangsa
DPP LDII mengajak umat Islam untuk memanfaatkan momentum lebaran untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa. Lebaran adalah jalan untuk meningkatkan siilaturahim antara umat Islam, umat Islam dengan umat agama lain, dan antara umat Islam dan uli amri, yakni pemerintah.
“Bangsa Indonesia memiliki keyakinan masing-masing, namun semua keyakinan, ras, suku bangsa, dan bahasa disatukan oleh semangat Pancasila,” ujar Prof Dr KH Abdullah Syam. Menurutnya, kemerdekaan Indonesia adalah hasil jerih payah bangsa Indonesia dari Sabang hingga Merauke. Perbedaan adalah perekat, penghargaan terhadap keberagaman adalah keIndonesiaan itu sendiri. Idul Fitri menjadi semacam penghilang rasa curiga atau ancaman atas perbedaan.
Dalam konteks berbangsa dan berbegara, Idul Fitri adalah kembali ke fitrah dalam semangat kebangsaan, melaksanakan butir-butir Pancasila secara istiqomah: Memuliakan ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan kesejahteraan sosial. “Pancasila hadir sebagai fitrah bernegara, sekaligus beragama. Dengan falsafah Pancasila, sesungguhnya kita telah selesai mendiskusikan hubungan agama tautannya dengan negara. Perdebatan ideologis dan kontestasi ras, suku, agama, bahasa telah selesai dengan lima sila itu,” ujar Abdullah Syam.

DPP LDII mengajak seluruh komponen bangsa, memanfaatkan momen Idul Fitri untuk menjadikan Pancasila sebagai cita-cita pembangunan bangsa, wewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan bangsa. Bukan mengutamakan kepentingan pribadi di atas golongan. “Lebaran adalah saat di mana semua elemen bangsa meningkatkan kesalehan sosial,” ujar Abdullah Syam. (http://ldii.or.id)

Sabtu, 24 Agustus 2013

Dakwah dengan Tulus dan Murni



Yuk kita dakwah dengan tulus dan murni, semata-mata mengharap ridho Alloh semata. Seperti yang telah dilakukan oleh para Nabi dan Rosululloh SWT dalam menyampaikan RisalahNya tanpa meminta balasan berupa upah keduniaan tetapi semata-mata karena Alloh semata. Perhatikan petunjuk dakwah yang telah terbetik di dalam Al Qur'an dan Al Hadits berikut ini:

وَجَاءَ مِنْ أَقْصَى الْمَدِينَةِ رَجُلٌ يَسْعَى قَالَ يَاقَوْمِ اتَّبِعُوا الْمُرْسَلِينَ اتَّبِعُوا مَنْ لَا يَسْأَلُكُمْ أَجْرًا وَهُمْ مُهْتَدُونَ

Dan datanglah dari ujung kota, seorang laki-laki (Habib An Najjar) dengan bergegas-gegas ia berkata: "Hai kaumku, ikutilah utusan-utusan itu, ikutilah orang yang tiada minta balasan kepadamu; dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk. [QS. Yasin, 36: 20-21]

عَنْ عُثْمَانَ بْنِ أَبِي الْعَاصِ قَالَ

إِنَّ مِنْ آخِرِ مَا عَهِدَ إِلَيَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ اتَّخِذْ مُؤَذِّنًا لَا يَأْخُذُ عَلَى أَذَانِهِ أَجْرًا


Utsman bin Abu Al 'Ash ia berkata; "Amanah terakhir yang Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berikan kepadaku adalah agar aku mengangkat seorang mu'adzin yang tidak mengambil upah dari adzannya tersebut." (HR. Tirmidzi).


قَالَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ شِبْلٍ
سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ اقْرَءُوا الْقُرْآنَ وَلَا تَغْلُوا فِيهِ وَلَا تَجْفُوا عَنْهُ وَلَا تَأْكُلُوا بِهِ وَلَا تَسْتَكْثِرُوا بِهِ


Abdur Rahman bin Syibl berkata; saya telah mendengar Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Bacalah Al qur'an, janganlah berlebihan di dalamnya, jangan terlalu kaku, janganlah makan dari bacaannya dan jangan pula memperbanyak (harta) dengannya." (HR. Ahmad).


عَنْ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ قَالَ
عَلَّمْتُ رَجُلًا الْقُرْآنَ فَأَهْدَى إِلَيَّ قَوْسًا فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِنْ أَخَذْتَهَا أَخَذْتَ قَوْسًا مِنْ نَارٍ فَرَدَدْتُهَا


Ubay bin Ka'b ia berkata, "Aku mengajarkan Al Qur'an kepada seseorang, kemudian dia memberi hadiah kepadaku satu busur panah. Lalu aku menyampaikan hal itu kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Jika kamu mengambilnya berarti kamu telah mengambil busur panah dari neraka." Maka aku pun mengembalikannya." (Ibn Majah).


عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ
أَنَّهُ مَرَّ عَلَى قَاصٍّ يَقْرَأُ ثُمَّ سَأَلَ فَاسْتَرْجَعَ ثُمَّ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ قَرَأَ الْقُرْآنَ فَلْيَسْأَلْ اللَّهَ بِهِ فَإِنَّهُ سَيَجِيءُ أَقْوَامٌ يَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ يَسْأَلُونَ بِهِ النَّاسَ

Imran bin Hushain ia melewati tukang cerita tengah membaca al-Qur'an, setelah itu ia meminta, lalu Imran kembali kemudian berkata; "Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa membaca al-Qur'an, hendaklah meminta kepada Allah dengannya, karena sungguh akan datang suatu kaum yang membaca al-Qur'an, lalu dengannya mereka meminta-minta kepada orang." (HR. Ahmad).

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّهُ سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: " تَعَلَّمُوا الْقُرْآنَ وَسَلُوا اللَّهَ [ص:180] بِهِ الْجَنَّةَ قَبْلَ أَنْ يَتَعَلَّمَهُ قَوْمٌ يَسْأَلُونَ بِهِ الدُّنْيَا، فَإِنَّ الْقُرْآنَ يَتَعَلَّمُهُ ثَلَاثَةٌ: رَجُلٌ يُبَاهِي، وَرَجُلٌ يَسْتَأْكِلُ بِهِ، وَرَجُلٌ يَقْرَأُهُ لِلَّهِ "

Abu Said al-Khudri mendengar Rasulullah SAW berabda: Pelajarilah Al-Qur`an, dan mintalah surga kepada Allah sebagai imbalannya. Sebelum datang satu kaum yang mempelajarinya dan meminta materi dunia sebagai imbalannya. Sesungguhnya ada tiga jenis orang yang mempelajari Al-Qur`an. Orang yang mempelajari Al-Qur`an untuk membangga-banggakan diri dengannya; orang yang mempelajarinya untuk mencari makan; orang yang mempelajarinya karena Allah semata." (HR. Baihaqi).

LDII: Empat Kandidat Cagub Jatim Minta Dukungan


khofifah-indar-parawansa

Editor: Iping Supingah
suarasurabaya.net - Empat kandidat Gubernur Jatim Soekarwo, Eggi, Bambang DH, dan Khofifah Indar Parawansa minta Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) mendukungnya pada Pilgub Jatim, 29 Agustus mendatang.
Calon Gubernur Jatim itu datang secara bergantian ke Pondok Pesantren LDII di Kediri, Perak, dan Kertosono.
Ir Christianto Ketua DPW LDII Jatim, Kamis (22/8/2013) mengatakan, dia merasa mendapat kehormatan dengan kehadiran empat kandidat Gubernur Jatim.
Namun sebagai organisasi dakwah, secara institusi LDII tidak akan melibatkan diri dalam kegiatan politik praktis dengan mendukung parpol tertentu.
Namun sebagai warga Jatim, anggota LDII Jatim yang beranggotakan sekitar 7,5 juta orang, mempunyai kewajiban menggunakan hak pilih sesuai dengan hati nuraninya.
Kata Christianto, LDII tidak ingin Pilgub Jatim sampai merusak kerukunan dan silaturrahim sesama warga.
"Tolong, jaga situasi di Jatim agar tetap kondusif. Jangan sampai hajat baik pesta demokrasi ini mengakibatkan masyarakat Jatim saling bermusuhan," pesan Christianto.
Ketua DPW LDII ini juga mengingatkan satu suara anggota LDII mempunyai makna penting untuk kelanjutan pembangunan di Jatim. Karena itu gunakanlah hak suara sebaik-baiknya.(jos/ipg)

Editor: Iping Supingah