Cari Blog Ini

Rabu, 01 Juni 2016

LDII Hadiri Konfercab NU Kabupaten Tegal

Pada hari Sabtu tanggal 28 Mei 2016, LDII Kabupaten Tegal menghadiri pembukaan Konfercab PC NU ke-13 kabupaten Tegal. Pada kesempatan tersebut Ketua DPD LDII Kabupaten Tegal Drs. H. Walidi W., MM menghadiri acara tersebut didampingi oleh anggota Wanhatda H. Tri Rahardi, dan Ketua Bidang OKK Kholidin, SP.

Acara yang bertempat di Gedung NU Slawi dibuka oleh Sekjen PBNU, HA. Helmy Faishal Zaini, menjelaskan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) harus menjadi organisasi yang terus menerapkan nilai-nilai toleransi dan menyebarkan Islam yang damai dalam berbangsa dan bernegara. Nilai-nilai yang diajarkan oleh ulama-ulama NU dalam berdakwah sejak dahulu kala harus dipertahankan dan dikembangkan.

Hal itu disampaikan Sekjen PBNU HA. Helmy Faishal Zaini saat membuka Konferensi Cabang (Konfercab) Kabupaten Tegal, Sabtu (28/5). Dalam sambutannya, Sekjen menekankan bahwa Islam di Indonesia hari ini menjadi model alternatif keberislaman yang layak ditiru oleh negara-negara berpenduduk muslim lainnya, utamnya oleh negara-negara Teluk seperti Arab Saudi, Yaman, Iran, Suriah dan lain sebagainya.

“Kita yang notebene orang Islam, kalau berkunjung ke luar negeri dan ditanya oleh penduduk setempat, Indonesia memiliki apa? Rata-rata kita menjawab Indonesia punya Borobudur. Ini bukti bahwa kita memiliki toleransi yang tinggi meskipun yang membangun Borobudur nyata-nyata bukan dari kalangan muslim,” jelas Helmy.

Sikap yang demikian itu menurutnya merupakan modal yang sangat baik untuk mengembangkan sikap toleransi yang bukan saja dengan cara saling menghargai namun lebih dari itu juga saling mengisi satu sama lainnya. Hal tersebut menurut Helmy lumrah dan banyak terjadi di masyarakat Indonesia. Relasi dan hubungan yang saling mengisi antara satu pemeluk agama dengan pemeluk lainnya.

Mengutip gagasan Ketua Umum NU KH. Said Aqil Siroj, pria yang karib disapa Kang Helmy ini menyampaikan bahwa fungsi ulama di Indonesia ini sudah sangat baik. Ulama dan kiai di Indonesia sudah mampu memenuhi dua aspek sekaligus yakni fungsi mencerdaskan masyarakat dan juga mengayomi umat. Fungsi pertama dalam terma Al-Quran disebut dengan liyataffaqahu fiddin sementara fungsi kedua disebut walyunzira qoumahum.

“Di Indonesia sesungguhnya bukan tidak ada konflik. Ada. Namun skalanya hanya bersifak lokal. Konflik itu tidak bisa berkembang karena kiai-kiainya turun tangan untuk meredam konflik tersebut. Inilah kehebatan kiai-kiai kita,” papar Helmy.

Selain menyampaikan pentingnya sikap toleran untuk merengkuh perdamaian dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, pria kelahiran Cirebon ini juga mengemukakan urgensi penataan organisasi. Menurutnya tanpa penataan dan manajemen yang baik, mustahil sebuah organisasi akan berjalan dengan baik.

“Sudah saatnya NU dikelola dengan manejemen yang baik. Apalagi di usianya yang hampir memasuki satu abad. NU harus menjadi organisasi yang baik, rapih dan tertata,” jelas Helmy.

DPD LDII Kabupaten Tegal Lantik 14 PC DAN 15 PAC



Ketua DPD LDII Kab. Tegal, Drs.H.Walidi W., MM beserta Ketua PC dan PAC


Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Kabupaten melantik 14 Pimpinan Cabang dan 15 Pimpinan Anak Cabang, Minggu 29 Mei 2016 di Masjid Istiqomah Desa Blubuk, Kecamatan Dukuhwaru.  Acara pelantikan yang dihadiri ribuan warga tersebut berbarengan dengan diadakannya Pengajian Umum Menyongsong Ramadhan 1437 H. Keempat belas PC yang dilantik yaitu : PC LDII Kecamatan Margasari, Balapulang, Bumijawa, Slawi, Dukuhwaru, Adiwerna, Dukuhturi, Pangkah, Kedungbanteng, Tarub, Kramat, Jatinegara, Suradadi, dan Warureja. Adapun PAC yang dilantik adalah PAC LDII Desa Margasari, Margaayu, Prupuk Utara, Prupuk Selatan, Blubuk, Temboklor, Lemahduwur, Sutapranan, Margamulya, Kendalserut, Bogares Kidul, Pener, Lebakwangi, Bojongsana, dan Kelurahan Dampyak.
Acara diawali dengan pengajian Al Qur’an makna dan keterangan oleh Ustad Abdul Muin, mengkaji surat Al An’am ayat 130 yakni tentang seruan Alloh di hari Qiyamat kepada golongan jin dan manusia, apakah belum datang kepadamu rasul-rasul dari golonganmu yang menyampaikan ayat-ayat-Ku dan memberi peringatan adanya pertemuan hari ini (Qiyamat)? Mereka menjawab bahwa mereka menjadi saksi, namun kehidupan dunia telah menipu mereka, dan mereka menjadi saksi atas diri mereka bahwa mereka adalah orang-orang yang kufur. Ayat tersebut sebagai peringatan bagi umat manusia agar tidak terbujuk oleh kehidupan dunia hingga melupakan akhirat. Lebih-lebih menyongsong adatangnya bulan Ramadhan agar benar-benar dimanfaatkan untuk memperbanyak amal sholih. 
Ketua DPD LDII Tegal Menyerahkan SK Kepengurusan PC dan PAC yang baru
 
Dalam sambutan pengarahannya, Ketua DPD LDII Kab. Tegal, H. Walidi, mengucapkan selamat kepada pengurus PC dan PAC yang baru saja dilantik, dan selamat menunaikan tugas amal sholih/tugas suci melancarkan kegiatan pengajian dan pembinaan di wilayahnya masing—masing. Diharapkan moment pelantikan ini menjadi energy baru, spirit dan penyemangat dalam melanjutkan perjuangan. LDII sebagai organisasi kemasyarakatan diharapkan tidak hanya sekedar ada, namun harus hadir secara aktif dalam kegiatan positif dalam pembangunan di masyarakat. Para pengurus PC dan PAC harus mampu menjalin komunikasi dan bersinergi dengan pemerintah sesuai jajarannya. Saat ini LDII benar-benar diharapkan kontribusinya.
Disamping itu, menyikapi situasi saat ini di mana masyarakat mudah terpecah-belah, rentan terjadi konflik, yang oleh Prof Singgih disebut sebagai fragile society, LDII harus berjuang sebagai penengah, menghadirkan kesejukan lewat Green Dakwahnya, bukan malah memperkeruh suasana.
Ketua Dewan Penasihat, Suhinarso dalam tausiahnya mengingatkan umat Islam dalam menyikapi bulan Ramadhan yang tinggal beberapa hari. Sabda Rosululloh SAW yang artinya : Takutlah pada bulan Ramadhan, sesungguhnya semua amal baik ditingkatkan pahalanya, demikian pula amalan jelek/dosa juga ditingkatkan dosanya. Lebih lanjut Suhinarso mengajak untuk meraih lima sukses dalam bulan Ramadhan, yakni : sukses puasanya, sukses sholat tarawih, sukses tadarus Al Qur’an, sukses lailatul qodar, dan sukses zakat fitrahnya.

Minggu, 15 Mei 2016

LDII Tegal Adakan Bersih-bersih di Komplek Perkantoran Pemda Kabupaten Tegal

Dalam menyambut rangkaian Peringatan Hari Jadi Kabupaten Tegal yang bertepatan tanggal 18 Mei nanti, LDII Kabupaten Tegal adakan amal sholeh kerja bakti yang dilaksanakan Minngu pagi tadi. Sekitar 300 warga LDII dengan dipandu Kepala Rumah Tangga Pemkab Tegal dengan semangat dan antusias melakukan bersih-bersih lingkungan Komplek Perkantoran Pemkab Tegal.

Senin, 31 Agustus 2015

LDII Kabupaten Tegal Sosialisasikan Hasil Ijtima' V Komisi Fatwa MUI: MUI Ajak Warga LDII Menjaga Diri dan Keluarganya



Ketu MUI Kab Tegal K.H. Chumaidi ZA, SH, MH memberikan tausiah dan sosialisasi Hasil Ijtima' Fatwa MUI

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tegal, KH. Chumaedi ZA, SH, MH mengajak warga LDII menjaga diri dan ahlinya dari api neraka, sebagai menetapi perintah Alloh dalam Al Qur’an Surat Attahrim ayat 6 yang artinya : “Wahai orang-orang yang beriman jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Alloh terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”. Hal tersebut disampaikan Ketua MUI pada acara Pengajian Umum dan Sosialisasi Hasil Ijtima’ Ulama Komisi Fatwa MUI yang diselenggarakan di Masjid Al Huda, Kelurahan Dampyak, Kec. Kramat, Minggu tanggal 30 Agustus 2015. Pada kesempatan tersebut hadir pula sekretaris MUI Kab. Tegal, Drs. H. Nurotib, M.Pd berserta pengurus MUI lainnya.
Lebih lanjut KH. Chumaedi mengajak umat Islam untuk mendidik anak-anaknya tentang sopan santun, tata krama, seperti makan tidak dengan berdiri atau sambil berjalan. Terkadang kita terjebak dengan kebiasaan orang-orang Barat yang mengadakan standing party, makan sambil berdiri. Anak-anak supaya dididik cara bersuci dari hadas besar maupun kecil, sholat dan cara berwudlunya, membiasakan anak-anak untuk tertib beribadah, mengajari anak-anak tentang ilmu fiqih, masalah perdagangan, cara-cara nikah dan hukum perkawinan. Juga kewajiban istri terhadap suami dan sebaliknya. Suami istri harus saling menjaga rahasianya masing-masing. Sebuah keluarga harus bisa saling menasihati, bisa saling mengingatkan, terutama mengingatkan akan kewajiban ibadah kepada Alloh.
Terkait dengan hasil Ijtima’ Ulama, KH. Chumaedi menjelaskan bahwa MUI merupakan tenda besar di mana umat Islam di Indonesia yang majemuk dapat bernaung dan melaksanakan ibadah dengan penuh ketenangan dan kedamaian. Di dalam tenda tersebut ada Nahdatul Ulama (NU), Muhammadiyah, LDII, Al Irsyad, dan ormas Islam lainnya. 
Warga LDII antusias mengikuti acara dengan tertib dan rapi
Peserta Wanita Memadati Area Parkir dan Halaman Masjid

Sebelum tausyiah dari ketua MUI, terlebih dahulu dibacakan ayat-ayat suci Al Qur’an oleh Ustad Kholidin, SP dari Pangkah, dilanjutkan pengkajian Hadits Sunan Nasai juz 1 oleh Ustad Abdul Muin dari Kedungbanteng yang membahas tentang hukum-hukum orang yang haid.
Sementara ketua DPD LDII Kabupaten Tegal, Drs. H. Walidi, MM dalam sambutannya menjelaskan bahwa mengaji Qur’an dan Hadist merupakan program pertama dan paling utama dalam LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia). Hal ini sesuai dengan Sabda Rosulullohi SAW yang artinya “mencari ilmu itu wajib bagi setiap muslim. Carilah ilmu dari ayunan hingga liang lahat. Carilah ilmu walau ke negeri Cina. Carilah ilmu walaupun di antara kalian dengan ilmu ada lautan api”
Mengaji Quran dan Hadist dilaksanakan secara rutin 2 – 3 kali dalam seminggu di setiap kelompok pengajian LDII. Biasanya setiap desa / kelurahan terdapat satu kelompok pengajian di bawah koordinasi Pengurus Anak Cabang (PAC) LDII.
Pengajian yang dikelola LDII meliputi pengajian umum yang pesertanya semua usia, pengajian cabe rawit (anak-anak), pengajian pra remaja  (usia SMP) dan remaja (SMA ke atas), pengajian ibu-ibu atau keputrian, serta pengajian manula bagi warga yang telah memasuki usia 60 tahun ke atas.
Dengan tertib mengaji, jamaah sejak usia dini hingga manula diajak untuk berfikir cerdas, memahami hukum-hukum Islam dari sumber aslinya.
Apabila tradisi mengaji dan keilmuan ini telah mebudaya di kalangan umat Islam, insya’ Alloh akan tewujud insan-insan muslim kamil. Insan kamil atau manusia sempurna yang telah mencapai derajat paling tinggi dari kemanusiaan dan kesempurnaan dirinya dari seluruh makhluk. Di kalangan LDII dikenal dengan generasi yang Religius dan Profesional. Hal ini tentunya akan menjadi kontribusi yang sangat besar bagi bangsa dan negara serta berdampak positif bagi pembangun peradaban manusia. Dan kita yakini, sumberdaya manusia yang berkualitas akan menjadi pilar utama dalam membangun di segala bidang.

Pengajian yang dihadiri ribuan jamaan tersebut berakhir pukul 11.30 dengan doa yang dipimpin oleh Ketua Dewan Penasihat DPD LDII Kab. Tegal, Suhinarso, SH. MM. 

Ketu MUI Kab. Tegal KH. Chumaedi ZA, SH, MH bersama Sekretaris MUI Berfoto Bersama dengan Jajaran Pengurus DPD LII Kab. Tegal