Cari Blog Ini

Kamis, 17 November 2016

Khofifah : LDII Berkomitmen Kuat Bangun Ketahanan Keluarga

khofifah parawansa
Jakarta (8/11). Ketahanan keluarga menjadi pokok bahasan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa saat mengisi materi Munas ke-8 LDII di Balai Kartini Jakarta, (8/11). Ia memaparkan tentang “Dimensi Sosial dalam Mewujudkan Kerukunan, Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa dan Bernegara” di hadapan 1.500 peserta munas.
Kementerian sosial, kata Khofifah memiliki program yang kerap beririsan dengan kementerian lain. “Kami menangani banyak hal yang tidak diurus oleh kementerian lain,” ujar Khofifah.
Lebih lanjut Khofifah mengatakan bahwa ada beberapa fungsi sosial yang melenceng dari fungsinya semula. Diantaranya adalah fungsi keluarga. Ketahanan keluarga menjadi permasalahan. Salah satu penyebabnya adalah kemiskinan.
“Kemiskinan menyebabkan  menyebabkan kebutuhan ekonomi individu tidak terpenuhi. Lambat laun akan muncul tindak kriminal dan tindakan sadisme,” jelasnya.
Hanya saja, Khofifah menegaskan perlu membedakan antara kemiskinan dan kemiskinan akut. Kemiskinan akut tidak terjadi semata-mata karena alasan ekonomi. Ada banyak faktor yang menyebabkannya terjadi misalnya kultur yang salah.


“Ketika kepala keluarga tidak kerja, istrinya yang kerja, dan kepala keluarga kehilangan percaya diri, maka akan muncul kekerasan dalam rumah tangga. Betapa banyak yang mengalami masalah keluarga ketika kepala keluarga tidak berfungsi dengan baik,”ujarnya.
Tugas Kemensos melakukan recovery dan rehabilitasi terhadap kerentanan ketahanan keluarga. Diantaranya membentuk panti rehabilitasi anak, panti rehabilitasi narkoba, dan perlindungan terhadap Anak Bantuan Hukum (ABH).

Hanya saja Khofifah menyayangkan, saat ini belum banyak pihak yang memiliki komitmen untuk mengingatkan pentingnya ketahanan keluarga.“Ketahanan nasional tidak akan terwujud jika tidak ada ketahanan keluarga,” ia menegaskan.
Melalui munas ini Khofifah mengajak LDII agar mempertahankan dan meningkatkan peta dakwahnya. Menurutnya, peran serta ormas sangat penting. Masyarakat memerlukan peran ormas terutama ormas Islam. Masyarakat memerlukan sentuhan spiritual. Mensos yang juga menjabat sebagai Ketua Muslimah Nahdlatul Ulama ini berharap  permasalahan sosial Indonesia bisa terpecahkan.
“Saya melihat komitmen LDII untuk membangun ketahanan keluarga begitu Istiqomah,” ujarnya.
Diakhir pemaparan, LDII dan Kemensos menyepakati pendatanganan nota kesepahaman dan deklarasi “Relawan Dakwah Anti Narkoba”. Khofifah memakaikan rompi pada delapan orang perwakilan relawan. ( http://www.ldii.or.id )

Presiden Jokowi : Gerakan Hormati Guru Kembalikan Karakter Bangsa




pemaparan jokowi munas ldii (9/11) – Presiden RI Joko Widodo mengungkapkan dalam paparannya di depan 1.500 peserta Munas ke-8 LDII bahwa gerakan menghormati guru adalah bentuk kembali pada karakter bangsa.
“Saya sangat setuju dengan apa yang diungkapkan oleh Pak Abdullah Syam mengenai gerakan menghormati guru. Ini bentuk kita kembali pada karakter kita, karakter bangsa. Saya nanti akan bisikkan pada Mendikbud bahwa ini akan menjadi gerakan nasional kita,” ujar Jokowi di lokasi Munas, Balai Kartini Jakarta.

Sedangkan Ketua Umum DPP LDII KH. Abdullah Syam, M.Sc, APU dalam sambutannya di depan Presiden RI Joko Widodo mengungkapkan LDII saat ini ibarat sebuah pohon besar.
“Pohon besar dapat memberikan kesejukan dan buah yang manis. Agar besar maka dibutuhkan akar yang merupakan representasi dari profesional religius. Dibutuhkan akar yang mampu mensuplai kebutuhan pohon dengan nutrisi yang baik,” ujar Abdullah Syam.
Abdullah Syam melanjutkan batang pohon adalah gerakan menghormati guru. “Butuh batang yang kuat dan kokoh. Dari batang akan tumbuh cabang yang kuat pula. Cara tumbuhnya dengan dua cara, yaitu pikub.co.id dan protokol media sosial. Kita harapkan dari sini akan muncul buah-buah yang manis dan bermanfaat bagi bangsa Indonesia,” ucap Abdullah Syam.
Menanggapi launching pikub.co.id, Jokowi mengungkapkan akan mendukungnya menjadi platform nasional. “Jangan salah, sekarang ada Alibaba. Mereka punya logistic platform yang merajai di mana-mana. Kenapa kita tidak memiliki yang seperti itu. Kalau ada retail platform milik kita sendiri malah dijual kemana-mana. Saya sedih kalau yang bagus dicaplok oleh asing, saya mau suntik jadi bingung. Maka sebaiknya kami suntik yang tadi, pikub.co.id jadi platform nasional,” ujar Jokowi.
kenang2xan jokowi munas ldiiBerbicara pendayagunaan media sosial yang tidak sesuai pada tempatnya. Jokowi menilai ini bukan kepribadian bangsa Indonesia. “Coba kita lihat sekarang, saling menghujat, mengejek, memaki, dan menjelekkan. Apakah itu kepribadian bangsa kita? Budi pekerti yang ditanamkan? Ini adalah infiltrasi media sosial yang tidak kita sadari dan kita saring. Kalau kita bersama-sama melakukan itu saya yakin yang jelek-jelek akan terbawa arus,” ungkap Jokowi.
Usai memberikan sambutan, kunjungan Munas Jokowi di Munas ke-8 LDII ditutup dengan penandatangan Wall of Fame gerakan menghormati guru dan gerakan etika media sosial yang sehari sebelumnya telah ditandatangani pula oleh Menteri Agama RI H. Lukman Hakim Saifuddin. ( http://www.ldii.or.id )

Sabtu, 20 Agustus 2016

LDII Tegal Hadiri Rapat Pleno Istimewa DPRD Kabupaten Tegal

LDII Kabupaten Tegal hadiri Rapat Pleno Istimewa DPRD Kabupaten Tegal pada hari Selasa, 16 Agustus 2016. Rapat yang bertempat di Gedung DPRD kabupaten Tegal ini dihadiri oleh seluruh anggota DPRD dari semua Fraksi, Bupati Ki. Enthus Susmono, pejabat Forkompimda, SKPD, TNI, POLRI, Camat, Kepala desa dan Lurah, Ormas, Tenaga Pendidik. Rapat ini bersifat umum dengan acara tunggal yaitu mendengarkan pidato resmi kenegaraan oleh Presiden Joko Widodo yang disiarkan langsung dari Istana Negara. Hadir mewakili LDII adalah Ketua Bidang Organisasi Keanggoataan dan Kaderisasi Kholidin , SP dan Azis Sujatmiko, Amd.Kes Ketua Bidang Perekonomian dan Pemberdayaan Masyarakat.
Dalam Rapat tersebut juga disampaikan keberhasilan-keberhasilan prestasi oleh Pemerintah Kabupaten Tegal di berbagai sektor.

Senin, 01 Agustus 2016

LDII SIAP CETAK “GENERASI LANGKA”


Sudah menjadi fenomena umum, sebagai dampak kemajuan teknologi informasi yang begitu dahsyat, berpengaruh pada kehidupan remaja yangsungguh memprihatinkan, cenderung bebas tidak terkendali. Kebanyakan mereka menghabiskan masa mudanya hanya untuk bermalas-malasan, berfoya-foya, larut dalam tren yang menyesatkan, bermain, berpacaran, larut dalam dunia musik, berpakaian minim, minum-minuman keras, nonton TVdan asyik bermain hp. Waktu dan kesempatan mereka habis untuk kegiatan yang kurang manfaatdan produktif.
Kondisi demikian yang membuat prihatin para pengurus LDII untuk mengupayakan agar para remaja LDII tetap teguh berpegang pada ajaran agama, tidak terpengaruh, tetapi harus berpengaruh. Langkah konkrit yang dilaksanakan adalah dengan mengadakan pembinaan secara rutin dan intensif di berbagai tingkatan mulai dari kelompok-kelompok pengajian di pimpinan anak cabang (PAC), pimpinan cabang (PC), hingga daerah (kabupaten/kota).
Mengawali kegiatan pasca Ramadhan 1437 H., DPD LDII menggelar kegiatan pembinaan remaja di Masjid Al Huda Petiyangan, Dampyak, kecamatan Kramat Sabtu hingga Minggu tanggal 30 s.d. 31 Juli 2016 diikuti 300 remaja. Materi yang diberikan merupakan materi Cinta Alam Indonesia (CAI) yang diperoleh dari DPP LDII, diantaranya : Semangat menjadi generus yang berilmu, faqih, berakhlaqul karimah, dan mandiri; Wawasan kebangsaan dan bela negara; Keterampilan dan kecakapan hidup pada abad XXI, Bagaimana upaya kita membangunnya?
 Dalam pengarahannya, Ustad Abdul Muin menekankan agar remaja LDII tidak larut dan terpengaruh dengan kerusakan moral yang melanda saat ini. “Kalian harus menjadi ‘Generasi Langka dan Luar Biasa’. Di tengah-tengah zaman seperti ini, di mana banyak remaja yang hanya berfoya-foya, bermalas-malasan, menghabiskan waktunya bermain, berpacaran larut dalam dunia musik, berpakaian minim, masih ada generasi muda hebat yang mau menyempatkan diri untuk mengaji, membawa Al Qur’an dan Al Hadits, menggerakkan jari-jemarinya bukan di smartphone, melainkan di kitab dan buku catatan, mau menutup auratnya, percaya diri dengan penampilannya yang sesuai ajaran agama, di hari liburnya digunakan untuk mendatangi masjid atau majelis-majelis ilmu, taat dan berbakti kepada orang tua, berakhlaqul karimah dan mandiri, mau menyisihkan uangnya untuk infaq dan shodaqoh.
Ketua DPD LDII Kab. Tegal, Drs. H. Walidi, MM mengatakan bahwa pengajian intensif ini dilaksanakan untuk memberikan penguatan kepada para generasi penerus. Usai digembleng selama satu bulan Ramdhan, tidak mustahil para remaja  terpengaruh dengan kerusakan moral yang terus meningkat di tengah- tengah masyarakat. Hal ini bisa terjadi, karena upaya daya iblis yang tidak pernah mengenal kata menyerah untuk menjerumuskan anak turun Adam.

Para remaja harus terus diarahkan dan difasilitasi dengan kegiatan yang positif sebagai bekal kehidupannya. Hal ini selaras dengan slogan LDII dalam mewujudkan generasi penerus yang Religius Profesional, meraih Tri Sukses Generasi Penerus, yakni : alim dan faqih (memiliki ilmu agama yang banyak dan memiliki kefahaman agama yang kuat), akhlaqul karimah (memiliki akhlak yang baik), dan mandiri (memiliki keterampilan untuk hidup mandiri). Untuk mencapai hal tersebut, generasi penerus kita harus terus menerus diarahkan untuk hobi mengaji Al Qur’an dan Al Hadits, hobi mendengarkan nasihat-nasihat yang baik, senang bergaul dengan orang-orang atau lingkungan yang baik, serta hobi bershodaqoh dan beramal sholih, serta berlatih keterampilan.