Cari Blog Ini

Rabu, 27 Mei 2015

LDII dan Bank Mandiri Syariah Galakkan Ekonomi Syariah

ldii mandiri syariah
Penandatanganan nota kesepahaman Bank Syariah Mandiri dan DPP LDII pada Rabu (20/05) di Wisma Mandiri, Kebon Sirih, Jakarta, semakin mengukuhkan kerja sama antara Bank Syariah Mandiri selaku penyedia modal bagi para pengusaha, dengan LDII sebagai ormas yang berinisiatif menggandeng bank syariah.
Dengan adanya kerjasama ini, LDII akan membuktikan, bank Syariah dapat membantu menguatkan Lembaga Keuangan Mikro Syariah dan permodalan UMKM. Direksi Bank Syariah Mandiri, Agus Sudiarto yang hadir saat itu menyatakan bersedia membantu para pengusaha baik dari kalangan Islam maupun non-Islam.

Latar belakang kerja sama ini menurut Agus karena LDII memiliki potensi dan sejalan dengan misi di BSM. Bisa menjadi jembatan antara Bank Syariah Mandiri dan Lembaga Keuangan Mikro, dengan pengusaha. Penandatanganan Nota Kesepahaman ini merupakan tindak lanjut kerja sama yang digagas Februari lalu di gedung DPP LDII, Patal Senayan, Jakarta.

Selain itu, kerjasama ini merupakan kesempatan mengembangkan produk Syariah juga pendidikan ekonomi Syariah. Contohnya, sebagai wujud nyata, pihak BSM bersedia menjadi pemateri apabila diberikan kesempatan dalam acara-acara seminar yang diadakan DPP LDII.
kerjasama ldii mandiri

"MoU ini adalah payung, yang lebih penting adalah implementasinya. Dengan adanya MoU ini kerjasama lebih erat. Sehingga di lapangan lebih terlihat aktivitas riil. Sebenarnya di lapangan sudah berjalan, seperti di LDII di beberapa wilayah dengan BSM setempat bisa melakukan kontrak. Nah, dengan MoU ini lebih baik lagi," ujar Agus menambahkan.

Adapun Nota Kesepahaman yang ditandatangani kedua belah pihak, LDII yang diwakili oleh Ketua Umum DPP LDII, Prof. Dr. Abdullah Syam, Msc., sedangkan Bank Syariah Mandiri diwakili oleh Agus Sudiarto, terdiri dari 2 pasal, yaitu Pasal 1, Maksud dan Tujuan Kerjasama serta Pasal 2, mengenai Ruang Lingkup Kerjasama.

Ruang lingkup kerjasama seperti yang tertera dalam nota tersebut selain pendidikan berbasis ekonomi Syariah dalam rangka pengembangan SDM, juga dibahas mengenai penguatan permodalan Lembaga Keuangan Mikro Syariah di lingkungan LDII. Selain itu, disebutkan juga kerjasama pengalihan transaksi non-syariah ke transaksi syariah.

Bank Syariah Mandiri yang telah tersebar di 22 provinsi, memiliki produk mikro finance dan bagi hasil yang fleksibel dan kompetitif. Terlebih lagi, BSM merupakan bank Syariah terbesar sehingga warga LDII dapat dengan mudah mendapat layanan akses pembiayaan syariah. Di lain pihak, BSM berkepentingan meningkatkan nasabah melalui komunitas LDII.

Koordinator Bidang Ekonomi Pemberdayaan Masyarakat DPP LDII, Ashar Budiman menambahkan harapannya bahwa warga dapat lebih mengembangkan usahanya, baik UMKM maupun usaha besar. Buat warga, halal lebih utama ketimbang murah tapi haram. (Noni/LINES) (http://www.ldii.or.id)

Selasa, 28 April 2015

LDII TEGAL ADAKAN PENYULUHAN KESEHATAN REPRODUKSI WANITA



 
dr. Hj. Ratna Trisiayani, Sp.OG memberi pencerahan tentang Kesehatan Reproduksi Wanita



Pengajian umum keputrian secara rutin diselenggarakan DPD LDII Kabupaten setiap minggu ke-4. Namun pengajian bulan ini yang dilaksanakan pada hari Minggu, tanggal 26 April 2015 di Masjid Al Huda Dukuh Petiyangan, Dampyak, Kec. Kramat terasa istimewa. Tidak kurang dari 800 ibu-ibu dan remaja putri warga dari berbagai wilayah hadir dalam  kegiatan yang dimulai pukul 09.00 dan berakhir pukul 12.00 WIB tersebut.
Hal spesial yang mewarnai pengajian bulan April ini, yakni hadirnya salah satu pakar kesehatan dari RSUD Dr. Soeselo Slawi, yakni  dr. Hj Ratna Trisiyani, Sp. OG. untuk memberikan penyuluhan kesehatan reproduksi wanita. Hal ini menambah antusias para ibu dan remaja putri karena merasa sangat membutuhkan pencerahan secara khusus tentang kewanitaan.
Kegiatan diawali dengan pengajian Al Qur’an yang disampaikan oleh Ustad Kasiari dari Dampyak, Kecamatan Kramat. Ayat yang dikajikan yaitu Surat Yusuf ayat 10 s.d. 14, menceritakan tentang upadaya saudara-saudaranya Nabi Yusuf  untuk merayu Sang ayah (Nabi Ya’cub) agar mengijinkan mereka membawa Yusuf pergi bersama mereka.   
Selama kurang lebih dari satu setengah jam, dr. Ratna menjelaskan berbagai hal terkait dengan kesehatan reproduksi wanita. Diantaranya tentang menstruasi, volume darah menstruasi yang normal dan tidak normal, masa subur dan masa tidak subur, macam-macam keputihan  akibat jamur, bakteri, virus, serta berbagai hal tentang kehamilan. 
Ibu-ibu dan remaja putri antusias mengikuti kegiatan
Dr. Ratna mengajak ibu-ibu dan remaja putri untuk bisa mendeteksi sedini mungkin gejala penyakit dengan melalui pap smear, yaitu untuk mendeteksi kanker rahim, serta menjaga dirinya agar terhindar dari berbagai penyakit organ wanita, seperti kista dan miom.
Ketua DPD LDII Kab. Tegal, Drs. H. Walidi, MM menjelaskan bahwa tujuan kegiatan tersebut untuk memberikan pembekalan kepada para ibu dan remaja LDII agar memahami kesehatan reprodusi wanita. Menjaga kesehatan sistem reproduksi sangat penting bagi semua wanita. Wanita yang sehat akan melahirkan generasi yang sehat pula. Para ibu dan remaja putri harus mengenal anatomi dan fisiologi organ reproduksinya. Dengan mengetahui anatomi dan memahami fisiologi reproduksinya maka mereka akan bisa menjaga dan merwatnya. Seorang wanita tak perlu merasa cemas dan  gelisah terhadap perubahan-perubahan yang terjadi pada masa remaja dan itu adalah suatu hal yang normal.

Pada sesi penutup, Ketua Dewan Pembina LDII Kab. Tegal, Suhinarso, SH, MM mengajak kepada ibu-ibu dan remaja putri untuk bersyukur dan memperbanyak shodaqoh. Dengan shodaqoh tidak mengurangi harta seseorang, tapi justru menambah rizki yang Alloh berikan. Justru dengan banyak shodaqoh, akan banya mendatangkan rizki. Itu janji Alloh dalam Al Qur’an.
Mengakhiri pembinaan, Suhinarso mengingatkan ibu-ibu dan remaja putri untuk tertib mengaji, mencari ilmu di PAC terdekat sebagai kewajiban seorang muslim  serta landasan beramal mencari surga selamat dari siksa api neraka.


Kamis, 22 Januari 2015

PENYULUHAN HUKUM WARGA LDII KAB. TEGAL


Mukhidin, SH, MH Sedang memberikan materi penyuluhan hukum

Peserta Ibu-ibu yang membludak sampai di luar ruangan
Telah menjadi agenda rutin DPD LDII Kab. Tegal menyelenggarakan pengajian umum setiap bulan di beberapa tempat. Namun mengawali tahun baru 2015 ini, pengajian umum bulan ini dilaksanakan pada hari Minggu, tanggal 18  Januari 2015 dipusatkan di Masjid Istiqomah Desa Blubuk, Kecamatan Dukuhwaru . Tidak kurang dari seribu orang warga dari berbagai wilayah hadir dalam  kegiatan yang dimulai pukul 09.30 dan berakhir pukul 12.00 WIB tersebut.
Ada hal spesial yang dilaksanakan pada pengajian bulan Januari ini, yakni adanya Penyuluhan Hukum. Kegiatan diawali dengan pengajian Al Qur’an yang disampaikan oleh Ustad Kasiari dari Dampyak, Kecamatan Kramat. Ayat yang dikajikan yaitu Surat Al Baqoroh ayat 264 dan 265,  berisi peringatan kepada orang beriman agar tidak menghilangkan pahala sedekahnya dengan menyebut- nyebut dan menyakiti perasaan si penerima, karena riya’ kepada manusia. Apabila hal itu dilakukan, perumpamaannya seperti batu licin yang di atasnya ada debu, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, maka batu itu akan bersih dari debu, alias tidak mendapatkan pahala apa pun. Sedangkan perumpamaan orang yang membelanjakan harta karena mencari keridloan Allah untuk keteguhan jiwanya, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika bukan hujan lebat, hujan gerimis pun cukup memadai tumbuhnya buah.   
Hadir sebagai nara sumber memberikan penyuluhan hukum adalah Kandidat Doktor H. Mukhidin, SH, MH, seorang pengacara kondang dari Tegal yang juga mantan Dekan Fakultas Hukum Universitas Pancasakti Tegal. Selama kurang lebih satu jam, Mukhidin menjelaskan berbagai hal terkait dengan hukum. Adapun pokok persoalan yang disampaikan adalah rusaknya negara karena tiga hal, yakni narkoba, korupsi, dan terorisme. Narkoba akan membawa kesengsaraan dunia sampai akhirat. Korupsi menyebabkan kesengsaraan dan kemiskinan rakyat banyak di mana-mana. Terorisme dapat merusak persatuan bangsa serta mengganggu keamanan dan kenyamanan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Mukhidin mengajak warga LDII untuk jangan sampai terlibat dengan ketiga hal tersebut. Korupsi tidak hanya terjadi pada pegawai negeri saja, siapapun bisa terjerat kasus korupsi. Percayalah, menjadi orang jujur, amanah, budi luhur  itu banyak rejeki. Ia juga menyinggung pelaksanaan eksekusi mati enam terpidana narkoba yang baru saja dilalaksanakan.
Ketua DPD LDII Kab. Tegal, Drs. H. Walidi, MM dalam sambutan pengantarnya mengatakan bahwa hukum adalah persoalan semua orang, termasuk warga LDII. Hukum merupakan persoalan hitam putih yang harus difahami semua warga negara. Lebih lanjut, Walidi menjelaskan bahwa penyuluhan hukum bagi warga LDII ini sangat penting agar warga LDII tidak hanya mengaji hukum-hukum Islam yang termuat dalam Al Qur’an Al Hadits saja, namun juga harus melek hukum negara. Disamping itu, penyuluhan ini juga dimaksudkan sebagai upaya antisipatif agar warga LDII tidak terjebak, dan mudah terpengaruh pada hal- hal yang akhirnya berurusan dengan hukum.
Pada sesi penutup, Ketua Dewan Pembina LDII Kab. Tegal, Suhinarso, SH, MM mengajak untuk selalu bersyukur, beramal sholih, kepada tetangga, masyarakat, dan pemerintah yang sah berdasarkan UUD 1945. Dalam Hadits disebutkan bahwa barang siapa yang beriman dan percaya pada hari akhir, supaya berbuat baik kepada tetangga, masyarakat dan pemerintah.
Lebih lanjut, Suhinarso  mengajak agar hidup di dunia ini merasa senang dalam menetapi ibadah, bisa hidup bagaikan di dalam surga, artinya hidup dengan menjalankan ibadah, seakan-akan surga di depan mata. Rosululloh mengisyaratkan 3 hal/syarat orang yang di dalam dirinya akan menjumpai manisnya keimanan : pertama, apabila pada urusan Alloh dan Rosul atau urusan ibadah lebih dicintai daripada urusan atau kepentingan lainnya; kedua, apabila mencintai seseorang kecuali senangnya karena urusan ibadah; ketiga, apabila seseorang merasa benci setelah mendapat hidayah, keluar dari hidayah, sama bencinya jika ia dimasukkan ke dalam neraka. Ia juga mengingatkan bahwa dunia ini teramat kecil, kesenangan yang membujuk. Jadi apabila seseorang meninggalkan ibadah, maka ia lebih mementingkan urusan kecil daripada urusan besar yaitu akhirat. Karena semua yang kita miliki di dunia ini pada akhirnya akan ditinggalkan.
Mengakhiri pembinaan, Suhinarso menghimbau warga untuk tertib mengaji, mencari ilmu di PAC terdekat sebagai landasan beramal mencari surga selamat dari neraka.


HABISKAN MALAM TAHUN BARU, LDII KAB. TEGAL GELAR PENGAJIAN SEMALAM SUNTUK


Para Generus Serius Mendengarkan Materi Pengajian yang disampaikan Ust. Abdul Mu'in

Hujan yang mengguyur wilayah Tegal sejak sore hari di penghujung tahun 2014 tidak menyurutkan semangat remaja LDII Kabupaten Tegal untuk mendatangi tempat pengajian. Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, dalam rangka mengantisipasi berbagai kemungkinan yang terjadi dalam menyambut pergantian tahun, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Tegal kembali menggelar pengajian remaja semalam suntuk. Tahun ini kegiatan dipusatkan di Masjid Al Huda Kelurahan Dampyak, Kecamatan Kramat. Tidak kurang dari 400 remaja LDII se Kabupaten Tegal antusias mengikuti kegiatan.
Kegiatan yang dimulai setelah sholat magrib dan isya’ berjamaah tersebut dibuka oleh Dewan Penasihat LDII, Suhinarso, SH., MM. Dalam pengarahannya, Suhinarso menekankan agar remaja memiliki bekal tiga hal yang dikenal dengan Tri Sukses, yakni : 1) memiliki ilmu dan kefahaman agama yang kuat (faqihu fiddin); 2) memiliki budi pekerti dan akhlaq yang baik (akhlaqul karimah); dan 3) memiliki keterampilan untuk hidup mandiri.
Giliran pembicara yang kedua adalah ketua DPD LDII Kabupaten Tegal, Drs. H. Walidi, MM yang menyampaikan tentang hakikat hidup di dunia : apa tujuan Alloh menciptakan manusia, ternyata hanya untuk menyembah kepada-Nya; bagaimana fase-fase kehidupan manusia, dari bayi, anak-anak, remaja, dewasa, tua, dan akhirnya masuk liang kubur; berapa lama manusia hidup di dunia, ternyata teramat singkat jika dibandingkan dengan kehidupan  setelah mati, serta bagaimana menyiapkan diri menghadapi kehidupan setelah mati. Hal tersebut penting disampaikan kepada para remaja agar mereka tidak larut dalam efoura keremajaannya, berprinsip  mumpung masih muda. Dengan demikian, mereka bisa memahami hakikat hidup yang merupakan pertaruhan anak manusia menempuh perjalanan panjang kehidupannya, karena apa yang diperbuat selama di dunia ini merupakan kunci penentu kehidupan selanjutnya, baik di alam kubur hingga akhirat.
Selajutnya disampaikan pengajian Al Qur’an dan Al Hadits oleh Ustad Abdul Muin dari Kedungbanteng. Materi yang disampaikan diantaranya hadits tentang seseorang yang mempunyai cita-cita untuk kehidupan akhirat, maka Alloh akan mencukupi cita-citanya di dunia. Juga Hadist Riwayat Bukhori tentang  rusaknya umat Nabi terletak di tangan pemuda yang bodoh. Dari hadits tersebut, diharapkan para remaja tidak menjadi orang yang bodoh perusak agama, melainkan menjadi pionir dalam menegakkan ajaran agama.  Untuk tidak menjadi bodoh maka harus hobi mengaji sehingga menjadi orang cerdas, dapat memilah dan memilih mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang berpahala dan mana yang berdosa, mana jalan menuju neraka dan mana jalan menuju surga.
Dengan kegiatan tersebut, orang tua sangat mendukung prakarsa para pengurus LDII dalam mengantisipasi kerawanan yang sering terjadi pada saat pergantian tahun tersebut. Sebagai bukti dukungan, mereka rela mengantar putra-putrinya untuk mengikuti kegiatan walaupun diguyur hujan dan menjemputnya hari esoknya.
Acara dilanjutkan dengan pencak silat dari Persinas ASAD, permainan-permainan yang mendidik, tukar kado, kuis dan pembagian hadiah. Pukul 02.00 dini hari para peserta diarahkan untuk  qiyamul lail dan doa malam. Seluruh acara berakhir setelah sholat subuh dan doa.
Sebagaimana disampaikan  Ketua DPD LDII Kabupaten Tegal, Drs. H. Walidi, MM, kegiatan yang digelar secara rutin setiap tahun tersebut bertujuan untuk memberikan pembelajaran kepada generasi muda agar dapat memanfaatkan momentum pergantian tahun sebagai saat yang tepat untuk merefleksikan kehidupan manusia di dunia. Sebagai anak manusia harus bisa memanfaatkan waktu dan kesempatan yang ada dengan hal-hal yang positif dan bermanfaat. Sebagaimana pepatah “Time and tide wait for no man” (waktu dan pasang tidak menunggu seseorang). Demikian halnya Alloh SWT telah mengingatkan kepada kita dalam Al Qur’an Surat Al ‘Ashr,  yang artinya : Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.
Kegiatan tersebut  juga dimaksudkan untuk memberikan kegiatan positif bagi remaja dalam  menyambut datangnya tahun baru. Tahun baru tidak harus dilaksanakan dengan hura-hura yang  membahayakan dirinya dan orang lain seperti kebut-kebutan di jalan, maupun kegiatan yang menjurus pada kemaksiatan, seperti pesta narkoba, miras dan lain sebagainya.