Cari Blog Ini

Rabu, 28 November 2012

Komunikasi Efektif Melalui Pengembangan Etiket


Pengertian Etiket
Istilah etiket berasal dari bahasa Perancis etiquette yang berarti kartu undangan yang khusus di pakai raja-raja untuk menyelenggarakan pesta.Lama-kelamaan, istilah etiquette berkembang maknanya , bukan lagi berarti kartu undangan, tetapi lebih menitikberatkan pada tata cara berbahasa yang sopan, tata cara menerima tamu di rumah atau di kantor serta, sopan santun yang lainnya yang berlaku dalam pergaulan.
Jadi, etiket adalah aturan sopan santun dalam pergaulan yang berdasarkan rasa hormat terhadap orang lain. Dalam buku karangan Lady Troubridge yang berjudul Book of Etiqutte,makna etiket di katakan sebagai berikut:
‘’Etiqutte is, so speak, the key that opens for us the portalsof broader life in which we can find greater social hapiness’’
Etiket adalah suatu kunci membuka pintu gerbang kehidupan yang lebih luas, dimana kita dapat menemukan kebahagiaan pergaulan yang lebih baik.

Etiket dalam Bisnis
Etiket merupakan salah satu sarana penting untuk memperoleh kemajuan dan kesuksesan dalam dunia bisnis. Setiap orang yang terjun dalam dunia bisnis hendaknya mempunyai kemajuan untuk bertindak sopan, baik terhadap atasan dan rekan sekerja, maupun terhadap bawahannya. Betapapun sibuknya kita, tidak ada alasan yang dapat diterima untuk bertindak kasar atau tidak sopan, dimana pun kita berada. Kita perlu memperhatikan perasaan orang lain, sebab orang lain, lain pula pikirannya. Kita juga harus toleran terhadap pendapat orang yang berbeda dengan pendapat kita sendiri.

Manfaat Etiket
Pengatahuan tentang etiket sangat bermanfaat dalam kehidupan kita sehari-hari. Dengan kita mengetahui etiket kita dapat lebih mudah berinteraksi dengan orang lain. Selai itu, kita juga akan (lebih) dihargai, dihormati dan disenangi oleh orang-orang di sekitae kita.
Secara lebih rinci, manfaat etiket dapat dijabarkan sebagai berikut:
-Untuk menciptakan suasana yang menyenangkan dengan rekan sekerja maupun kenalan dengan teman-teman kita.
-Untuk dapat lebih percaya diri dalam menghadapi orang-orang dari berbagai lapisan masyarakat
-Untuk meningkatkan citra pribadi maupun citra perusahaan.

Apa yang harus dilakukan agar orang menyukai kita  ?
Agar orang menyukai kita, maka kita perlu memperhatikan sikap-sikap berikut ini:
-Sopan dan ramah kepada siapa saja
-Penuh perhatian terhadap orang lain
-Tidak menyinggung perasaan orang lain
-(Selalu) bersedia membantu
-Memiliki toleransi yang tinggi
-Dapat mengendalikan emosi dalam setiap saat
Singkatnya dapat dikatakan bahwa kita harus selalu berusaha menyenangkan orang lain

Perbedaan Etiket
Dasar dari aturan-aturan yang terkandung dalam etiket berasal dari adat istiadat atau tradisi dari suatu suku atau bangsa tertentu, padahal kehidupan bermasyarakat tidaklah sama dimana-mana.Hal ini menyebabkan etiket di suatu negara/daerah berbeda atau bahkan bertentangan dengan etiket di negara/daerah lainnya.
Jika kita ingin (lebih) berhasil dalam pergaulan, maka selain mengetahui etiket dari negara/daerah sendiri, kita juga harus mengetahui etiket dari negara/daerah lain. Pengetahuan ini akan sangat membantu kita dalam berinteraksi dengan bermacam-macam orang dan dapat menghindarkan terjadinya kesalahpahaman
Fleksibilitas atau keluwesan dalam pergaulan adalah kemampuan seseorang untuk cepat menyesuaikan diri terhadap lingkungan maupun keadaan yang berbeda-beda. Dengan demikian ia dapat diterima dengan baik oleh orang lain.

Kesan Pertama
Membuat kesan pertama yang baik sangatlah penting sebab orang pada umumnya menilai kita berdasarkan kesan pertama kita terhadapnya, yaitu berupa:
-Penampilan
-Ekspresi wajah (senyum)
-Personal contact (cara jabat tangan)
-Cara bicara
-Suara
Dalam pergaulan, kontak pertama dengan seseorang baru terjadi pada saat berkenalan.

Cara berkenalan
Ketika berkenalan dengan seseorang, baik itu memperkenalkan diri maupun diperkenalkan orang lain, perhatikanlah hal-hal berikut ini:
-Yang muda diperkenalkan kepada yang lebih tua
 -Pria diperkenalkan kepada wanita (kecuali jika pria tersebut adalah orang yang harus dihormati, seperti: presiden, menteri, gubernur, tokoh agama, duta besar negara asing, atau jika beliau lebih tua dari wanita).
-Waktu memperkenalkan seseorang, berilah sedikit keterangan mengenai orang yang bersangkutan supaya komunikasi cepat lancar
-Tidak perlu memperkenalkan orang di tempat-tempat umum atau ramai (misal: tempat berbelanja, restoran, lift, bis, tempat ibadah, tempat kedukaan).

Cara Berjabat Tangan
Pada saat kita berjabatan dengan derigan seseorang, ada beberapa hal yang harus kita perhatikan, yaitu:
-Ulurkan tangan
-Jabatlah tangan dengan sedikit menekan
-Tataplah mata
-Senyum
-Tubuh sedikit condong ke depan
-Jika kurang jelas mendengar nama orang, boleh tanya lagi
-Wanita maupun pria yang berusia lebih tua atau berkedudukan lebih tinggi mengulurkan tangannya lebih dulu waktu berkenalan dan ini berlaku sebatas mahromnya
-Wanita tidak usah berdiri waktu berkenalan kepada pria
-Wanita berdiri jika diperkenalkan kepada : 1)Wanita yang lebih tua, 2) Pria yang lebih tua minimal 20 tahun , 3) Pria yang pantas dihormati/disegani.
-Tuan dan nyonya rumah selalu berdiri untuk  menyambut tamu yang baru datang atau tamu yang akan pulang.
Dalam pergaulan, wanita dapat`di dahulukan (ladys first) atau tergantung etika yang disepakati dalam organisasi, akan tetapi di kantor, kedudukan pangkat atau jabatanlah yang menentukan siapa yang harus didahulukan.

Cara Berbicara
Cara kita berbicara adalah sangat penting, baik dalam pergaulan sehari-hari maupun dalam dunia bisnis. Karena itu, pada saat  berbicara kita perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
-Melihat/menatap lawan bicara
-Suara harus jelas terdengar
-Ekspresi wajah yang ceria
-Menggunakan kata bahasa yang baik
-Memberi penjelasan yang singkat dan mudah difahami

Mengusahakan pembicaraan yang menarik.
Berhasil tidaknya pembicaraan kita tergantung pada usaha kita menjadikan pembicaraan itu menarik, makanya kita harus:
-Berkeinginan menuenagkan lawan bicara
-Memiliki pengetahuan umum yang luas, banyak membaca
-Bisa menyesuaikan diri dengan lawan bicara
-Memperhatikan lawan bicara
-Memiliki rasa humor
-Memberi komentar berdasarkan pengetahuan atau pengalaman
-Tahu memberi pujian (compliment)
-Bisa menjadi pendengar yang baik

Sabtu, 17 November 2012

Cara Membuat Tulisan Berjalan (Marquee)


Cara Membuat Tulisan Berjalan (Marquee)

Untuk membuat tulisan berjalan itu sangat mudah karena hanya dengan kode HTML sederhana sudah akan tercipta sebuah tulisan berjalan. Kode HTML untuk membuat tulisan berjalan di kenal dengan perintah Marquee. Kode dasar perintah marquee adalah sebagai berikut :
<marquee>Tulisan disini akan berjalan</marquee>
Selain kode dasar marquee, ada perintah lain (umumnya disebut sebagai atribut) yang disisipkan untuk mengatur keindahan tampilan tulisan yang berjalan. Atribut yang sering di gunakan dalam kode marquee adalah : 

bgcolor="warna" » Untuk mengatur warna background (latar belakang) teks 

direction="left/right/up/down" » Mengatur arah gerakan teks 

behavior="scroll/slide/alternate" » Untuk mengatur perilaku gerakan 

Scroll » teks bergerak berputar

Slide » teks bergerak sekali lalu berhenti

Alternate » teks bergerak dari kiri kekanan lalu balik lagi ( bolak-balik bo) 

title="pesan" » Pesan akan muncul saat mouse berada di atas teks 

scrollmount="angka" » mengatur kecepatan geraka, semakin besar angka semakin cepat gerakannya. 

scrolldelay="angka" » Untuk mengatur waktu tunda gerakan dalam mili detik 

loop="angka|-1|infinite" » Mengatur jumlah loop 

width="lebar" » Mengatur lebar blok teks dalam pixel atau persen 


Agar lebih jelas akan Kang Rohman sertakan contohnya : 

Contoh marquee dari gerakan : 
<marquee align="center" direction="left" height="200" scrollamount="2" width="30%"> marquee dari kanan ke kiri </marquee> 

Contoh hasilnya : 

marquee dari kanan ke kiri 

ganti kata "left" dengan keinginan anda yaitu bisa : right,  up, down . 

Contoh marquee dengan variasi hurup dan warna latar belakang : 

<div align="left"><font face="georgia" color="White"><strong><marquee bgcolor="red" width="70%" scrollamount="3" behavior="alternate"> </marquee></strong></font></div>
Contoh hasilnya : 

marquee dengan variasi hurup


Agar lebih menarik, kode marquee juga bisa dipadukan dengan javascript sederhana, seperti onmouseover="this.stop()" onmouseout="this.start()" . Dengan kode javascript tersebut, tulisan berjalan akan seketika berhenti apabila pointer mouse komputer pengunjung blog kita mengarah ke tulisan yang berjalan, dan akan berjalan kembali apabila pointer mouse dipindah ke tempat lain. 

Contoh, silahkan arahkan pointer mouse anda ke area marquee di bawah ini :

Contoh kodenya :

<marquee onmouseover="this.stop()" onmouseout="this.start()" scrollamount="2" direction="up" width="50%" height="200" align="center"> silahkan tunjuk ke sini </marquee> 

Contoh hasilnya : 

silahkan tunjuk ke sini 

Contoh kode marquee yang di dalam nya terdapat link : 
<marquee onmouseover="this.stop()" onmouseout="this.start()" scrollamount="2" direction="up" width="100%" height="100" align="center"> 
<a href=" http://www.krtutorplus.com/">cara membuat blog</a><br/> 
<a href="http://krtutorplus.com/2007/04/bikin-blog.html">Membuat blog </a><br/> 
<a href="http://www.krtutorplus.com/2007/08/membuka-program-periklanan.html">Pasang Iklan </a><br/> 
</marquee> 

<marquee onmouseover="this.stop()" onmouseout="this.start()" scrollamount="2" direction="down" width="100%" height="100" align="center"> 
<a href="http://www.krtutorplus.com/2007/08/membuka-program-periklanan.html">Pasang Iklan </a>
<a href="http://krtutorplus.com/2007/04/bikin-blog.html">Membuat blog </a><br/> 
<a href=" http://www.krtutorplus.com/">cara membuat blog</a><br/> 
</marquee> 
Contoh hasilnya : 

cara membuat blog
Membuat blog 
Pasang Iklan
Pasang Iklan 
Membuat blog 
cara membuat blog


Itu adalah beberapa contoh variasi kode marquee yang bisa di berikan, silahkan anda otak-atik sendiri agar tercipta variasi-variasi dari marquee ini. 

Cara Memasang Tulisan Berjalan Di Blog

Bila anda bertanya, sesudah membuat kode marquee lalu untuk di pasang di blognya bagaimana? Tentu jawabannya ya terserah anda mau di pasang di mana. Namun, sebagai contoh berikut adalah cara memasang kode marquee di sidebar blogger. 
  1. Silahkan login ke blogger dengan akun anda.
  2. Klik pada nama blog anda.
  3. Klik menu Tata Letak
    tata letak
  4. Klik Tambah Gadget 
  5. Klik pada widget HTML/Javascript html widget
  6. Pasanglah kode marquee yang telah anda buat sesuai degan yang Kang Rohman terangkan diatas. kode marquee
  7. Klik tombol Simpan
  8. Selesai.
Semoga artikel cara membuat tulisan berjalan (marquee) ini dapat bermanfaat bagi anda.
 (http//www.krtutorplus.com)

Selasa, 13 November 2012

Tuntunan Tata Krama


             بسم الله الرحمن الرحيم
قَالَ اللهُ تَعَالَى : وَإِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيمٍ . سورة القلم ٤
Artinya : Allah berfirman : “ dan sesungguhnya engkau (Muhammad) niscaya atas budi pekerti yang agung ”.
قَالَ رَسُوْلُ اللهِ r إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ صَالِحَ الْأَخْلَاقِ. رواه احمد
Artinya : Rosullulloh SAW bersabda “sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan baiknya budi pekerti”.
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ  rأَكْمَلُ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا. رواه أبو داود فى كتاب السنة
Artinya : Rosullulloh SAW bersabda “lebih sempurnanya keimanan orang-orang yang beriman adalah orang yang lebih baik budi pekertinya”.

TATA KRAMA BERPAKAIAN DAN BERHIAS
Bagi laki-laki :
  1. 1.       Berpakaian rapi, sopan, dan benar menurut syariat islam. ¹ (HR. Abu Daud Kitab Al Libas Pakaian bawah tidak dibawah mata kaki / nglembreh)
  2. 2.       Tidak boleh memakai kain sutera. ² (HR. Tirmidzi Kitab Al Libas)
  3. 3.       Tidak memakai celana yang dilubangi / disobek-sobek, ketat, dan ditempeli stiker
  4. 4.       Tidak boleh berpakaian menyerupai wanita. ³ (HR. Bukhori Kitab Al Libas)
  5. 5.       Tidak mewarnai rambut dengan warna hitam. 4(HR. Tirmidzi Kitab Al Libas)
  6. 6.       Tidak boleh memakai perhiasan emas.
  7. 7.       Tidak mewarnai rambut dengan warna yang tidak pantas.
  8. 8.       Memotong rambut dengan rapi. 5 (HR. Abu Daud Kitab At Tarojjil)
  9. 9.       Merapihkan kumis. 6 (HR. Bukhori Kitab Al Libas dan HR. Muslim Kitab At-Thoharoh)
  10. 10.   Disunnahkan memakai  minyak wangi. 7 (HR. Abu Daud Kitab At-Tarojjil)

Bagi Perempuan :
  1. 1.       Berpakaian rapi, sopan, dan benar menurut syariat islam. 8 (QS. An-Nur Ayat 31, QS Al Ahzab Ayat 59, HR. Muslim Kitab Al Libas, dan HR. Abu Daud Kitab Al Libas)
  2. 2.       Tidak boleh berpakaian menyerupai laki-laki. 9  (HR. Bukhori Kitab Al Libas)
  3. 3.       Tidak boleh memakai rambut palsu dan atau memasangkan. 10  (HR. Bukhori Kitab Al Libas)
  4. 4.        Tidak boleh mencukur gundul.  11 (HR. Nasa’I Kitab Az-Zinah)
  5. 5.       Tidak boleh memotong rambut kepala sehingga menyerupai laki-laki. 12 (HR. Bukhori Kitab Al Libas)
  6. 6.       Tidak boleh memotong alis. 13 (HR. Bukhori Kitab Al Libas)
  7. 7.       Tidak berdandan/ bersolek secara berlebihan.
  8. 8.       Tidak boleh memakai wangi-wangian yang semerbak baunya. 14 (HR. Abu Daud Kitab Al Libas. Berkerudung hingga menutup leher dan dada, Pakaian Atas : lengan panjang sampai menutup pergelangan tangan. Pakaian Bawah : menutup mata kaki (nglembreh), Pakaian tidak boleh ketat, tipis / transparan).


TATA KRAMA KETIKA MAKAN
  1. 1.       Duduk dengan sopan. 15 (HR. Tirmidzi Kitab Al Ath’amah)
  2. 2.       Makan dengan tangan kanan. 16 (HR. Muslim Kitab Al Asyribah)
  3. 3.       Memulai makan dengan membaca basmallah 17 (HR. Abu Daud Kitab ath’amah) dan mengakhiri dengan hamdalah  18 (HR. Tirmidzi Kitab Adda’wat)
  4. 4.       Mengambil makanan secukupnya dan dihabiskan. 19 (HR. Muslim Kitab Al Asyribah, HR. At Tirmidzi Kitab Al Ath’amah)
  5. 5.       Tidak meniup makanan. 20 (HR. Abu Daud Kitab Al Asyribah)
  6. 6.       Memulai dari tepi makanan. 21 (HR. At Tirmidzi Kitab Ath’amah)
  7. 7.       Tidak berbicara ketika mulut masih penuh dengan makanan.
  8. 8.       Tidak minum disela-sela makan (kecuali karena suatu hal)
  9. 9.       Mengunyah makanan dengan bibir tertutup sehingga kunyahannya tidak bersuara.
  10. 10.   Mengambil makanan yang jatuh ke tempat yang bersih. 22  (HR. Muslim Kitab Al Asyribah)
  11. 11.   Tidak memasukkan makanan ke mulut sebelum makanan di dalam mulut habis.
  12. 12.   Tidak terdengar suara benturan sendok, garpu, dan piring.
  13. 13.   Tidak melakukan hal-hal yang tabu (kentut, bersendawa, dan berdahak)
  14. 14.   Ketika membersihkan makanan di gigi, menutup mulut dengan tangan dan tidak membuangnya dihadapan orang lain.
  15. 15.   Tidak mencela makanan 23 (HR. Bukhori Kitab Al Ath’amah)
  16. 16.   Mendo’akan kepada yang menjamu makanan  24  (HR. Muslim Kitab Asyribah)
  17. 17.    Dalam jamuan makan bersama :
  18. a.       Mendahulukan yang lebih tua
  19. b.      Bila akan mengambil makanan cukup dilihat tidak perlu disentuh atau dicium
  20. c.       Mengambil makanan yang terdekat
  21. d.      Tidak mengambil makanan yang dihidangkan dengan sendok yang sudah digunakan untuk makan
  22. e.      Tidak makan sambil bergurau
  23. 18.   Dalam hal makan prasmanan hendaknya setelah mengambil makanan sewajarnya, agar memberi kesempatan kepada yang lain untuk bisa mengambil makanan dengan mudah
  24. 19.   Hendaknya makanan yang mendekat pada mulut, bukan mulut yang menjemput/ mendekat pada makanan

  
TATA KRAMA KETIKA MINUM
Tata krama ketika minum hampir sama dengan tata krama ketika makan, ditambah dengan hal-hal sebagai berikut :
  1. 1.       Memegang gelas pada tangkainya (bila bertangkai)
  2. 2.  Apabila disuguhkan cangkir dengan pisin (lepek), diusahakan meminum dengan sekaligus mengangkat pisinnya.
  3. 3.    Tidak minum langsung dari bibir teko (nyucup) dan tidak menuangkan langsung kedalam mulut (nglonggo)
  4. 4.     Tidak bernafas kedalam gelas dan tidak meneguk /menenggak minuman sekali habis.  25 (HR. Abu daud Kitab Asyribah)
  5. 5.       Ketika minum, air minum tidak digunakan untuk berkumur lebih dahulu

TATA KRAMA BERTAMU
  1. 1.        Berpakaian rapi, pantas, dan sopan
  2. 2.       Tidak bertamu pada jam-jam istirahat.  26 (QS. An Nur Ayat 58)
  3. 3.       Seyogyanya membuat janji terlebih dahulu dan menepatinya, mengingat tuan rumah mungkin mempunyai banyak kesibukan
  4. 4.       Mengetuk pintu / membunyikan bel rumah dan mengucapkan salam 27 (QS. An Nur Ayat 27)
  5. 5.        Bila sudah mengucapkan salam 3x tidak ada jawaban sebaiknya pergi 28 (HR. Muslim Kitab Al Adab)
  6. 6.       Tidak boleh mengintip atau melongok kedalam rumah, walaupun pintu atau jendela terbuka 29 (HR. Bukhori Kitab Al Isti’dzan)
  7. 7.       Bila ditanya “siapa itu ?”, menjawabnya dengan menyebut nama 30 (HR. Bukhori Kitab Al Isti’dzan)
  8. 8.       Tidak boleh masuk dan duduk sebelum dipersilahkan.
  9. 9.       Melepas sepatu / sandal sebelum masuk rumah atau menyelesaikannya.
  10. 10.   Menempati tempat duduk yang dipersiapkan untuk tamu (tidak menempati tempat duduk tuan rumah).
  11. 11.   Bila tuan rumah bukan mahromnya dan hanya satu orang, maka cukup di luar rumah dan bicara  seperlunya.
  12. 12.   Tidak makan dan minum hidangan yang disuguhkan sebelum dipersilahkan.
  13. 13.   Sebaiknya mau mencicipi / menikmati hidangan yang disediakan tuan rumah.
  14. 14.   Bila hidangan  yang disuguhkan merupakan pantangan, supaya menolak dengan sopan.
  15. 15.   Apabila bermalam, sebelum pulang hendaknya merapikan tempat tidurnya.
  16. 16.   Apabila membawa anak kecil supaya menjaganya dengan baik sehingga tidak mengecewakan tuan rumah.
  17. 17.   Apabila melakukan sesuatu yang mengecewakan tuan rumah (misalnya : merusak barang, ngompol, dll.)
  18. 18.   Sebelum pulang, hendaknya minta maaf, mengucapkan syukur / terima kasih atas semua kebaikan tuan rumah dan mengucapkan salam.

TATA KRAMA MENERIMA TAMU
  1. 1.       Berpakaian rapi, pantas, dan sopan 31 (HR. Bukhori Kitab Al Jihad wa Al Sayr)
  2. 2.       Menyambut dan menerima tamu dengan ramah (grapyak)
  3. 3.       Mempersilahkan masuk dan duduk.
  4. 4.       Bila tuan rumah sendirian dan tamu bukan mahromnya juga sendirian, seyogyanya tidak dipersilahkan masuk kedalam rumah dan bicara seperlunya saja.
  5. 5.       Memuliakan tamu dengan memberi penghormatan bilma’ruf sesuai dengan kemampuan.
  6. 6.       Menyuguhkan hidangan / jamuan dengan menggunakan nampan.
  7. 7.       Tidak menyuguhkan minuman dengan memegang bibir gelas.
  8. 8.       Bila tamu bukan mahromnya, seyogyanya tidak menyuguhkan sendiri secara langsung.
  9. 9.       Mempersilahkan tamu untuk menikmati hidangan.
  10. 10.   Bila tamu  bukan mahromnya sebaiknya tidak duduk dengan berhadapan dan tidak menatap langsung.
  11. 11.   Apabila dalam menerima tamu waktunya terbatas karena suatu hal, maka hendaknya menyampaikan secara terus terang dan sopan.
  12. 12.   Bila tamu telah berpamitan, seyogyanya ikut mengantarkan keluar rumah untuk melepas kepergiannya.

TATA KRAMA BERBICARA DENGAN ORANG LAIN (BERCAKAP-CAKAP)
  1. 1.       Berbahasa yang baik dan sopan (papan – empan – adepan), menghindari kata-kata yang kotor dan menyakitkan hati. 32 (HR. Bukhori Kitab Al Adab)
  2. 2.       Bila berbicara dengan orang yang lebih tua/ dituakan, hendaknya pandangan mata agak ditundukan dan dalam bertutur kata dengan nada suara yang lebih rendah. 33 (QS. Luqman Ayat 19)
  3. 3.       Membiasakan kata-kata “maaf” pada awal dan akhir pembicaraan
  4. 4.       Dalam berbahasa daerah tidak boleh memposisikan diri lebih tinggi dari lawan bicara. Contoh bahasa jawa : “kulo sampun dahar”, “dalem bade kondur”, “kulo paringi”, seharusnya : “kulo sampun nedho”, dalem badhe wangsul”, kulo caosi/ sukani” dll.
  5. 5.       Memperhatikan dan mengarahkan pandangan kepada lawan bicara dengan sopan.
  6. 6.       Memberi kesempatan kepada lawan bicara untuk bicara (tidak mendominasi pembicaraan)
  7. 7.       Tidak memotong pembicaraan lawan bicara.
  8. 8.       Tidak berbicara sambil berkacak pinggang atau menunjuk-nunjuk kearah lawan bicara.
  9. 9.       Tidak mempergunjingkan atau membicarakan aib orang lain (ghibah). 34 (QS. Al Hujurat Ayat 12, HR. muslim Kitab Al Adab)
  10. 10.   Bila bertiga :
  11. a.       Tidak berbicara dengan bahasa yang tidak dimengerti oleh salah satu orang dari mereka.
  12. b.      Tidak berbisik-bisik berdua tanpa memperdulikan teman yang lain. 35 (HR. Bukhori Kitab Al Isti’dzan)
  13. 11.   Menghindari berkata dusta, meskipun bermaksud melucu. 36 (HR. Abu Daud Kitab Al Adab)
  14. 12.   Menghindari bergurau yang berlebihan dan gojlog-gojlogan. 37 (HR. Tirmidzi Kitab Al Zuhud)

TATA KRAMA TIDUR
  1. 1.       Dianjurkan berwudlu sebelum tidur. 38 (HR. Bukhori Kitab Ad-Da’awat)
  2. 2.       Membersihkan tempat tidur. 39 (HR. Bukhori Kitab Ad-Da’awat)
  3. 3.       Mengawali tidur dengan miring ke kanan. 40 (HR. Bukhori Kitab Ad-Da’awat)
  4. 4.       Tidak boleh tidur dengan tengkurap. 41 (HR. Abu Daud Kitab Al Adab)
  5. 5.       Tidak tidur ditempat yang membahayakan.
  6. 6.       Jika tidur ditempat umum (misal : masjid) bila bersarung supaya memakai celana.
  7. 7.       Membaca doa sebelum tidur dan setelah bangun tidur. 42 (HR. Bukhori Kitab Ad-Da’awat)
  8. 8.       Merapikan kembali tempat tidur setelah bangun tidur.

TATA KRAMA BERJALAN
  1. 1.       Tidak menyeret sandal atau menghentakkan kaki. 43 (HR. Tirmidzi Kitab Al-Manaqib)
  2. 2.       Mengucapkan salam atau menyapa dengan ramah bila berpapasan dengan orang lain. 44 (HR. Bukhori Kitab Al Isti’dzan, HR. Tirmidzi Kitab Al Birri wa Al shilah)
  3. 3.       Mengucapkan salam atau permisi bila melintas / melewati orang yang sedang duduk. 45 (HR. Bukhori Kitab Al Isti’dzan)
  4. 4.       Bila berjalan bersama, tidak berjajar (rampak-rampak), sehingga mengganggu orang lain.
  5. 5.       Membuang / menyingkirkan dari jalan segala sesuatu yang membahayakan. 46 (HR. Muslim Kitab Al Iman)
  6. 6.       Tidak berjalan sambil berkacak pinggang.
  7. 7.       Tidak usil dan mengganggu orang lain.

TATA KRAMA MENGENDARAI SEPEDA / MOTOR / MOBIL
  1. 1.       Memakai helm standar, membawa SIM dan STNK (bagi pengendara kendaraan bermotor).
  2. 2.       Menggunakan knalpot motor yang standar (tidak diblong).
  3. 3.       Menjaga kelengkapan kendaraan.
  4. 4.       Tidak menghias helm dan sepeda motor dengan tulisan atau gambar yang tidak sopan.
  5. 5.       Mentaati peraturan dan rambu-rambu lalu lintas.
  6. 6.       Tidak ngebut terutama ketika melewati gang/ perkampungan.
  7. 7.       Mengucapkan salam atau menyapa / permisi ketika berpapasan dengan orang yang berjalan kaki / sedang duduk di gang. 47 (HR. Bukhori Kitab Al Isti’dzan)
  8. 8.       Tidak menggeber-geberkan/ memainkan gas motor.
  9. 9.       Tidak berboncengan tiga orang dewasa atau lebih.
  10. 10.   Tidak mengoperasikan HP.

TATA KRAMA TERHADAP KEDUA ORANG TUA
  1. 1.       Bertutur kata dengan bahasa yang halus dan baik. 48 (QS. Al Isro’ Ayat 23)
  2. 2.       Nada suara lebih rendah. 49 (QS. Al Isro’ Ayat 23)
  3. 3.       Tidak memotong pembicaraan.
  4. 4.       Apabila dipanggil segera menjawab dan mendatangi.
  5. 5.       Mengerjakan / mentaati perintah-perintah orang tua selama tidak maksiat. 50 (QS. Luqman Ayat 15)
  6. 6.       Membantu meringankan kesibukan / pekerjaan orang tua.
  7. 7.       Menjaga nama baik dan kehormatan kedua orang tua.
  8. 8.       Mendahulukan kedua orang tua pada saat makan / minum. 51 (HR. Nukhori Kitab Al Adab)
  9. 9.       Mendahulukan kepentingan kedua orang tua dari pada diri sendiri.
  10. 10.   Merawat orang tua ketika sakit.
  11. 11.   Berpamitan ketika akan bepergian.
  12. 12.   Berjabat tangan dengan mencium tangan keduanya. 52 (HR. Abu Daud Kitab Al Adab)
  13. 13.   Bila ada masalah dalam keluarga, member saran yang baik dengan sikap yang sopan.
  14. 14.   Ketika punya masalah mengutamakan curhat kepada kedua orang tua.
  15. 15.   Tidak memaksakan kehendak (meminta sesuatu tanpa mempertimbangkan kemampuan kedua orang tua)
  16. 16.   Tidak meminta sesuatu dengan sak deg sak nyet (seketika harus dikabulkan).
  17. 17.   Segera meminta maaf apabila melakukan kesalahan/ menyakiti hati kedua orang tua.
  18. 18.   Selalu meminta keridloan dan meminta doa yang baik dari kedua orang tua. 53 (HR. Tirmidzi Kitab Al birri wa As-shilah)
  19. 19.   Selalu mendoakan kedua orang tua untuk kebaikan dunia dan akhirat. 54 (QS. Al Isro’ Ayat 24)
  20. 20.   Berbuat baik atau membalas kebaikan kedua orang tua dengan meramut dan merawat sampai akhir hayatnya, terutama masalah agamanya.
  21. 21.   Berusaha mewujudkan harapan dan cita-citanya.

TATA KRAMA TERHADAP YANG LEBIH TUA / YANG DITUAKAN
  1. 1.       Bertutur kata dengan bahasa yang halus dan baik.
  2. 2.       Mendahului salam / menyapa.
  3. 3.       Memanggil dengan awalan sebutan yang baik (mbah, bapak, ibu, mas, mbak, dll.)
  4. 4.       Berjabat tangan dengan agak menundukkan kepala dan lebih baik sambil mencium tangannya. 55 (HR. Abu Daud Kitab Al Adab)
  5. 5.       Segera menjawab dan mendatangi bila dipanggil.
  6. 6.       Bila melintas di depannya, mengucapkan permisi sambil agak membungkukkan badan.
  7. 7.       Bila orang yang lebih tua sedang duduk, tidak berdiri disekitarnya.
  8. 8.       Tidak duduk ditempat yang lebih tinggi dari pada tempat duduk orang yang lebih tua.
  9. 9.       Bila menunjukkan sesuatu menggunakan ibu jari tangan kanan.
  10. 10.   Mendahulukan orang yang lebih tua pada saat makan bersama.
  11. 11.   Membantu meringankan kerepotannya meskipun tidak diminta.
  12. 12.   Tidak ikut bergabung / nimbrung pembicaraanya.

TATA KRAMA BERTELPON
  1. 1.       Mengucapkan salam.
  2. 2.       Menyebutkan identitas (nama dan alamat).
  3. 3.     Berbicara dengan bahasa yang sopan, ramah, singkat, dan jelas (sebelum menelpon seyogyanya menyiapkan hal-hal yang akan dibicarakan).
  4. 4.     Bila ingin berbicara dengan selain yang menerima telpon, meminta tolong / amal sholih dipanggilkan dengan kalimat yang baik.
  5. 5.       Tidak menelpon pada jam-jam istirahat kecuali keadaan darurat.
  6. 6.       Mengucapkan kalimat syukur dan salam sebelum mengakhiri pembicaraan.
  7. 7.       Meletakkan gagang telpon dengan perlahan.

TATA KRAMA DALAM PERGAULAN
  1. 1.       Menghormat kepada orang yang lebih tua.
  2. 2.       Tidak membuka barang pribadi milik orang lain tanpa izin (seperti : almari, tas, buku harian, HP, file, dll). 56 (HR. Abu Daud Kitab As Sholah)
  3. 3.       Menjaga privasi dan kehormatan orang lain.
  4. 4.       Tidak duduk diantara dua orang tanpa seizing keduanya. 57 (HR. Abu Daud Kitab Al Adab)
  5. 5.       Tidak memanggil dengan panggilan / julukan yang tidak baik / dibenci. 58 (QS. Al Hujurat Ayat 11)
  6. 6.       Tidak membunyikan tape/ radio/ TV/ dengan suara keras.
  7. 7.       Tidak mengejek, menghina, menggunjing, dan mengadu domba orang lain. 59 (QS. Al Hujurat Ayat 11, HR. Bukhori Kitab Al Adab)
  8. 8.       Tidak kikir/ pelit. 60 (HR. Tirmidzi Kitab Al Birri wa As-Shilah)
  9. 9.       Tidak mengganggu orang yang sedang istirahat.
  10. 10.   Tidak pamer, sehingga menimbulkan / memancing kecemburuan dan kedengkian.
  11. 11.   Memperlihatkan rasa senang dan mendoakan baik atas kenikmatan, keberhasilan dan prestasi orang lain.
  12. 12.   Bila meminjam sesuatu segera mengembalikan dengan baik.
  13. 13.   Menghargai pemberian orang lain walaupun tidak menyukainya.
  14. 14.   Menghargai pendapat dan karya orang lain.
  15. 15.   Menepati janji. 61 (QS. Al Maidah Ayat 1)
  16. 16.   Memenuhi undangan selagi tidak maksiat. 62 (HR. Bukhori Kitab Al Janaiz)
  17. 17.   Membesuk orang yang sedang sakit. 63 (HR. Bukhori Kitab Al Janaiz)
  18. 18.   Membiasakan berjabat tangan dengan lembut ketika bertemu.
  19. 19.   Tidak berjabat tangan dengan orang yang bukan mahromnya. 64 (HR. At Thobroni Fi Al Kabir)

TATA KRAMA TA”ZIAH
  1. 1.       Berpakaian yang sopan dan pantas.
  2. 2.       Turut berkabung dan berbela sungkawa.
  3. 3.       Menghibur hati keluarga yang ditinggal, agar tabah dan sabar.
  4. 4.       Menyolati jenazah. 65 (HR. Bukhori Kitab Al Janaiz  dan HR. Muslim Kitab Al Janaiz)
  5. 5.       Membawa jenazah ke kuburan dengan cepat tapi tidak tergessa-gesa sampai jenazah tergoncang-goncang. 66 (HR. Bukhori Kitab al janaiz)
  6. 6.       Mengantarkan jenazah ke kuburan hingga selesai pemakaman (bagi laki-laki). 67 (HR. Muslim Kitab Al Janaiz)
  7. 7.       Diusahakan melepas sandal/ sepatu ketika memasuki area pemakaman. 68 (HR. Abu Daud Kitab Al Janaiz)
  8. 8.       Selama pemakaman berlangsung tidak bergurau. 69 (HR. Ibnu Majah Kitab Al Janaiz)
  9. 9.       Membantu proses pemakaman hingga selesai.
  10. 10.   Memberi bantuan makanan, minuman, atau uang kepada keluarga yang ditinggal sesuai dengan kemampuan. 70 (HR. Abu Daud Kitab Al Janaiz)

HAL - HAL YANG TIDAK PANTAS DILAKUKAN DIHADAPAN ORANG LAIN
  1. 1.    Membersihkan gigi dari sisa makanan (slilit), dengan mulut dibiarkan terbuka (tidak menutup dengan tangan)
  2. 2.       Batuk dan bersin tanpa menutup mulut.
  3. 3.     Menguap dengan membiarkan mulut ternganga (meskipun tidak ada orang lain). 71 (HR. Abu Daud Kitab Al Adab)
  4. 4.       Bersendawa (glegekan) dengan tidak menutup mulut.
  5. 5.       Kentut, meludah / mengeluarkan dahak dan membuang ingus.
  6. 6.       Membersihkan hidung (ngupil) dan telinga.
  7. 7.       Menuding-nuding terhadap orang lain yang bukan semestinya.

MEMELIHARA KEBERSIHAN DIRI
Antara lain :
  1. 1.       Diusahakan rajin mandi setiap hari dengan memakai sabun dan sejenisnya.
  2. 2.       Rajin berkumur dan bersiwak/ menggosok gigi. 72 (HR. Bukhori Kitab As-Shoum)
  3. 3.    Membersihkan kotoran mata, hidung, telinga, memotong kuku, mencukur bulu kemaluan, dan mencabuti bulu ketiak, dsb.
  4. 4.       Rajin mencuci pakaian..//