Cari Blog Ini

Jumat, 11 Oktober 2013

Menyembelih Hewan Kurban Sesuai Syariat



Sahabat baro’ meriwayatkan hadits tentang bagaimana rasulullah menyembelih hewan qurban dan menjelaskan bahwa abu burdah hanya bisa menyembelih qurban seekor kambing yang umurnya sangat muda, sebagai mana hadits berikut :

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، حَدَّثَنَا غُنْدَرٌ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ زُبَيْدٍ الإِيَامِيِّ، عَنِ الشَّعْبِيِّ، عَنِ البَرَاءِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّ أَوَّلَ مَا نَبْدَأُ بِهِ فِي يَوْمِنَا هَذَا أَنْ نُصَلِّيَ، ثُمَّ نَرْجِعَ فَنَنْحَرَ، مَنْ فَعَلَهُ فَقَدْ أَصَابَ سُنَّتَنَا، وَمَنْ ذَبَحَ قَبْلُ، فَإِنَّمَا هُوَ لَحْمٌ قَدَّمَهُ لِأَهْلِهِ، لَيْسَ مِنَ النُّسُكِ فِي شَيْءٍ» فَقَامَ أَبُو بُرْدَةَ بْنُ نِيَارٍ، وَقَدْ ذَبَحَ، فَقَالَ: إِنَّ عِنْدِي جَذَعَةً، فَقَالَ: «اذْبَحْهَا وَلَنْ تَجْزِيَ عَنْ أَحَدٍ بَعْدَكَ» قَالَ مُطَرِّفٌ: عَنْ عَامِرٍ، عَنِ البَرَاءِ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ ذَبَحَ بَعْدَ الصَّلاَةِ تَمَّ نُسُكُهُ، وَأَصَابَ سُنَّةَ المُسْلِمِينَ» * رواه البخاري

Artinya : Nabi bersabda “ sesungguhnya awalnya sesuatu yang aku kerjakan di hari raya adha adalah shalat, kemudian pulang dan menyembelih qurban, barang siapa yang mengerjakan pada demikian itu berarti mencocoki sunahku, dan barang siapa yang menyembelih sebelum shalat itu adalah daging yang di dahulukan untuk keluarganya bukan dari menyembelih qurban, abu burdah berdiri dan dia termasuk orang yang telah menyembelih sebelum shalat, lantas dia berkata “ aku hanya mempunyai kambing yang masih muda ( sekitar umur 5 bulan ) “ nabi berkata “ sembelihlah dan setelah ini tidak mencukupi bagi seseorang setelahmu.

Praktek menyembelih hewan qurban

Praktek menyembelih hewan qurban pada zaman rasulullah adalah setelah melaksanakan shalat idul adha, bukan sebelumnya, kalau praktek menyembelih qurban sebelum shalat maka sembelihannya bukan qurban. Rasulullah menjelaskan dalam riwayat anas bin malik :

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ النَّحْرِ: «مَنْ كَانَ ذَبَحَ قَبْلَ الصَّلاَةِ فَلْيُعِدْ» * رواه البخاري

Artinya : Nabi bersabda pada hari menyembelih qurban “ barang siapa yang menyembelih sebelum shalat maka supaya mengulangi.

Rasulullah ketika menyembelih hewan qurban memilih kambing gibas yang gemuk, dan kambing yang benar-benar sesuai syariat, berikut ini adalah dalil yang menggambarkan prosesi penyembelihan qurban rasulullah :

عَنْ أَنَسٍ، قَالَ: «ضَحَّى النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِكَبْشَيْنِ أَمْلَحَيْنِ أَقْرَنَيْنِ، ذَبَحَهُمَا بِيَدِهِ، وَسَمَّى وَكَبَّرَ، وَوَضَعَ رِجْلَهُ عَلَى صِفَاحِهِمَا» * رواه البخاري

Artinya : Anas berkata “ rasulullah menyembelih dua kambing gibas yang gemuk dan bertanduk, nabi menyembelih dengan tangannya ( menyembelih qurbannya sendiri ) sambil membaca bismillah dan takbir dan meletakan kakinya di lambungnya hewan qurban.

Ikhlas Beramal


bayi

Seringkali kita mendengar bahwa orang beramal harus ikhlas, bagaikan kita buang air besar alias berak, yaitu dalam beramal ibadah kita tidak boleh mengharapkan balasan. Yups....apakah benar seperti ini? Coba kita lihat dari gambaran yang lazim di atas, yaitu dalam beramal bagaikan mengeluarkan berak. Apabila hajat berak sudah dilaksanakan ya sudah....jangan mengharapkan berak (kotoran) itu kembali. Betulkah demikian? Apabila dicerna ada betulnya juga, mana ada orang berak mengharapkan beraknya kembali? ya jelas tidak tho? Sangat aneh bin ajaib apabila ada orang yang seperti itu, bahkan seorang yang gila pun tidak melakukan demikian. Tetapi apakah tidak ada pengharapan bagi orang yang berak? jelas pasti ada yaitu "Kesehatan". Yups...betul, orang melakukan berak yang sangat diharapkan adalah kesehatan tubuh yang terjaga. Supaya menjadi sehat dan tidak sakit-sakitan, selain itu mendapatkan suatu "sensasi" kepuasan karena telah melaksanakan hajat berak.

Pun demikian dengan baramal, yaitu mengharapkan sesuatu yang lain selain amal tersebut. Tentunya ketika kita beramal dengan memberikn shodaqoh kepada orang lain, tidak berharap pembalasan dari orang yang diberi. Melakukan amal ibadah yang lain, menolong orang misalnya juga tidak mengharapkan ditolong oleh orang tersebut. Menjalankan sholat misalnya, tentunya juga tidak berharap kembalian sholat,dan seterusnya berbagai macam amal kebajikan yang lainnya. Melakukan amal kebajikan dengan ikhlas adalah semata-mata mengharapkan kebaikan yang lebih besar daripada amal yang telah dilaksanakan seseorang. Ikhlas beramal yaitu mengharapkan ridho, kasih sayang dan rahmat dari Alloh semata, berupa pahala dan derajat yang tinggi di sisi Alloh. Orang berak tidak mengharapkan kotoran beraknya yang diambil, tetapi kesehatan badan yang akan didapatkan dan ini lebih tinggi nilainya daripada kotoran berak.

Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mau hijrah, dan membela agama Alloh, sesunggunya mereka adalah mengharap rohmat dari Alloh dan takut akan siksanya Alloh. Sebagai contoh lagi, Rosululloh juga menerangkan bahwa barang siapa yang berpuasa Ramadhan dengan karena keimanan  dan mencari pahala maka Alloh akan mengampuni dosa-dosa yang telah diperbuatnya. Masih banyak lagi keterangan-keterangan baik dalam Al Qur'an maupun yang telah diterangkan Rosululloh tentang beramal kebajikan. Yuk...mari beramal baik sebanyak-banyaknya, dan tentunya dengan selalu mengharap ridho dan rohmat dari Alloh semata.

Rabu, 09 Oktober 2013

Audiensi Pengurus LDII dengan Gubernur Ganjar Pranowo


Tempat Berlangsungnya Acara

Jajaran pengurus DPW LDII Jawa Tengah  dan 35 ketua dan penasihat  DPD LDII Kabupaten dan Kota seluruh Jawa Tengah hari Kamis tanggal 3 Oktober yang lalu mengadakan audiensi dengan Gubermur Jawa Tengah, H. Ganjar Pranowo.  Rombongan yang dipimpin langsung oleh ketua DPW LDII Prov. Jateng, Prof. Dr. H. Singgih Tri Sulistiyono, M.Hum   tiba di kantor Gubernur Jl. Pahlawan  jam 10.45 dan langsung dipersilahkan memasuki  aula gubernuran. Setelah menunggu beberapa saat, Gubernur Jateng H. Ganjar Pranowo memasuki aula dan menyalami tamu-tamunya.
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo Menyalami Jajaran Pengurus LDII

Prof. Singgih dalam pengantarnya, selain memperkenalkan rombongan, juga melaporkan berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan maupun program kegiatan yang akan segera digelar. Kegiatan yang telah dilaksanakan diantaranya LDII Go Green Sak Wong Sak Wit Menuju Jawa Tengah Ijo Royo Royo yang dipusatkan di Temanggung. Adapun kegiatan yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat adalah Seminar Pendidikan Berkarakter Terpadu bulan November mendatang. Ketua DPW juga menyampaikan kesiapan LDII untuk membantu pemerintah Jawa Tengah di bawah kepemimpinan  Ganjar.
Ketua DPD LDII Kab. Tegal, Drs. H. Walidi W. Martama, MM dan 
Ketua DPD Kota Tegal, dr. H. Alip Asmadi, S.Rad (baju batik) di tengah peserta audiensi

Berbagai persoalan dibahas pada pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam tersebut, di antaranya masalah transportasi, pendidikan, kesehatan, ketersediaan lapangan kerja, dan pembangunan infrastruktur. Gubernur Jateng menyambut baik  atas kesediaan LDII untuk bersinergi dengan pemerintah propinsi Jawa Tengah. Dalam pertemuan tersebut, Ganjar juga menyampaikan keprihatinannya terhadap lunturnya nilai-nilai Pancasila sehingga korupsi merajalela. Oleh sebab itu, slogan yang diangkat di lingkungan gubernuran sebagaimana terpampang di depan kantor gubernur adalah“ Jujur dan Anti Korupsi adalah Pancasilais”.

Selasa, 08 Oktober 2013

LDII Menyepakati 1 Dzulhijah 1434 Jatuh 6 Oktober 2013


LDII Menyepakati 1 Dzulhijah Jatuh 6 Oktober 2013

LDII dan ormas Islam lainnya bersepakat dengan Kementerian Agama, bahwa 10 Dzulhijah jatu pada 15 Oktober. Artinya pada tanggal itu, seluruh umat Islam di Indonesia melaksanakan Hari Raya Idul Adha.
Pertimbangan yang diambil Dirjen Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag Abdul Djamil adalah beberapa daerah telah melaporkan penampakan di beberapa titik pemantauan rukyat di Indonesia dan pemaparan tim hisab Kemenag sudah sesuai dengan kriteria penetapan awal bulan Hijriah, yakni kriteria Imkanur rukyat dua derajat.
Hasil pengamatan atau rukyat ini memperkuat perhitungan kalender atau hisab yang dilakukan sebelumnya. Tim pemantau hilal LDII Di Pelabuhan Ratu misalnya, melaporkan tinggi hilal hasil perhitungan adalah 3,30 derajat dengan usia 10 jam 12 menit 36 detik. Menurut Abdul Djamil mengatakan hasil rukyat dan hisab ini sudah melampaui kriteria yakni tinggi hilal 2 derajat dan umur bulan 8 jam.
"Atas dasar perhitungan hisab lebih dari 2 derajat sudut elongasi lebih dari 3 derajat dan umur bulan lebih dari 8 jam serta pantauan rukyat yang berhasil melihat hilal, maka kami diputuskan awal Dzulhijah jatuh pada Ahad 6 Oktober 2013 dan Hari Raya Idul Adha jatuh pada Selasa 15 Oktober 2013," ungkapnya.
Berbeda dengan awal Hari Raya Idul Fitri yang jatuh pada 1 Syawal. Jatuhnya Hari Raya Idul Adha pada Selasa 15 Oktober 2013 adalah karena perhitungan Hari Raya Idul Adha jatuh pada 10 Dzulhijah atau sepuluh hari setelah awal Dzulhijah ditetapkan. Penetapan Hari Raya Idul Adha pada 15 Oktober juga disepakati oleh Malaysia, Brunei, dan Singapura.
Sebelumnya Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kemenag Mukhtar Ali mengatakan, sesuai perhitungan hisab, Ijtimak jatuh pada sabtu 5 oktober 2013 karena posisi hilal pada 4 derajat. Sedangkan dari pengamatan rukyat, di lokasi rukyat di Kabupaten Kolaka Sulawesi Tenggara hilal terlihat oleh para saksi yang telah diambil sumpahnya.
Dengan penetapan awal bulan Dzulhijah 1434 H ini, dia mengatakan hasil penetapan Itsbat sudah sesuai dengan ijtimak dari beberapa kalender ormas Islam seperti LDII, Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), dan Persis.
Sidang isbat penentuan Hari raya Idul Adha ini dihadiri oleh para ahli astronomi dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), melibatkan tim hisab dan rukyat dari masyarakat dan ormas Islam seperti LDII, Nahdlatul Ulama, dan beberapa ormas islam lainnya. LDII mengutus anggota dewan pakar Yurinaldy Msi dan anggota Pendidikan Agama dan Dakwah DPP LDII Dwi Pramono.
Menurut Yurinaldy, LDII tidak hanya sekedar datang memenuhi undangan saja tetapi tetapi ikut peran aktif dalam proses penentuan hilalnya, “LDII menerjunkan satu tim yang ditempatkan di Anyer, Provinsi Banten untuk pengamatan,” ujar Yurinaldy. Ini merupakan tahun kedua LDII diundang dalam penentuan awal Dzulhijah.