Cari Blog Ini

Kamis, 22 Januari 2015

PENYULUHAN HUKUM WARGA LDII KAB. TEGAL


Mukhidin, SH, MH Sedang memberikan materi penyuluhan hukum

Peserta Ibu-ibu yang membludak sampai di luar ruangan
Telah menjadi agenda rutin DPD LDII Kab. Tegal menyelenggarakan pengajian umum setiap bulan di beberapa tempat. Namun mengawali tahun baru 2015 ini, pengajian umum bulan ini dilaksanakan pada hari Minggu, tanggal 18  Januari 2015 dipusatkan di Masjid Istiqomah Desa Blubuk, Kecamatan Dukuhwaru . Tidak kurang dari seribu orang warga dari berbagai wilayah hadir dalam  kegiatan yang dimulai pukul 09.30 dan berakhir pukul 12.00 WIB tersebut.
Ada hal spesial yang dilaksanakan pada pengajian bulan Januari ini, yakni adanya Penyuluhan Hukum. Kegiatan diawali dengan pengajian Al Qur’an yang disampaikan oleh Ustad Kasiari dari Dampyak, Kecamatan Kramat. Ayat yang dikajikan yaitu Surat Al Baqoroh ayat 264 dan 265,  berisi peringatan kepada orang beriman agar tidak menghilangkan pahala sedekahnya dengan menyebut- nyebut dan menyakiti perasaan si penerima, karena riya’ kepada manusia. Apabila hal itu dilakukan, perumpamaannya seperti batu licin yang di atasnya ada debu, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, maka batu itu akan bersih dari debu, alias tidak mendapatkan pahala apa pun. Sedangkan perumpamaan orang yang membelanjakan harta karena mencari keridloan Allah untuk keteguhan jiwanya, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika bukan hujan lebat, hujan gerimis pun cukup memadai tumbuhnya buah.   
Hadir sebagai nara sumber memberikan penyuluhan hukum adalah Kandidat Doktor H. Mukhidin, SH, MH, seorang pengacara kondang dari Tegal yang juga mantan Dekan Fakultas Hukum Universitas Pancasakti Tegal. Selama kurang lebih satu jam, Mukhidin menjelaskan berbagai hal terkait dengan hukum. Adapun pokok persoalan yang disampaikan adalah rusaknya negara karena tiga hal, yakni narkoba, korupsi, dan terorisme. Narkoba akan membawa kesengsaraan dunia sampai akhirat. Korupsi menyebabkan kesengsaraan dan kemiskinan rakyat banyak di mana-mana. Terorisme dapat merusak persatuan bangsa serta mengganggu keamanan dan kenyamanan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Mukhidin mengajak warga LDII untuk jangan sampai terlibat dengan ketiga hal tersebut. Korupsi tidak hanya terjadi pada pegawai negeri saja, siapapun bisa terjerat kasus korupsi. Percayalah, menjadi orang jujur, amanah, budi luhur  itu banyak rejeki. Ia juga menyinggung pelaksanaan eksekusi mati enam terpidana narkoba yang baru saja dilalaksanakan.
Ketua DPD LDII Kab. Tegal, Drs. H. Walidi, MM dalam sambutan pengantarnya mengatakan bahwa hukum adalah persoalan semua orang, termasuk warga LDII. Hukum merupakan persoalan hitam putih yang harus difahami semua warga negara. Lebih lanjut, Walidi menjelaskan bahwa penyuluhan hukum bagi warga LDII ini sangat penting agar warga LDII tidak hanya mengaji hukum-hukum Islam yang termuat dalam Al Qur’an Al Hadits saja, namun juga harus melek hukum negara. Disamping itu, penyuluhan ini juga dimaksudkan sebagai upaya antisipatif agar warga LDII tidak terjebak, dan mudah terpengaruh pada hal- hal yang akhirnya berurusan dengan hukum.
Pada sesi penutup, Ketua Dewan Pembina LDII Kab. Tegal, Suhinarso, SH, MM mengajak untuk selalu bersyukur, beramal sholih, kepada tetangga, masyarakat, dan pemerintah yang sah berdasarkan UUD 1945. Dalam Hadits disebutkan bahwa barang siapa yang beriman dan percaya pada hari akhir, supaya berbuat baik kepada tetangga, masyarakat dan pemerintah.
Lebih lanjut, Suhinarso  mengajak agar hidup di dunia ini merasa senang dalam menetapi ibadah, bisa hidup bagaikan di dalam surga, artinya hidup dengan menjalankan ibadah, seakan-akan surga di depan mata. Rosululloh mengisyaratkan 3 hal/syarat orang yang di dalam dirinya akan menjumpai manisnya keimanan : pertama, apabila pada urusan Alloh dan Rosul atau urusan ibadah lebih dicintai daripada urusan atau kepentingan lainnya; kedua, apabila mencintai seseorang kecuali senangnya karena urusan ibadah; ketiga, apabila seseorang merasa benci setelah mendapat hidayah, keluar dari hidayah, sama bencinya jika ia dimasukkan ke dalam neraka. Ia juga mengingatkan bahwa dunia ini teramat kecil, kesenangan yang membujuk. Jadi apabila seseorang meninggalkan ibadah, maka ia lebih mementingkan urusan kecil daripada urusan besar yaitu akhirat. Karena semua yang kita miliki di dunia ini pada akhirnya akan ditinggalkan.
Mengakhiri pembinaan, Suhinarso menghimbau warga untuk tertib mengaji, mencari ilmu di PAC terdekat sebagai landasan beramal mencari surga selamat dari neraka.


HABISKAN MALAM TAHUN BARU, LDII KAB. TEGAL GELAR PENGAJIAN SEMALAM SUNTUK


Para Generus Serius Mendengarkan Materi Pengajian yang disampaikan Ust. Abdul Mu'in

Hujan yang mengguyur wilayah Tegal sejak sore hari di penghujung tahun 2014 tidak menyurutkan semangat remaja LDII Kabupaten Tegal untuk mendatangi tempat pengajian. Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, dalam rangka mengantisipasi berbagai kemungkinan yang terjadi dalam menyambut pergantian tahun, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Tegal kembali menggelar pengajian remaja semalam suntuk. Tahun ini kegiatan dipusatkan di Masjid Al Huda Kelurahan Dampyak, Kecamatan Kramat. Tidak kurang dari 400 remaja LDII se Kabupaten Tegal antusias mengikuti kegiatan.
Kegiatan yang dimulai setelah sholat magrib dan isya’ berjamaah tersebut dibuka oleh Dewan Penasihat LDII, Suhinarso, SH., MM. Dalam pengarahannya, Suhinarso menekankan agar remaja memiliki bekal tiga hal yang dikenal dengan Tri Sukses, yakni : 1) memiliki ilmu dan kefahaman agama yang kuat (faqihu fiddin); 2) memiliki budi pekerti dan akhlaq yang baik (akhlaqul karimah); dan 3) memiliki keterampilan untuk hidup mandiri.
Giliran pembicara yang kedua adalah ketua DPD LDII Kabupaten Tegal, Drs. H. Walidi, MM yang menyampaikan tentang hakikat hidup di dunia : apa tujuan Alloh menciptakan manusia, ternyata hanya untuk menyembah kepada-Nya; bagaimana fase-fase kehidupan manusia, dari bayi, anak-anak, remaja, dewasa, tua, dan akhirnya masuk liang kubur; berapa lama manusia hidup di dunia, ternyata teramat singkat jika dibandingkan dengan kehidupan  setelah mati, serta bagaimana menyiapkan diri menghadapi kehidupan setelah mati. Hal tersebut penting disampaikan kepada para remaja agar mereka tidak larut dalam efoura keremajaannya, berprinsip  mumpung masih muda. Dengan demikian, mereka bisa memahami hakikat hidup yang merupakan pertaruhan anak manusia menempuh perjalanan panjang kehidupannya, karena apa yang diperbuat selama di dunia ini merupakan kunci penentu kehidupan selanjutnya, baik di alam kubur hingga akhirat.
Selajutnya disampaikan pengajian Al Qur’an dan Al Hadits oleh Ustad Abdul Muin dari Kedungbanteng. Materi yang disampaikan diantaranya hadits tentang seseorang yang mempunyai cita-cita untuk kehidupan akhirat, maka Alloh akan mencukupi cita-citanya di dunia. Juga Hadist Riwayat Bukhori tentang  rusaknya umat Nabi terletak di tangan pemuda yang bodoh. Dari hadits tersebut, diharapkan para remaja tidak menjadi orang yang bodoh perusak agama, melainkan menjadi pionir dalam menegakkan ajaran agama.  Untuk tidak menjadi bodoh maka harus hobi mengaji sehingga menjadi orang cerdas, dapat memilah dan memilih mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang berpahala dan mana yang berdosa, mana jalan menuju neraka dan mana jalan menuju surga.
Dengan kegiatan tersebut, orang tua sangat mendukung prakarsa para pengurus LDII dalam mengantisipasi kerawanan yang sering terjadi pada saat pergantian tahun tersebut. Sebagai bukti dukungan, mereka rela mengantar putra-putrinya untuk mengikuti kegiatan walaupun diguyur hujan dan menjemputnya hari esoknya.
Acara dilanjutkan dengan pencak silat dari Persinas ASAD, permainan-permainan yang mendidik, tukar kado, kuis dan pembagian hadiah. Pukul 02.00 dini hari para peserta diarahkan untuk  qiyamul lail dan doa malam. Seluruh acara berakhir setelah sholat subuh dan doa.
Sebagaimana disampaikan  Ketua DPD LDII Kabupaten Tegal, Drs. H. Walidi, MM, kegiatan yang digelar secara rutin setiap tahun tersebut bertujuan untuk memberikan pembelajaran kepada generasi muda agar dapat memanfaatkan momentum pergantian tahun sebagai saat yang tepat untuk merefleksikan kehidupan manusia di dunia. Sebagai anak manusia harus bisa memanfaatkan waktu dan kesempatan yang ada dengan hal-hal yang positif dan bermanfaat. Sebagaimana pepatah “Time and tide wait for no man” (waktu dan pasang tidak menunggu seseorang). Demikian halnya Alloh SWT telah mengingatkan kepada kita dalam Al Qur’an Surat Al ‘Ashr,  yang artinya : Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.
Kegiatan tersebut  juga dimaksudkan untuk memberikan kegiatan positif bagi remaja dalam  menyambut datangnya tahun baru. Tahun baru tidak harus dilaksanakan dengan hura-hura yang  membahayakan dirinya dan orang lain seperti kebut-kebutan di jalan, maupun kegiatan yang menjurus pada kemaksiatan, seperti pesta narkoba, miras dan lain sebagainya.










                            




















Senin, 17 November 2014

Memaknai Hari Pahlawan LDII Kabupaten Tegal Adakan jalan Sehat dan Sepeda Santai




Dalam rangka memaknai Hari Pahlawan 10 November, Lembaga Dakawah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Tegal menggelar kegiatan Jalan Sehat dan Sepeda Santai, Minggu 16 November 2014.
Kegiatan yang dipusatkan di halaman GOR Tri Sanja tersebut dihadiri Wakil Bupati Tegal, Dra. Hj. Umi Azizah, diikuti ribuan peserta dari warga LDII se Kabupaten Tegal  serta masyarakat sekitar. Sedangkan untuk kegiatan sepeda santai  diikuti beberapa Komunitas Sepeda di wilayah Kabupaten Tegal, seperti POMPA dari Pangkah, PITTOELAS dai Langon Kudaile Slawi, AAS Slawi, dan sejumlah Gowesser yang lain.
Ketua DPD LDII Kab. Tegal, Drs. H. Walidi, MM dalam sambutannya mengingatkan bahwa bangsa Indonesia ini bangsa yang LUAR BIASA. Bangsa yang besar dan majemuk, memiliki sejarah perjuangan yang sangat menakjubkan. Aset sangat berharga yang dimiliki bangsa Indonesia adalah semangat juang, nilai – nilai patriotik, rela berkurban para pahlawan dalam meraih dan mempertahankan kemerdekaan.
Lebih lanjut Walidi mengajak untuk menengok sejenak peristiwa 10 November 1945, pada saat kota Surabaya dikepung tentara Inggris dari berbagai penjuru; darat, laut, dan udara, dengan tujuan menguasai kota Surabaya. Dengan tekad dan semangat yang dikobarkan Bung Tomo saat itu : MERDEKA atau MATI !! arek – arek Surabaya yang hanya bersenjatakan bambu runcing dan senjata rampasan tidak gentar menghadapi musuh yang bersenjata lengkap dan modern. Nilai-nilai heroik yang luar biasa  tersebut harus terus dilestarikan, diwariskan kepada generasi penerus di bumi  ini. Jangan sampai nilai-nilai juang para pahlawan yang amat sangat berharga ini hilang terkikis oleh arus kemajuan dan globalisasi.
Selanjutnya, Walidi mengajak masyarakat untuk memaknai hari Pahlawan 10 November melalui kegiatan positif yang menggembirakan dan menyehatkan. Ia mengingatkan pentingnya kesehatan. ‘Health is everything’, kesehatan adalah segala-galanya, paparnya, “Semua orang tentu menyayangi tubuh yang hanya satu-satunya. Maka harus dijaga kondisi, keseimbangan dan kesehatannya. Apabila ada organ tubuh yang rusak atau tidak berfungsi, tidak ada satu pun toko atau supermarket yang menyediakan sparepartnya. Kalau toh ada dapat dipastikan itu tidak orisinil alias palsu.”

Sementara Wakil Bupati Tegal, Dra. Hj. Umi Azizah dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kegiatan yang diprakarsai LDII, yang menggugah kembali semangat militansi, patriotisme, semangat kebersamaan, kesetiaan sosial yang sangat diperlukan dalam membangun Kabupaten Tegal menyongsong hari- hari yang akan datang dengan semangat ‘Hari Esok Harus Lebih Baik daripada Hari Ini’.
Lebih lanjut, Umi Azizah menegaskan bahwa cita-cita besar, mimpi besar Kabupaten Tegal yang mandiri, unggul, religius dan sejahtera tidak akan terwujud tanpa kebersamaan dan partisipasi masyarakat, termasuk warga LDII. Kegiatan Jalan Sehat dan Sepeda Santai juga merupakan implementasi Hadits Rosululloh SAW, bahwa jasad yang sehat terdapat akal yang sehat, akal yang sehat harus didukung jasad yang sehat.
Mengakhiri sambutannya, Umi azizah berharap agar kegiatan LDII bersinergi dengan program-program pemerintah Kabupaten Tegal dalam mengatasi persoalan seperti angka kematian ibu dan bayi lahir yang masih tinggi, kasus HIV dan pernikahan dini. Selain itu, ia juga  mengajak seluruh yang hadir untuk turut terlibat secara aktif Gerakan Memungut Sampah sehingga GOR Tri Sanja bersih dan rapi serta membudayakan hidup sederhana dan mencintai produk-produk dalam negeri.
Usai acara seremonial, tepat pukul 07.30 peserta Jalan Sehat dan Sepeda Santai diberangkatkan Wakil Bupati Tegal menempuh dua rute. Rute Jalan Sehat dari GOR TRI SANJA Pakembaran ke arah Selatan sampai Patung Obor belok ke kiri, terus ke Timur sampai pertigaan (Gerbang Kelurahan Pakembaran) belok ke kiri, lurus ke Utara hingga perempatan Desa, belok ke kiri, terus ke Barat menuju GOR TRI SANJA. Sedangkan rute Sepeda Santai dari GOR TRI SANJA Pakembaran ke arah Utara sampai pertigaan Perumahan belok kanan, terus hingga perempatan Trayeman (traffic light) belok ke kiri terus ke Utara  sampai pertigaan (Watu Tunclep) Yonif 407 Ujungrusi belok ke kiri, terus ke arah Selatan menyusuri Desa Harjosari - Kalisoka hingga ke Desa Sindang, pertigaan belok ke kiri, ke arah Selatan sampai Desa Gumayun, pertigaan belok kiri ke arah Slawi, terus ke Timur sampai patung Obor belok kiri menuju GOR TRI SANJA.
Usai pelaksanaan kegiatan diadakan pengundian door prize berupa kulkas, sepeda gunung, TV, kompor gas, blender, dispenser, magic com, kipas angin, dan puluhan hadiah lainnya yang disediakan sejumlah sponsor yaitu BMT Amanah Barokah, RSU Adella Slawi, Nagamas Motor, Permata Abadi, Rumah Makan Pring Cendani Ujungrusi, PT Indosat, Teh Poci,  Sophie Paris, Lulu Collection, Rumah Kerudung Sekar Kedaton, Life Computer, Herbal Bioba,  Qory Collection Adiwerna, Mitra Technic Adiwerna, Metro Mas Slawi, dan Radio Pop FM Tegal.
Acara yang dipandu Suwandi, S.Pd., Muktar Umri dan MC dari Nagamas Motor tersebut sangat variatif sehingga peserta tidak merasa jenuh menunggu. Diawali dengan sejumlah kuis pengetahuan tentang kepahlawanan untuk anak SD, SMP, dan SMA/SMK, dilanjutkan dengan pengundian kupon. Para siswa SD hingga SMA/SMK nampak sangat antusias menjawab pertanyaan yang disampaikan panitia. Semua pertanyaan dijawab dengan benar oleh para siswa.
Sebagai penghormatan kepada sesepuh, untuk undian hadiah utama panitia meminta anggota legiun veteran 45 untuk mengambil kupon. Seorang veteran pejuang 45 Bpk. Mujiono yang juga bergabung dengan Komunitas sepeda PITTOELAS tampil mengambilkan kupon untuk hadiah utama. Acara berakhir setelah penyerahan hadiah utama berupa kulkas oleh Pak Mujiono didampingi ketua DPD LDII Kab. Tegal kepada Ny. Suroso dari Kemantran Kramat. Usai acara, sebagai wujud kepedulian lingkungan serta menindaklanjuti himbauan Ibu Wakil Bupati, diadakan gerakan memungut sampah di sekitar GOR Tri Sanja sehingga begitu ditinggalkan, halaman GOR tampak bersih.

Mark D. Clark: LDII Contoh yang Baik dalam Hubungan Negara dan Ormas

dubes-amerika-ldii
LDII kedatangan tamu istimewa Mark D Clark seorang konselor politik Kedutaan Besar (Kedubes) AS di Jakarta pada Kamis, (6/11/2014). Clark mendatangi kantor DPP LDII di Jalan Tentara Pelajar 28A, Patal Senayan, Jakarta Selatan, untuk lebih mengenal LDII dalam fungsinya sebagai penguatan masyarakat sipil di Indonesia.  
Clark menyadari dalam alam demokrasi, masyarakat sipil merupakan tulang punggung dalam mewujudkan kesejahteraan sosial. Konsep inilah yang oleh intelektual Indonesia sebagai masyarakat madani, di mana masyarakat menghimpun diri dalam ormas, lalu menjadi mitra pemerintah dalam pembangunan.
Kedatangan Clark boleh dikata kunjungan balasan. Ia pernah mengundang ormas-ormas Islam di kediamannya, sesaat setelah ditugaskan di Indonesia. Saat itu ia menjanjikan akan berkunjung ke setiap ormas yang ia undang. Sementara, bagi LDII, kunjungan Clark menjadi penting untuk menyosialisasikan Islam di Indonesia, yang cinta damai, toleran, dan mendukung terciptanya keberadaban sipil.
“Jurang informasi antara Islam dan Barat, terlanjur lebar. Perlu titik temu, agar terjadi kesepahaman. Bahwa Islam adalah agama yang damai dan tak menolak modernitas, sementara Islam juga tak harus menolak atau curiga berlebihan begitu mendengar kata Barat,” ujar Ketua DPP LDII Prasetyo Soenaryo yang dalam pertemuan itu menjadi juru bicara.
Clark yang telah bertugas di berbagai negara, mempertanyakan perbedaan LDII dengan ormas Islam lainnya. Ia juga perhatian terhadap basis massa LDII, organisasi kepemudaannya, dan keilmuan LDII. “LDII adalah ormas yang nonprofit yang mengedepankan peningkatan SDM yang profesional religius dan memiki perhatian besar dalam menjaga kerukunan umat beragama,” ujar Prasetyo Soenaryo dalam presentasinya. Dalam pemaparannya, Prasetyo menekankan, LDII menolak segala bentuk kekerasan atas nama agama – sebagaimana yang dilakukan ISIS di Timur Tengah.  
Menurut Prasetyo tak ada alasan dan tak ada tempat kekerasan atas nama agama di Indonesia, karena umat Islam di Indonesia memiliki kebebasan menjalankan ritual agamanya. Justru, LDII selain menjalankan ritual ibadahnya, mampu melakukan kontribusi sosial. Bahkan LDII mengedepankan empat pilar kebangsaan, berupa Pancasila, UUD 45, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI. “Sementara warga LDII di luar negeri menyesuaikan dengan konstitusi negara setempat sepanjang memiliki hak-hak beribadah,” ujar Prasetyo Sunaryo.
Dalam pertemuan itu Prasetyo menjelaskan, LDII dengan ormas Islam lainnya memiliki kesamaan, yakni mendakwahkan ajaran Islam. Di antara berbagai kesamaan itu, setiap ormas memiliki penekanan-penekanan tertentu, “NU dikenali karena memiliki pesantren-pesantren ternama, Muhammadiyah dikenali sebagai ormas yang bergiat dalam pendidikan dan kesehatan. Sementara LDII memadukan keduanya, sehingga menghasilkan insan yang profesional religius,” ujar Prasetyo.
 
“LDII dengan basis keilmuannya di Kediri, menghasilkan mubaligh yang merawat religiusitas warga LDII, yang didukung keberadaan majelis taklim yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia bahkan di luar negeri. Selain itu terdapat Majelis Taujih Wal Irsyad dan Dewan Pakar LDII yang senantiasa menjaga profesionalitas dan religiusitas warga LDII,” demikian Prasetyo Sunaryo menjelaskan
kunjungan-dubes-amerika
Pada sesi selanjutnya, pemaparan dilakukan dengan presentasi kegiatan LDII, mulai dari penyelamatan lingkungan melalui Go Green, kepanduan, kepemudaan, gerakan antinarkoba, dan lain-lain. Clark menggarisbawahi, peran LDII dan ormas-ormas Islam lainnya sangat penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Pertemuan ini berharga dan bermanfaat, seharusnya sudah dilakukan dari dulu. Peran ormas di Indonesia, sebagaimana di Amerika Serikat sangat berpengaruh positif baik di sektor ekonomi, sosial, dan budaya. Dalam hal ini, LDII menjadi contoh yang baik dan kesempatan ini menjadi pembukaan untuk melakukan kerjasama kedepannya. Kami sangat terbuka terhadap ide dari LDII dan peluang kerjasama,” ujar Mark D. Clark.
Mark D. Clark lalu mempertanyakan sikap politik LDII dalam berbagai tema aktuap perpolitikan di tanah air, salah satunya mengenai dualisme di DPR. “Kami melihat, meskipun Indonesia memiliki sistem demokrasi terbesar namun perilaku politikusnya tidak mencerminkan demokrasi. Hal ini mengakibatkan anomaly demokrasi,” ujar Ketua DPP LDII Chriswanto Santoso menanggapi pertanyaan Clark.
Mark D. Clark berpendapat anomali demokrasi itu disebabkan Indonesia negara yang baru belajar demokrasi, meskipun memiliki kemajuan yang hebat. Bandingkan dengan Amerika Serikat yang sudah berdemokrasi hampir 200 tahun. Kegaduhan politik yang terjadi di DPR merupakan hal yang biasa terjadi sebagaimana di Amerika antara Partai Republik dan Partai Demokrat.
“Dalam konteks demokrasi, kegaduhan mungkin terjadi. Selama tujuannya baik dan memajukan kepentingan rakyat. Demokrasi pada akhirnya berekses pada kompromi, Saya optimis Indonesia bisa maju setelah selama 16 tahun ini menjalani demokrasi langsung dengan tingkat partisipasi rata-rata yang tinggi,” ujar Clark. Jika melihat AS, yang menggunakan sistem dua kamar berupa house of representatif (DPR) dan senate (DPD) terjalin komunikasi yang baik terhadap kosntituen mereka. “Terdapat kantor yang aktif di negara bagian tempat mereka terpilih. Ketika hari libur pun mereka kembali ke negara bagian masing-masing untuk bertemu konstituen, sehingga konstituen merasa dihargai”, jelas Mark D. Clark
Demikian ekses demokrasi, meski demokrasi memiliki manfaat yang baik akan tetapi pada taraf pelaksanaannya bergantung pada kemampuan masing-masing negara. Indonesia dibandingkan dengan Amerika, jelas demokrasinya jauh lebih muda, namun bisa dibilang perkembangan demokrasinya cukup pesat. Hanya saja partisipasi dan komunikasi antara representatif dan konstituen yang perlu diperkuat, agar kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah khususnya lembaga legislatif bertambah kuat, ditambah penerapan good governance pada lembaga eksekutif dan yudikatif pemerintah Indonesia. Begitu kata Clark. (Khoir/Reza/LINES) (http://www.ldii.or.id)